• Home
  • /
  • Semua Bisa Kena Myasthenia Gravis, Hindari Faktor Risikonya

Semua Bisa Kena Myasthenia Gravis, Hindari Faktor Risikonya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Semua Bisa Kena Myasthenia Gravis, Hindari Faktor Risikonya

Halodoc, Jakarta - Dari banyaknya penyakit yang menyerang saraf dan otot, myasthenia gravis merupakan salah satu penyakit yang mesti diawasi. Myasthenia gravis sendiri merupakan penyakit yang terjadi ketika terputusnya komunikasi antara saraf dan otot. Penyakit autoimun ini bisa menyerang siapa saja, tetapi ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risikonya.

Dalam kebanyakan kasus, masalah kesehatan kronis ini ditandai dengan melemahnya beberapa otot. Otot yang melemah ini terutama otot di sekitar wajah yang mengontrol pergerakan bola mata, ekspresi wajah, proses mengunyah, berbicara, hingga menelan. Ketika atau setelah melakukan aktivitas fisik, biasanya kelemahan otot karena penyakit ini akan semakin memburuk. Namun, hal ini akan membaik saat otot-otot yang terdampak diistirahatkan.

Baca juga: Mengenal Miastenia Gravis yang Menyerang Otot Tubuh

Faktor Risiko dan Gejala Myasthenia Gravis

Hingga kini masih belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab pasti myasthenia gravis. Namun, penyakit ini diduga berkaitan dengan gangguan autoimun dan kelenjar thymus. Gangguan yang terjadi pada sinyal saraf menuju otot ini diduga diakibatkan oleh suatu kondisi autoimun.

Autoimun sendiri merupakan sebuah kondisi ketika sistem kekebalan tubuh seseorang mengalami kelainan. Alhasil, sistem imun ini akan menyerang jaringan dan saraf yang sehat pada tubuh. Nah, kondisi autoimun ini diduga akan memengaruhi dua hal, yaitu hantaran sinyal saraf dan kelenjar thymus.

Baca juga: Mengapa Penyakit Langka Sulit Didiagnosis?

Selain autoimun, myasthenia gravis juga bisa dipicu oleh beberapa faktor. Misalnya:

  • Memiliki ayah atau ibu yang mengidap myasthenia gravis.
  • Memiliki penyakit menular.
  • Memiliki kelenjar thymus yang tak mengecil, seperti pada normalnya orang dewasa.
  • Dalam pengobatan jantung dan tekanan darah tinggi.

Penting untuk menghindari faktor risiko penyakit ini. Selain itu, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah myasthenia gravis, seperti menghindari infeksi, mengelola stres, serta menerapkan gaya hidup sehat termasuk dalam urusan seksual.

Dalam banyak kasus, gejala penyakit ini sering muncul saat malam hari, ketika kondisi tubuh lelah setelah menjalani berbagai aktivitas. Gejala utama dari myasthenia gravis adalah melemahnya otot-otot tubuh. Kondisi ini akan semakin parah bila otot yang lemah sering digunakan. Otot-otot ini memang akan membaik setelah diistirahatkan, tetapi penyakit ini akan semakin menjadi dan mencapai puncaknya pada beberapa tahun setelah gejala awal muncul.

Baca juga: 4 Penyakit Autoimun yang Langka dan Berbahaya

Biasanya otot mata, otot wajah, dan otot yang mengendalikan proses menelan, merupakan otot-otot yang paling sering diserang penyakit ini. Selain melemahnya otot, ada berbagai  gejala yang sering muncul sebagai tanda penyakit myasthenia gravis, di antaranya:  

  • Penglihatan menjadi kabur atau ganda.
  • Salah satu atau kedua kelopak mata pengidapnya akan turun dan susah di buka.
  • Kesulitan menelan dan mengunyah, kondisi ini bisa menyebabkan pengidapnya mudah tersedak.
  • Melemahnya otot tangan, kaki, dan leher. Gejala ini bisa memicu gangguan mobilitas, seperti pincang atau kesulitan mengangkat barang.
  • Kesulitan bernapas, terutama saat beraktivitas atau berbaring.
  • Berubahnya kualitas suara, seperti menjadi pelan dan sengau.
  • Terbatasnya ekspresi wajah, contohnya sulit tersenyum.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
NIH. Diakses pada 2020. Myasthenia Gravis.
Johns Hopkins University. Diakses pada 2020.  Myasthenia Gravis.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Myasthenia Gravis.
Web MD. Diakses pada 2020. How Is Myasthenia Gravis Diagnosed and Treated?