20 February 2018

Salah Kenali Aroma, Hati-Hati Anosmia

Salah Kenali Aroma, Hati-Hati Anosmia

Halodoc, Jakarta – Selain untuk bernapas, hidung manusia juga memiliki kemampuan yang sangat hebat untuk membaui sesuatu. Dengan kemampuan ini, kamu bisa mencium aroma makanan, sehingga makanan terasa lebih lezat, mencium aroma wangi parfum sehingga kamu lebih percaya diri, bahkan mencium aroma busuk untuk mendeteksi makanan yang sudah basi.

Tapi pernahkah kamu membayangkan jika kemampuan penciuman ini hilang? Kondisi tidak bisa mencium bau apapun ini disebut dengan anosmia. Jangan khawatir dulu, yuk kenali anosmia lebih lanjut.

Biasanya, orang yang sedang mengalami flu berat tidak bisa mencium bau atau aroma untuk sesaat. Tapi kondisi anosmia ini tidak berlangsung lama. Segera setelah flunya sembuh, kemampuan penciumannya pun akan kembali seperti semula. Tapi untuk sebagian orang, terutama para orang tua, kondisi anosmia ini bisa terjadi dalam waktu yang cukup lama.  Walaupun bisa disembuhkan, tapi anosmia bisa menjadi pertanda adanya masalah kesehatan serius yang dialami.

Normalnya, ketika ada aroma yang beredar di udara, sel saraf penciuman akan memberi sinyal ke otak, sehingga kamu bisa mengidentifikasi dan mengenali bau. Namun, indera penciuman pengidap anosmia tidak bisa berfungsi secara semestinya, sehingga tidak bisa mengetahui adanya bau.

Penyebab Anosmia

Umumnya, anosmia disebabkan oleh hidung tersumbat karena flu, alergi, infeksi sinus, atau kualitas udara yang buruk. Selain itu, anosmia juga bisa disebabkan oleh berbagai hal berikut:

  • Polip hidung yang menghambat saluran pernapasan.
  • Cedera pada hidung dan saraf penciuman akibat operasi atau trauma kepala.
  • Terkena bahan-bahan kimia beracun, seperti pestisida.
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti antibiotik, antidepresan, antiperadangan, dan obat untuk penyakit jantung.
  • Penyalahgunaan obat terlarang seperti kokain.

Beberapa kondisi kesehatan ini juga bisa menyebabkan anosmia, yaitu usia yang sudah lanjut (di atas 60 tahun), parkinson, penyakit alzheimer, diabetes, tumor otak, gangguan nutrisi, riwayat operasi hidung dan multiple sclerosis.

Bahaya Anosmia

Indera penciuman sangat penting untuk mengidentifikasi adanya bahaya atau sesuatu yang buruk yang bisa mengancam keselamatan atau kesehatan. Karena tidak bisa mencium bau apapun, pengidap anosmia perlu berhati-hati terhadap bahaya berikut:

  • Keracunan Makanan.

Pengidap anosmia tidak bisa mencium bau busuk yang dikeluarkan oleh makanan yang sudah basi atau kedaluarsa, sehingga jika tidak berhati-hati, pengidap bisa mengalami keracunan makanan. Untuk mencegah hal ini terjadi, pengidap disarankan untuk lebih mencermati kondisi bahan makanan dan memeriksa tanggal kedaluarsanya. Tandai makanan yang sudah dikonsumsi atau makanan sisa yang ingin disimpan dengan label tanggal kedaluarsa.

  • Turun Berat Badan

Wangi aroma makanan sebenarnya bermanfaat untuk merangsang napsu makan seseorang. Namun, karena tidak bisa mencium bau apapun, pengidap anosmia bisa saja kehilangan napsu makan, sehingga berat badannya menurun. Untuk mengatasi masalah ini, pengidap disarankan untuk tetap mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi secara teratur.

  • Tidak Mawas Diri akan Bahaya di Rumah

Kehilangan kemampuan penciuman membuat pengidap anosmia jadi tidak tahu jika terjadi peristiwa darurat di rumah, seperti kebakaran dan gas bocor. Bagi pengidap anosmia  yang hanya tinggal sendiri di rumah, disarankan untuk memasang alarm kebakaran atau pendetesi asap di sekitar area dapur, serta menggunakan gas dengan perangkat listrik untuk menghindari kebocoran gas.

Cara Mengobati Anosmia

Anosmia yang disebabkan karena flu, alergi dan sinus biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari. Namun, jika tidak kunjung sembuh juga, segera periksakan diri ke dokter. Beberapa obat-obatan yang mungkin akan disarankan oleh dokter antara lain:

  • Antibiotik, jika terdapat infeksi bakteri.
  • Antihistamin, jika disebabkan oleh alergi.
  • Semprotan hidung steroid.
  • Dekongestan.

Kamu juga disarankan untuk berhenti merokok dan menghindari paparan debu, polusi, dan hal-hal lain yang bisa menyebabkan alergi.

Jika kamu mulai mengalami gejala-gejala anosmia, segera bicarakan ke dokter melalui aplikasi Halodoc. Kamu juga bisa meminta saran-saran kesehatan kepada dokter Halodoc melalui Video/Voice Call dan Chat. Halodoc juga memudahkan kamu untuk mendapatkan produk kesehatan dan vitamin yang dibutuhkan. Tinggal order melalui aplikasi dan pesanan kamu akan diantar dalam satu jam. Ingin melakukan tes kesehatan? Halodoc kini memiliki fitur Lab Test yang memudahkan untuk melakukan berbagai macam tes kesehatan. Ayo, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.