3 Komplikasi Akibat Amiloidosis yang Enggak Diobati

3 Komplikasi Akibat Amiloidosis yang Enggak Diobati

Halodoc, Jakarta – Amiloidosis merupakan penyakit yang terjadi karena berkumpulnya zat amiloid pada organ-organ tubuh. Zat amiloid merupakan protein abnormal yang diproduksi pada sumsum tulang, dan dapat menumpuk pada jaringan tubuh maupun organ. Kabar buruknya, zat amiloid yang menumpuk bisa memengaruhi kerja dan bentuk organ.

Ada banyak organ tubuh yang bisa terkena amiloidosis, termasuk jantung dan ginjal. Selain itu, penyakit yang tergolong langka ini juga bisa menyerang limfa, hati, saluran pencernaan, serta sistem saraf. Kondisi ini sering muncul tanpa memicu gejala tertentu yang biasanya baru disadari setelah memasuki tahap yang cukup parah.

Gejala yang muncul sebagai tanda amiloidosis adalah kesulitan saat menelan, mati rasa pada kaki atau tangan, perut terasa penuh, hingga mudah merasa lelah dan lemas.

Kondisi ini juga bisa menyebabkan nyeri pada persendian, diare, detak jantung tidak normal, berat badan menurun tanpa sebab, serta anemia alias jumlah sel darah merah menjadi rendah. Pengobatan amiloidosis harus dilakukan dengan tepat untuk menghambat perkembangan penyakit dan meredakan gejala yang terjadi.

Baca juga: 5 Jenis Asupan Makanan untuk Pengidap Anemia

Jika tidak mendapat penanganan dengan benar, kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi yang berbahaya berupa kerusakan pada organ, seperti:

1. Kerusakan Jantung

Berkumpulnya zat amiloid bisa menyebabkan terjadinya penurunan kinerja organ jantung. Hal tersebut menyebabkan berkurangnya kemampuan organ ini untuk mengisi darah di sela-sela detakan. Hal itu bisa menyebabkan pengidapnya mengalami napas pendek dan bisa menjadi pemicu rusaknya organ jantung.

2. Gangguan pada Ginjal

Penyakit amiloidosis yang terjadi karena penumpukan zat amiloid juga bisa memengaruhi organ ginjal. Pengidap penyakit ini berisiko mengalami gagal ginjal, jika amiloidosis tidak diobati dengan benar. Gagal ginjal terjadi karena zat amiloid yang merusak sistem penyaringan pada organ tersebut.

Baca juga: Awas, 3 Gangguan Jiwa Ini Sering Menimpa Pengidap Gagal Ginjal

3. Masalah pada Sistem Saraf

Sayangnya, seseorang yang mengalami penyakit ini biasanya terlambat menyadari dan baru mendapat penanganan setelah gejala memburuk. Alhasil, amiloidosis memicu terjadinya komplikasi berupa masalah pada sistem saraf. Kondisi ini mengakibatkan pengidap amiloidosis merasakan nyeri, mati rasa, ataupun kesemutan pada jari tangan.

Kondisi ini juga memicu kurangnya respon tubuh terhadap sensasi yang muncul. Pada kaki, komplikasi penyakit ini biasanya akan menyebabkan muncul rasa terbakar pada jari kaki atau telapak kaki. Pengidap penyakit ini juga berisiko mengalami diare atau malah konstipasi.

Penyebab dan Faktor Risiko Amiloidosis

Secara umum, penyakit ini terjadi karena adanya penumpukan zat amiloid pada tubuh. Zat tersebut diproduksi oleh sumsum tulang. Penumpukan zat ini biasanya terjadi pada jaringan tubuh atau organ-organ yang berperang penting dalam tubuh manusia.

Siapa saja sebenarnya berisiko mengalami kondisi ini, namun ada beberapa golongan orang yang disebut lebih berisiko terserang amiloidosis. Sayangnya, kondisi ini disebut lebih rentang menyerang pria dibanding wanita, sebab mayoritas pengidap penyakit ini adalah pria. Selain itu, faktor usia ternyata juga berpengaruh. Orang yang berusia lanjut disebut lebih berisiko mengalami amiloidosis.

Risiko juga meningkat pada orang yang memiliki riwayat penyakit lain, terutama yang menyebabkan infeksi kronis atau peradangan. Orang yang menjalani pengobatan berupa cuci darah juga berisiko lebih tinggi mengalami amiloidosis, karena protein abnormal bisa menumpuk dalam darah dan kemudian tertimbun dalam jaringan tubuh.

Baca juga: Cegah Lemah Jantung Sejak Dini

Cari tahu lebih lanjut seputar amiloidosis dan komplikasi yang bisa terjadi dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!