19 March 2019

Sebabkan Sesak Napas, Bisakah Paru-Paru Basah Dicegah?

Sebabkan Sesak Napas, Bisakah Paru-Paru Basah Dicegah?

Halodoc, Jakarta – Pneumonia atau paru-paru basah adalah infeksi paru-paru yang bisa ringan atau sangat parah yang menyebabkan kantong udara paru-paru (dokter menyebutnya "alveoli") terisi dengan cairan atau nanah. Itu bisa menyulitkan kamu untuk menghirup oksigen yang cukup untuk mencapai aliran darah, sehingga bisa menyebabkan sesak napas.

Siapa pun dapat terkena jenis infeksi paru-paru ini. Tapi, bayi yang lebih muda dari usia 2 tahun dan orang yang berusia di atas 65 tahun memiliki peluang tertinggi. Itu karena sistem kekebalan mereka mungkin tidak cukup kuat untuk melawannya.

Kamu bisa terkena pneumonia di satu atau kedua paru-paru. Kamu juga bisa memilikinya dan tidak mengetahuinya. Dokter menyebutnya "pneumonia berjalan." Jika pneumonia yang kamu alami disebabkan oleh bakteri atau virus, kamu dapat menyebarkannya ke orang lain.

Kebiasaan gaya hidup, seperti merokok dan terlalu banyak minum alkohol juga dapat meningkatkan peluang kamu mengidap pneumonia. Bakteri Streptococcus pneumoniae dan Mycoplasma pneumoniae, virus RSV, atau jamur dapat menyebabkan pneumonia.

Baca juga: Gangguan Pernapasan, Ini 3 Tes untuk Diagnosis Emfisema

Beberapa orang mendapatkan "pneumonia yang berhubungan dengan ventilator" jika mereka terkena infeksi saat menggunakan ventilator, yang merupakan mesin di rumah sakit yang membantumu bernapas.

Jika kamu terkena pneumonia saat berada di rumah sakit dan bukan menggunakan ventilator, itu disebut pneumonia “didapat di rumah sakit”. Tapi, kebanyakan orang mendapatkan “pneumonia yang didapat dari masyarakat,” yang berarti mereka tidak mendapatkannya di rumah sakit.

Jika kamu mengidap pneumonia bakteri, kamu akan mendapatkan antibiotik. Pastikan kamu meminum semua obat yang diberikan dokter, meskipun kamu mulai merasa lebih baik.

Jika kamu memiliki pneumonia virus, antibiotik tidak akan membantu. Kamu perlu istirahat, minum banyak cairan, dan minum obat untuk demam.

Kamu mungkin perlu pergi ke rumah sakit jika gejalanya parah atau memiliki kondisi lain yang membuat kamu akan mengalami komplikasi. Dengan segala jenis pneumonia, kamu perlu banyak istirahat. Kamu mungkin perlu cuti seminggu seperti biasa, namun kamu mungkin masih merasa lelah selama sebulan.

Baca juga: Jangan Sepelekan Penyakit Paru-Paru Basah! Ini Ciri dan Tips Mencegahnya

Pencegahan Paru-Paru Basah

Kamu dapat mencegah penyebaran paru-paru basah dengan cara:

  1. Dapatkan Vaksin Flu Setiap Tahun

Orang-orang dapat mengembangkan pneumonia bakteri setelah suatu kasus flu. Kamu dapat mengurangi risiko ini dengan mendapatkan suntikan flu tahunan.

  1. Dapatkan Vaksin Pneumokokus

Ini membantu mencegah pneumonia yang disebabkan oleh bakteri pneumokokus.

  1. Lakukan Kebersihan yang Baik

Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air atau pembersih tangan berbahan dasar alkohol.

  1. Jangan Merokok

Merokok merusak paru-paru dan mempersulit tubuh kamu untuk mempertahankan diri dari kuman dan penyakit. Jika kamu merokok, diskusikan dengan dokter keluarga tentang berhenti sesegera mungkin.

  1. Menerapkan Pola Gaya Hidup Sehat

Makan diet seimbang penuh buah-buahan dan sayuran. Berolahraga secara teratur. Tidur yang cukup. Ini membantu sistem kekebalan tubuh tetap kuat.

  1. Hindari Orang Sakit

Berada di sekitar orang yang sakit meningkatkan risiko untuk menangkap apa yang mereka miliki.

Baca juga: Sering Merokok Perlu Lakukan Rontgen Paru-Paru?

Tidak ada vaksin untuk semua jenis pneumonia, namun dua vaksin tersedia. Ini membantu mencegah pneumonia yang disebabkan oleh bakteri pneumokokus. Yang pertama direkomendasikan untuk semua anak di bawah lima  tahun. Yang kedua direkomendasikan untuk siapa saja yang berusia dua tahun atau lebih yang berisiko tinggi terkena pneumonia. Mendapatkan vaksin pneumonia sangat penting jika kamu:

  • Berusia 65 tahun atau lebih

  • Merokok

  • Memiliki kondisi kronis tertentu, seperti asma, penyakit paru-paru, diabetes, penyakit jantung, penyakit sel sabit, atau sirosis.

  • Memiliki sistem kekebalan yang lemah karena HIV / AIDS, gagal ginjal, limpa yang rusak atau diangkat, transplantasi organ baru-baru ini, atau menerima kemoterapi.

  • Memiliki implan koklea (perangkat elektronik yang membantu dalam mendengar).

Vaksin pneumokokus tidak dapat mencegah semua kasus pneumonia. Tapi, mereka dapat membuatnya lebih kecil kemungkinannya bahwa orang-orang yang berisiko akan mengalami komplikasi pneumonia yang parah dan mungkin mengancam jiwa.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai paru-paru basah, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.