• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Seberapa Besar Bahaya Pembengkakan Kantong Empedu?

Seberapa Besar Bahaya Pembengkakan Kantong Empedu?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Semua bagian sistem pencernaan sangat penting untuk mengolah makanan yang masuk ke tubuh agar bisa diproses. Salah satu bagian yang penting untuk proses tersebut adalah kantong empedu. Bagian tersebut berguna untuk memproduksi cairan empedu agar makanan dapat tercerna dengan baik. Meski begitu, ternyata manusia tetap dapat hidup tanpa bagian tersebut di dalam tubuh.

Walaupun begitu, kamu tetap harus berhati-hati karena bagian tersebut tetap dapat mengalami gangguan. Salah satu gangguan yang dapat terjadi adalah pembengkakan pada kantong empedu. Seseorang yang mengalami gangguan ini perlu mendapatkan penanganan karena dapat menimbulkan dampak buruk. Namun, seberapa burukkah bahaya yang dapat ditimbulkan? Berikut ulasan lebih lengkapnya!

Baca juga: Sebabkan Peradangan Kantong Empedu, Ketahui Fakta Kolesistitis

Bahaya dari Pembengkakan Kantong Empedu

Pembengkakan atau peradangan pada kantong empedu disebut juga dengan kolesistitis. Gangguan ini umumnya disebabkan oleh batu empedu yang tersangkut pada lubang kantung empedu. Batu empedu dapat terbentuk dari kolesterol dan pigmen yang disebut juga dengan bilirubin atau bahkan campuran dari keduanya. Gangguan ini juga dapat dipicu oleh lumpur empedu saat cairan tersebut terkumpul pada saluran empedu.

Seseorang yang mengidap gangguan ini dapat mengidap masalah ini dapat mengalami demam, nyeri, mual, hingga komplikasi yang berbahaya. Maka dari itu, kamu harus tahu beberapa dampak buruk berbahaya yang dapat timbul saat seseorang mengidap kolesistitis atau pembengkakan pada kantung empedu. Berikut ini beberapa bahaya yang dapat terjadi:

1. Pembesaran Fistula

Salah satu gangguan yang dapat terjadi akibat kolesistitis adalah pembesaran pada fistula. Hal ini terjadi akibat batu besar yang mengikis dinding kantong empedu. Fistula merupakan saluran yang menghubungkan kantong empedu dengan duodenum, sehingga batu dapat lewat. Maka dari itu, perlu dilakukan pencegahan dini agar batu tersebut tidak berdampak buruk pada saluran pencernaan di bawahnya.

Baca juga: 5 Fakta tentang Penyakit Batu Empedu

2. Distensi Kantong Empedu

Saat terjadi pembengkakan kantong empedu karena penumpukan cairan empedu, bagian tersebut dapat meregang dan membengkak. Seseorang yang mengalami gangguan tersebut dapat merasakan nyeri yang parah. Risiko yang lebih parah dari hal tersebut adalah terjadinya robek pada kantong empedu hingga infeksi, bahkan kematian jaringan.

3. Kematian jaringan

Seseorang yang mengidap kolesistitis dapat mengalami kematian jaringan pada kantong empedu. Hal tersebut dapat membuat gangren berkembang yang akhirnya menimbulkan pecahnya kandung kemih. Tanpa dilakukan pengobatan, 10 persen pengidap gangguan ini akan mengalami perforasi lokal,bahkan peritonitis.

Selain itu, jika batu empedu tersebut terkena benturan pada saluran kistik, maka tekanan dan sumbatan pada saluran empedu dapat terjadi. Seseorang yang mengalami hal ini dapat menyebabkan kolestasis. Walaupun begitu, gangguan jenis ini terbilang jarang terjadi. Kamu juga dapat mengalami sumbatan saluran pankreas saat batu empedu menutup saluran empedu dan pankreatitis bisa terjadi.

Itulah beberapa dampak berbahaya yang dapat terjadi akibat kolesistitis atau pembengkakan pada kantong empedu. Maka dari itu, jika kamu mengalami gejala-gejala dari gangguan tersebut, seperti nyeri saat bernapas, kulit menguning, hingga tinja yang berwarna pucat, ada baiknya untuk segera memeriksakan diri. Dengan begitu, batu empedu yang terbentuk dapat segera dikeluarkan.

Baca juga: Pola Hidup yang Menurunkan Risiko Terkena Kolesistitis

Kolesistitis atau pembengkakan kantong empedu memang sesuatu yang dapat membahayakan. Maka dari itu, jika kamu mempunyai pertanyaan terkait gangguan ini, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya mudah sekali, cukup dengan download aplikasi Halodoc dan dapatkan kemudahan akses kesehatan hanya dengan penggunaan smartphone!

Referensi:

Medical News Today. Diakses pada 2020. What to know about cholecystitis?
Healthline. Diakses pada 2020. Chronic Cholecystitis.