• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sama-Sama BAB, Kenali Beda Disentri dan Diare

Sama-Sama BAB, Kenali Beda Disentri dan Diare

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Sama-Sama BAB, Kenali Beda Disentri dan Diare

Halodoc, Jakarta - Saat pencernaan mengalami masalah, gangguan yang biasanya terjadi adalah diare. Penyakit ini dapat membuat seseorang terlalu sering buang air besar dan umumnya kotoran yang keluar cair. Lain hal jika masalah yang terjadi mengeluarkan lendir atau bahkan darah, kemungkinan besar kamu mengalami disentri. Kebanyakan orang menganggap disentri dan diare adalah masalah yang sama, padahal faktanya berbeda. Baca ulasannya di sini!

Perbedaan Disentri dan Diare yang Perlu Diketahui

Diare adalah kondisi medis yang mengakibatkan seseorang mengalami paling tidak tiga kali buang air besar dengan kotoran yang cair. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri E.coli yang masuk ke perut seseorang dan menimbulkan dampak buruk pada usus kecil. Masalah ini dapat terjadi karena beberapa hal, seperti infeksi, konsumsi air yang sudah terkontaminasi bakteri, serta kondisi berhubungan dengan sesuatu yang tidak higienis.

Baca juga: Jangan Salah, Ini Bedanya Disentri dan Diare

Di samping itu, disentri adalah kondisi yang menyebabkan seseorang mengalami diare, tetapi dalam tahap serius. Gangguan ini dapat menyebabkan tinja yang keluar disertai dengan darah dan lendir. Penyakit ini disebabkan oleh beberapa jenis bakteri, seperti E.coli, Shigella, dan Salmonella, terutama saat infeksinya menyerang usus besar. Anak-anak dengan usia 2-4 tahun berisiko lebih tinggi terhadap penyakit ini.

Lalu, apa perbedaan gejala dari disentri dan diare?

Gejala yang timbul saat seseorang mengalami diare adalah sakit perut, kembung, rasa haus yang parah, penurunan berat badan, hingga demam. Jika kamu mengalami buang air besar lebih dari lima kali dalam sehari atau tinja yang dihasilkan encer, maka gangguan yang terjadi termasuk pada diare absolut. Selain itu, jika buang air besar menghasilkan tinja yang encer seharian dan lebih sering dibandingkan kebiasaan normal, kondisi ini disebut diare relatif.

Pada seseorang yang mengidap disentri, gejala dapat muncul 1–3 hari setelah infeksi menyebar. Meski begitu, timbulnya gejala dapat lebih lama atau bahkan tidak muncul sama sekali. Seseorang yang mengidap penyakit ini biasanya mengalami sakit perut, kram, mual dan muntah, serta terdapat darah atau lendir pada kotoran yang dihasilkan. Selain itu, penyakit ini juga dapat menyebabkan kematian sel dan ulserasi pada usus besar hingga kekurangan gizi.

Baca juga: Disentri dan Diare, Kenali Perbedaan Keduanya

Nah, sekarang kamu juga harus tahu perbedaan cara mengatasi disentri dan diare.

Diare terbilang lebih mudah untuk diatasi dengan hanya memberikan larutan rehidrasi karena tinja yang encer dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan. Selain itu, untuk sementara hindari konsumsi makanan atau minuman yang menggunakan bahan dasar susu. Juga, hindari makanan tinggi lemak untuk mempercepat proses penyembuhan pada usus besar.

Pengobatan dari disentri sebagian besar sama untuk mengatasi diare, seperti mengonsumsi lebih banyak cairan dan menghindari beberapa makanan atau minuman. Namun jika gangguan yang terjadi parah, kamu dapat mengonsumsi pereda nyeri yang dijual bebas, seperti asetaminofen untuk mengatasi sakit perut atau kram yang menyakitkan. Jika tidak sembuh dalam beberapa hari, kamu mungkin perlu mengonsumsi antibiotik dengan resep dari dokter.

Itulah pembahasan mengenai perbedaan antara disentri dan diare yang perlu diketahui. Mungkin tidak semua orang sadar jika dirinya mengalami disentri karena saat kotoran keluar langsung terbasuh tanpa melihatnya kembali. Hal perlu diperhatikan adalah rasa sakit atau nyeri yang lebih parah dibandingkan saat mengalami diare. Jika masalah terus berlanjut, ada baiknya memeriksakan diri ke dokter.

Baca juga: Ketahui Perbedaan Gejala Disentri dan Diare

Kamu juga dapat memastikan gangguan yang terjadi dengan langsung bertemu dengan dokter ternama di rumah sakit pilihanmu. Caranya mudah sekali, hanya dengan download aplikasi Halodoc, kamu bisa mendapatkan kemudahan dalam pemesanan janji temu dengan dokter pilihan. Maka dari itu, unduh aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store atau Play Store!

Referensi:
Bio Differences. Diakses pada 2021. Difference Between Diarrhea and Dysentery.
Web MD. Diakses pada 2021. Dysentery.