Selain Gagal Ginjal, Ini Komplikasi Akibat Ginjal Polikistik

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Selain Gagal Ginjal, Ini Komplikasi Akibat Ginjal Polikistik

Halodoc, Jakarta – Penyakit ginjal polikistik merupakan kondisi yang terjadi karena munculnya kista di dalam organ ginjal. Penyakit ini merupakan jenis “penyakit keturunan” yang disebabkan oleh kelainan atau kecacatan pada gen.

Kondisi ini terjadi karena adanya mutasi genetis, namun hal ini jarang terjadi. Penyakit ginjal polikistik sama sekali tidak boleh dianggap remeh, karena bisa memicu komplikasi yang berbahaya.

Baca juga: Bisakah Penyakit Ginjal Polikistik Disembuhkan?

Kista sendiri adalah benjolan non-kanker yang berisi cairan menyerupai air, dan bisa muncul di bagian tubuh tertentu. Semakin banyak cairan yang berada di dalam kista, maka benjolan tersebut akan semakin terlihat membesar.

Kumpulan kista ini yang kemudian menjadi penyebab utama penyakit ginjal polikistik menyerang. Jika dilihat dari kecacatan genetis yang terjadi, penyakit ginjal polikistik dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • ARPKD

Jenis penyakit ginjal polikistik yang pertama adalah autosomal recessive polycystic kidney disease (ARPKD). Gejala kondisi ini biasanya muncul sesaat setelah bayi dilahirkan. Anak yang lahir dari kedua orangtua pengidap ARPKD memiliki risiko hingga 25 persen akan mengalami kelainan yang sama.

  • ADPKD

Berbeda dengan ARPKD yang gejalanya muncul sejak seseorang dilahirkan, autosomal dominant polycystic kidney disease (ADPKD) seringnya baru memunculkan gejala ketika pengidapnya memasuki usia 30 tahun hingga 40 tahun. ADPKD merupakan jenis penyakit ginjal yang paling umum terjadi. Anak yang lahir dari salah satu orangtua dengan penyakit ginjal ini memiliki risiko hingga 50 persen untuk mengalami kondisi yang sama.

Baca juga: Waspadai 9 Gejala Ginjal Polikistik

Ada beberapa gejala yang sering muncul sebagai tanda dari penyakit ini. Penyakit ginjal polikistik sering memunculkan gejala berupa terbentuknya batu ginjal, kulit mudah mengalami memar, ukuran perut membesar, urine mengandung darah, serta warna kulit menjadi lebih pucat.

Kondisi ini juga bisa menyebabkan pengidapnya mengalami sakit kepala, kelelahan, sering buang air kecil, nyeri pada persendian, gagal ginjal, infeksi saluran kemih, serta nyeri pada tubuh bagian samping dan belakang.

Gagal Ginjal dan Komplikasi Lain Akibat Penyakit Ginjal Polikistik

Salah satu komplikasi yang bisa terjadi karena penyakit ini adalah gagal ginjal. Selain itu, penyakit ginjal polikistik juga dapat menyebar ke organ selain ginjal, misalnya hati dan pankreas. Selain gagal ginjal, ada beberapa komplikasi lain yang bisa dialami pengidap penyakit ini, antara lain:

  • Nyeri kronis. Komplikasi ini seringnya dirasakan dan muncul pada bagian belakang dan bagian samping tubuh pengidap penyakit ginjal polikistik
  • Tumbuh kista di organ selain ginjal. Kista bisa muncul di organ hati, pankreas, dan testis
  • Katup jantung yang tidak normal, kondisi ini menyebabkan katup tidak dapat menutup secara sempurna sebagaimana seharusnya
  • Preeklamsia, kondisi ini merupakan komplikasi yang terjadi pada pengidap ginjal polikistik yang tengah hamil
  • Tekanan darah tinggi alias hipertensi. Ini harus ditangani dengan tepat, sebab tekanan darah tinggi bisa merusak ginjal, dan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke
  • Gangguan fungsi usus besar, di mana komplikasi ini menyebabkan munculnya kantung-kantung cairan pada dinding usus besar. Ini juga menyebabkan dinding usus besar melemah
  • Penyakit ginjal polikistik juga bisa memicu komplikasi berupa katarak atau kebutaan.

Baca juga: Kelola Stres Dapat Mencegah Kista Ginjal, Benarkah?

Masih penasaran seputar penyakit ginjal polikistik dan apa saja komplikasi yang bisa terjadi? Tanya dokter di aplikasi Halodoc saja! Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!