19 October 2018

Sebelum Pakai, Kenali Dulu Plus Minus Pil KB

Pil KB

Halodoc, Jakarta - Pil kontrasepsi atau yang lebih sering kita kenal dengan sebutan pil KB, merupakan pil harian yang mengandung hormon untuk mengubah cara kerja tubuh dan mencegah kehamilan. Hormon merupakan substansi kimia yang mengontrol dan memfungsikan organ tubuh.

Pil KB merupakan kombinasi antara hormon estrogen dan progesteron untuk mencegah terjadinya ovulasi. Ovulasi merupakan pelepasan sel telur selama siklus bulanan. Seorang wanita tidak dapat hamil jika tidak berovulasi, dikarenakan tidak adanya sel telur yang dapat dibuahi.

Pil ini juga berfungsi menebalkan lendir di sekitar serviks, yang akan mempersulit sperma untuk memasuki uterus dan mencapai sel telur yang sudah dilepas. Hormon dalam pil KB terkadang juga dapat berdampak pada uterus, sehingga mempersulit sel telur untuk menempel pada dinding uterus. Dalam kasus ini, pil KB berperan penting dalam mengontrol ovarium dan uterus. Selain mencegah kehamilan, berikut ini merupakan manfaat kesehatan pil KB:

  1. Meredakan jerawat.
  2. Mencegah osteoporosis.
  3. Kram dan nyeri saat menstruasi menjadi lebih ringan.
  4. Tidak akan mengganggu aktivitas hubungan intim.
  5. Mengurangi risiko kanker indung telur, rahim, dan usus besar.
  6. Melindungi dari pelvic inflammatory disease (PCOS). PCOS merupakan infeksi pada organ reproduktif wanita seperti uterus, serviks, ovarium, atau tuba fallopi.
  7. Mengelola gejala polycystic ovary syndrome (PCOS). PCOS merupakan penyakit yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon pada wanita
  8. Siklus menstruasi lebih teratur. Pil KB menyebabkan siklus menstruasi terjadi secara teratur. Hal ini sangat membantu untuk wanita yang memiliki siklus menstruasi terlalu cepat atau terlalu jarang.
  9. Tidak memengaruhi kesuburan, meskipun mungkin akan memakan waktu 2-3 bulan untuk bisa hamil setelah menghentikan konsumsi pil jika dibandingkan mereka yang tidak menggunakan pil KB sebagai kontrasepsi.
  10. Meredakan hirsutisme. Estrogen dan progestin dalam pil akan menekan perkembangan hormon seks pria (androgen dan testosteron) yang menyebabkan pertumbuhan rambut wajah dan tubuh, terutama di dagu, dada, dan perut.

Sebagian besar wanita mengalami efek samping ringan dan sementara, seperti sakit kepala, mual, nyeri payudara, perdarahan di antara menstruasi, dan perubahan suasana hati selama tiga bulan pertama. Berikut ini merupakan efek samping pil KB lainnya:

  1. Keputihan. Sebagian wanita yang mengkonsumsi pil KB akan mengalami keputihan. Hal ini dapat meningkatkan atau menurunkan lubrikasi pada Miss V dan memengaruhi gairah berhubungan intim. Gejala keputihan biasanya tidak berbahaya dan berlangsung dalam waktu yang singkat.
  2. Meningkatkan atau menurunkan gairah berhubungan intim. Pil KB mengandung estrogen dan progesteron, sehingga mengonsumsinya dapat mempengaruhi gairah berhubungan intim. Untuk sebagian orang, pil KB dapat menurunkan gairah, sedangkan untuk sebagian orang lainnya bisa meningkatkan gairah berhubungan intim.
  3. Berat  badan naik. Sampai saat ini, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan konsumsi pil KB dapat membuat berat badan menjadi naik. Walaupun begitu, sebagian wanita yang mengonsumsi pil KB menyatakan bahwa mereka mengalami edema (pembengkakan akibat tertahannya cairan dalam tubuh) pada bagian payudara dan pinggul. Estrogen yang terkandung pada pil KB juga dapat memengaruhi sel lemak. Pengaruh yang terjadi membuat sel lemak menjadi lebih besar dari ukuran sebelumnya, tetapi tidak membuat sel bertambah banyak.

Itulah penjelasan mengenai positif negatif pil KB. Kamu bisa langsung berdiskusi melalui Chat dan Voice/Video Call dengan dokter ahli di Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa membeli obat dan pesanan kamu akan diantar dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya sekarang!

Baca juga: