• Home
  • /
  • Selalu Merasa Tak Sempurna? Hati-Hati Body Dysmorphic Disorder

Selalu Merasa Tak Sempurna? Hati-Hati Body Dysmorphic Disorder

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Selalu Merasa Tak Sempurna? Hati-Hati Body Dysmorphic Disorder

Halodoc, Jakarta - Merasa tidak sempurna mungkin adalah hal yang wajar, mengingat manusia terlahir dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun, jika hal itu berlebihan, bahkan sampai membuat stres dan jadi melakukan berbagai hal nekat demi bisa tampil sempurna, itu bukan lagi hal yang wajar. Jika dijelaskan dari segi psikologis, hal ini disebut body dysmorphic disorder

Kondisi yang juga dikenal dengan nama gangguan dismorfik tubuh ini merupakan masalah mental, yang ditandai dengan gejala cemas berlebihan terhadap kekurangan dari penampilan fisik diri sendiri. Pengidap gangguan ini kerap merasa gelisah dan malu, karena merasa dirinya sangat buruk. Tak jarang juga mereka menghindari berbagai situasi sosial juga karena hal ini. 

Baca juga: Benarkah Body Dysmorphic Disorder Dipicu Masalah Mental?

Karena selalu merasa bahwa dirinya tidak sempurna dan terlalu mencemaskannya, pengidap body dysmorphic disorder juga sering menjalani operasi plastik. Hal itu dilakukannya untuk memperbaiki penampilan, yang menurutnya tidak sempurna. Padahal, mungkin menurut banyak orang di sekitarnya, ia telah cukup menawan. Namun, kecemasan dalam diri pengidap body dysmorphic disorder akan membuat mereka selalu merasa tidak puas.

Body dysmorphic disorder mungkin mirip dengan gangguan makan, seperti anoreksia, yang mencemaskan tentang berat badan atau bentuk tubuh. Namun, gangguan mental ini sebenarnya berbeda. Kecemasan yang dialami pengidapnya bukanlah tentang bentuk tubuh secara keseluruhan, melainkan kekurangan fisik kecil pada anggota tubuh tertentu, seperti rambut rontok, kulit keriput, bentuk hidung kurang mancung, atau paha yang besar.

Kapan Harus Cari Bantuan Psikolog?

Peran keluarga dan orang terdekat sangat penting bagi pengidap body dysmorphic disorder. Cobalah menyadari adanya gangguan ini pada orang terdekat, atau mungkin pada diri sendiri, jika menunjukkan perilaku seperti:

  • Bercermin dalam waktu lama atau berulang-ulang.
  • Selalu berusaha menyembunyikan bagian tubuh yang dianggap tidak sempurna.
  • Meminta orang lain meyakinkan dirinya secara berulang, bahwa kekurangan bentuk tubuh yang dicemaskan tidak terlalu jelas terlihat.
  • Berulang kali menyentuh atau mengukur bagian tubuh yang dianggap tidak sempurna.
  • Bolak-balik berkonsultasi dengan dokter untuk mencari cara memperbaiki penampilan.

Baca juga: Ikuti Tips Ini untuk Menangani Body Dysmorphic Disorder

Berbagai perilaku tadi merupakan tanda adanya body dysmorphic disorder. Sebaiknya segera bicarakan pada psikolog di Halodoc, atau buat janji dengan psikolog di rumah sakit untuk berkonsultasi, jika menyadari adanya tanda-tanda perilaku yang disebutkan tadi. Apalagi jika perilaku tersebut telah mengganggu pekerjaan, prestasi, atau hubungan dengan orang lain. 

Hal-Hal yang Dapat Sebabkan Body Dysmorphic Disorder

Tidak diketahui pasti apa yang menjadi penyebab utama dari body dysmorphic disorder. Namun, kondisi ini dapat muncul akibat berbagai faktor, seperti:

1. Faktor Genetik

Body dysmorphic disorder banyak terjadi pada orang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat kondisi serupa. Namun, sebenarnya belum dapat dipastikan apakah gangguan mental ini diturunkan oleh orangtua secara genetik atau akibat pola asuh dan lingkungan.

2. Kelainan pada Struktur Otak

Gangguan mental ini juga dapat disebabkan oleh adanya kelainan pada struktur otak atau senyawa-senyawa di dalamnya.

Baca juga: Waspadai 4 Komplikasi yang Diakibatkan Body Dysmorphic Disorder

3. Lingkungan

Faktor lingkungan yang dapat menjadi pemicu munculnya body dysmorphic disorder pada seseorang dapat berupa penilaian negatif dari lingkungan terhadap citra diri, pengalaman buruk, atau trauma pada masa lalu.

Selain berbagai faktor tadi, body dysmorphic disorder juga dapat timbul akibat adanya kondisi lain, seperti:

  • Sedang mengidap atau memiliki riwayat gangguan mental lain, seperti gangguan kecemasan atau depresi.
  • Memiliki sifat bawaan tertentu, seperti misalnya perfeksionis atau rasa rendah diri.
  • Memiliki orangtua atau anggota keluarga yang terlalu kritis terhadap penampilan.

Referensi:
NHS Choices UK. Diakses pada 2020. Body Dysmorphic Disorder (BDD).
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Body Dysmorphic Disorder
WebMD. Diakses pada 2020. Body Dysmorphic Disorder