3 Penyebab Dispareunia, Nyeri Saat Berhubungan Intim

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
3 Penyebab Dispareunia, Nyeri Saat Berhubungan Intim

Halodoc, Jakarta - Apakah kamu pernah merasakan sakit ketika berhubungan intim? Bisa jadi kamu mengalami dispareunia. Rasa sakit yang timbul ketika berhubungan intim dapat menyebabkan masalah pada hubungan suatu pasangan. Selain itu, pada seseorang yang mengidap dispareunia, efek emosional yang negatif juga dapat terjadi. Walau begitu, banyak perawatan efektif yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut.

Dispareunia yang terjadi dapat disebabkan oleh masalah pada struktur di bagian selangkang hingga masalah psikologis. Banyak wanita yang merasakan sakit ketika berhubungan intim dengan seseorang sepanjang hidupnya. Dispareunia dapat terjadi sebelum, selama, hingga setelah berhubungan intim. Segeralah untuk bertanya pada dokter kamu jika kamu merasakan hal yang seperti digambarkan tersebut.

Baca Juga: Sakit saat Berhubungan Intim, Kenali 6 Gejala Dispareunia

Penyebab Dispareunia

Terdapat beberapa hal yang dapat menjadi penyebab dispareunia pada seseorang. Penyebab rasa sakit tersebut dapat berbeda pada tiap orang. Ada yang mengalami rasa sakit saat Mr P masuk, ada juga yang mengalaminya ketika mengalami dorongan yang dalam. Faktor emosional juga dapat memengaruhi banyak jenis hubungan intim yang menimbulkan rasa sakit. Berikut adalah beberapa hal yang menjadi penyebab dispareunia:

Penyebab Dispareunia Ketika Sedang Melakukan Hubungan Intim

Dispareunia dapat terjadi ketika suatu pasangan sedang melakukan hubungan intim, terutama ketika Mr P memasuki Miss V, sehingga terjadi suatu tekanan. Hal-hal tersebut dapat terjadi dikarenakan:

  1. Kurangnya pelumasan. Salah satu penyebab dispareunia terjadi adalah karena kurangnya pelumasan. Umumnya hal ini terjadi karena kurangnya foreplay. Selain itu, kondisi ini juga dapat disebabkan oleh penurunan kadar estrogen pada seseorang.

  2. Pengaruh Obat-obatan. Obat-obatan tertentu disebutkan dapat memengaruhi hasrat seksual. Akibatnya, lubrikasi yang dihasilkan pun menjadi berkurang dan menyebabkan hubungan intim menjadi menyakitkan. Obat-obatan tersebut, seperti antidepresan, obat penenang, dan lain-lain.

  3. Cedera atau iritasi. Penyebab dispareunia lainnya adalah karena mengalami cedera atau iritasi dari kecelakaan, pembedahan panggul, dan luka saat melahirkan.

  4. Peradangan atau infeksi. Infeksi atau peradangan pada saluran kemih dapat menjadi salah satu penyebab dispareunia. Selain itu, masalah kulit pada daerah vital juga dapat menyebabkan masalah tersebut.

  5. Vaginismus. Kondisi ini terjadi karena adanya kejang pada otot-otot dinding vagina, sehingga menyebabkan penetrasi yang dilakukan terasa menyakitkan.

Baca Juga: Perawatan untuk Mencegah Dispareunia

Rasa Sakit yang Parah

Rasa sakit yang parah mungkin disebabkan oleh penetrasi yang terlalu dalam dan dapat lebih buruk pada posisi tertentu. Hal yang menjadi penyebab dispareunia yang berhubungan dengan rasa sakit yang parah adalah:

  1. Penyakit dan kondisi tertentu. Penyakit dan kondisi pada seseorang dapat menyebabkan dispareunia, seperti penyakit radang panggul, endometriosis, wasir, hingga kista ovarium.

  2. Operasi atau perawatan medis. Penyebab dispareunia lainnya adalah operasi atau perawatan medis yang terjadi karena operasi panggul, termasuk histerektomi. Kondisi ini dapat menyebabkan hubungan intim terasa menyakitkan.

Baca Juga: Stres Berlebihan Bisa Memicu Dispareunia

Faktor Emosional

Faktor emosional dapat berhubungan dengan aktivitas seksual, sehingga mungkin menyebabkan rasa sakit. Faktor tersebut berhubungan dengan masalah psikologis, seperti kecemasan, depresi, hingga rasa takut untuk berhubungan intim. Walau begitu, sulit untuk mengatakan apabila faktor-faktor emosional berhubungan dengan dispareunia. Dalam beberapa kasus, kondisi ini mungkin saja menyebabkan orang tersebut terus ingin menghindari berhubungan intim.

Itulah beberapa penyebab dispareunia yang harus kamu ketahui. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal sakit saat berhubungan intim, dokter dari Halodoc siap membantu. Komunikasi dengan dokter bisa dilakukan dengan mudah melalui Chat atau Voice/Video Call. Selain itu, kamu juga bisa beli obat di Halodoc. Praktis tanpa perlu keluar rumah, pesananmu akan diantarkan sampai tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya sekarang di App Store dan Google Play!