Sakit saat Berhubungan Intim, Ini 3 Tanda Harus ke Dokter

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
sakit-saat-berhubungan-intim-ini-3-tanda-harus-ke-dokter

Halodoc, Jakarta - Sakit saat berhubungan seks dapat terjadi karena berbagai macam hal yang berkaitan dengan masalah struktural hingga masalah psikologis. Banyak wanita melakukan hubungan seksl yang menyakitkan di beberapa titik dalam kehidupan mereka. 

Dalam istilah medis, rasa sakit saat berhubungan seks adalah dispareunia yang diidentifikasikan sebagai nyeri genital persisten atau berulang yang terjadi tepat sebelum, selama, atau setelah hubungan seksual. 

Alami Beberapa Tanda Ini, Segera Hubungi Dokter

Kamu bukanlah satu-satunya orang yang mengalami rasa sakit saat berhubungan seks. Hampir tiga dari empat wanita akan merasakan rasa sakit ini. Rasa sakit bisa terjadi di vagina dan area di luarnya, yang disebut vulva. Namun, beberapa wanita juga merasakan sakit di panggul.

Baca juga: Berhubungan Intim Terasa Sakit, Mungkin Ini 4 Penyebabnya

Terkadang seks yang tidak nyaman saat kamu tidak cukup terangsang atau kamu memiliki infeksi vagina atau kondisi kulit seperti alergi atau psoriasis. Meski begitu rasa sakit saat berhubungan seks juga dapat menjadi tanda kondisi serius seperti penyakit radang panggul, endometriosis, fibroid, kista ovarium, atau kanker. Jika beberapa tanda berikut terjadi pada kamu, segera komunikasikan pada dokter melalui aplikasi Halodoc agar masalah kamu segera ditangani.

1. Pendarahan Tidak Teratur

Jika kamu sudah melewati masa menopause dan mengalami pendarahan dari vagina, segera bicarakan pada dokter sesegera mungkin. Masalah yang kamu alami harus segera dipastikan supaya tidak memiliki masalah serius, seperti infeksi, fibroid rahim, atau kanker. Jika kamu masih mengalami menstruasi, perhatikan adanya bercak, pendarahan di antara periode, pendarahan setelah berhubungan seks, atau periode yang lebih berat atau bertahan lebih lama dari biasanya. 

2. Pelepasan Tidak Biasa

Apakah terjadi perubahan warna, jumlah, atau bau yang berlangsung lebih dari beberapa hari? Jika ada, segera beritahu dokter. Kamu mungkin memiliki tanda yang mudah diobati, seperti infeksi bakteri atau ragi. Namun, beberapa pembuangan mungkin merupakan tanda penyakit menular seksual seperti gonore atau klamidia. Debit berair atau berdarah mungkin disebabkan oleh kanker. 

Jika kamu merasakan sensasi menggembung di sekitar vagina dan kesulitan buang air kecil, itu dapat menjadi tanda bahwa kandung kemih atau organ lain di panggul kamu telah jatuh dari tempat normalnya dan mendorong ke arah vagina kamu. Kondisi tersebut dinamakan prolaps organ panggul, dan menjadi lebih umum seiring bertambahnya usia. 

Baca juga: 3 Penyebab Dispareunia, Nyeri Saat Berhubungan Intim

3. Terdapat Benjolan, Ruam, dan Luka

Jika kamu melihat ada perubahan pada kulit kamu di bawah ikat pinggang kamu, seperti adanya tahi lalat yang terlihat berbeda atau baru, atau ada benjolan yang gatal atau sakit, segera beritahu dokter. Bintik-bintik ini dapat memiliki banyak penyebab berbeda, dari rambut yang tumbuh ke dalam hingga seperti kutil kelamin atau herpes. Kondisi lebih serius adalah kanker vulva, suatu kondisi langka yang dapat muncul sebagai benjolan yang terasa sakit. Ini dapat menyebabkan gatal atau nyeri tekan. 

Jika kamu telah mencapai menopause, hubungan seks yang menyakitkan dapat disebabkan oleh atrofi vagina. Saat itulah jaringan di sekitar vagina dan vulva kamu mengering karena hilangnya estrogen.

Baca juga: Ketahui 4 Penyebab Timbulnya Rasa Sakit Saat Berhubungan Intim

Tidak peduli tanda apapun yang kamu perhatikan, ketika ada sesuatu yang terasa atau terlihat aneh dan tidak kamu kenali, sebaiknya segera komunikasikan pada dokter. Dengan begitu, kamu akan mendapatkan informasi dan penanganan yang tepat.

Referensi:

Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Painful Intercourse

WebMD. Diakses pada 2019. Top Sexual Health Symptoms for Women