Selain Penurunan Tekanan Darah, 5 Penyebab Hipotensi Ortostatik

Selain Penurunan Tekanan Darah, 5 Penyebab Hipotensi Ortostatik

Halodoc, Jakarta - Hipotensi ortostatik adalah kondisi tekanan darah rendah yang terjadi saat  seseorang berdiri dari duduk atau berbaring. Hipotensi ortostatik dapat membuat pengidapnya merasa pusing, bahkan pingsan. Banyak yang menganggap hipotensi ortostatik ringan karena umumnya hanya berlangsung kurang dari beberapa menit.

Namun, hipotensi ortostatik yang tak kunjung hilang dapat menandakan masalah yang lebih serius. Jadi, penting untuk bicara dengan dokter jika kamu sering merasa pusing saat berdiri. Gejala lain dari kondisi ini, yaitu:

  • Pandangan kabur

  • Kelemahan

  • Pingsan (sinkop)

  • Kebingungan

  • Mual.

Baca Juga: Wanita Hamil Rentan Alami Hipotensi Ortostatik, Ini Alasannya

Sesekali pusing atau sakit kepala mungkin tidak begitu terasa. Kondisi ini umumnya dipicu oleh dehidrasi ringan, gula darah rendah, ataupun terlalu panas. Pusing atau sakit kepala ringan juga dapat terjadi ketika kamu berdiri setelah duduk terlalu lama. Jika gejala-gejala ini hanya terjadi sesekali, kemungkinan tidak perlu dikhawatirkan.

Penyebab Hipotensi Ortostatik

Saat kamu berdiri, gravitasi menyebabkan darah menggenang di kaki dan perut. Kondisi ini mengurangi tekanan darah karena sirkulasi darah yang kembali ke jantung jumlahnya sedikit.  Biasanya, sel-sel khusus (baroreseptor) di dekat jantung dan arteri leher merasakan tekanan darah rendah ini. Baroreseptor mengirim sinyal ke pusat-pusat di otak yang menandakan jantung  berdetak lebih cepat dan memompa lebih banyak darah untuk menstabilkan tekanan darah. Sel-sel ini juga mempersempit pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah.

Hipotensi ortostatik terjadi ketika sesuatu mengganggu proses alami tubuh dalam melawan tekanan darah rendah. Banyak faktor kondisi yang dapat menyebabkan hipotensi ortostatik, seperti:

1. Dehidrasi

Demam, muntah, tidak minum cukup cairan, diare berat, dan olahraga berat dengan keringat berlebih semuanya dapat menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi ringan menyebabkan volume darah menurun, sehingga memicu gejala hipotensi ortostatik, seperti kelemahan, pusing, dan kelelahan.

2. Masalah Jantung

Beberapa kondisi jantung yang dapat menyebabkan tekanan darah rendah, yakni denyut jantung yang sangat rendah (bradikardia), masalah katup jantung, serangan jantung, dan gagal jantung. Kondisi ini mencegah tubuh merespon untuk memompa lebih banyak darah saat berdiri dengan cepat.

Baca Juga: Perlu Tahu, Pemeriksaan untuk Diagnosis Hipotensi Ortostatik

3. Masalah Endokrin

Kondisi tiroid, insufisiensi adrenal (penyakit addison) dan gula darah rendah (hipoglikemia) dapat menyebabkan hipotensi ortostatik, seperti halnya diabetes yang dapat merusak saraf yang membantu mengirim sinyal untuk mengatur tekanan darah.

4.Gangguan Sistem Saraf

Beberapa gangguan sistem saraf, seperti penyakit parkinson, atrofi sistem multipel, demensia tubuh Lewy, kegagalan otonom murni, dan amiloidosis, dapat mengganggu sistem pengaturan tekanan darah normal tubuh.

5. Setelah Makan

Beberapa orang mengalami tekanan darah rendah setelah makan (hipotensi postprandial). Kondisi ini lebih sering terjadi pada lansia.

Pengobatan Hipotensi Ortostatik

Perawatan hipotensi ortostatik berfokus untuk mengembalikan tekanan darah kembali normal. Ini biasanya melibatkan peningkatan volume darah, mengurangi penggumpalan darah di kaki bagian bawah, dan membantu pembuluh darah mendorong darah ke seluruh tubuh. Pengobatan lainnya adalah mengatasi penyebab yang mendasarinya, seperti dehidrasi atau gagal jantung.

Untuk hipotensi ortostatik ringan, salah satu perawatan paling sederhana adalah duduk atau berbaring segera setelah merasa pusing saat berdiri. Ketika tekanan darah rendah disebabkan oleh obat-obatan, perawatan biasanya melibatkan mengubah dosis obat atau menghentikannya sama sekali.

Baca Juga: Bisa Fatal, Ketahui 2 Komplikasi Hipotensi Ortostatik

Itulah penjelasan seputar hipotensi ortostatik yang perlu kamu ketahui. Jika kamu punya pertanyaan lain tentang kondisi ini, bicara saja dengan dokter Halodoc. Gunakan fitur Talk to A Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play! Play!