31 January 2019

Semua Bisa Kena Myasthenia Gravis, Hindari Faktor Risikonya

Semua Bisa Kena Myasthenia Gravis, Hindari Faktor Risikonya

Halodoc, Jakarta - Dari banyaknya penyakit yang menyerang saraf dan otot, myasthenia gravis merupakan salah satu penyakit yang mesti diawasi. Myasthenia gravis sendiri merupakan penyakit yang terjadi ketika terputusnya komunikasi antara saraf dan otot.

Dalam kebanyakan kasus, masalah kesehatan kronis ini ditandai dengan melemahnya beberapa otot. Otot yang melemah ini terutama otot di sekitar wajah yang mengontrol pergerakan bola mata, ekspresi wajah, proses mengunyah, berbicara, hingga menelan.

Ketika atau setelah melakukan aktivitas fisik, biasanya kelemahan otot karena penyakit ini akan semakin memburuk. Namun, hal ini akan membaik saat otot-otot yang terdampak diistirahatkan. Dalam banyak kasus, gejalanya akan sering muncul saat malam hari, ketika kondisi tubuh lelah setelah menjalani berbagai aktivitas.

Baca juga: Mengenal Miastenia Gravis yang Menyerang Otot Tubuh

Yang perlu digarisbawahi, semua orang bisa saja terserang penyakit ini. Tak memandang usia atau jenis kelamin. Meski begitu, myasthenia gravis lebih umum dialami oleh wanita berusia di bawah 40 tahun dan pria di atas 69 tahun. Di samping itu, kaum hawa memiliki risiko tiga kali lebih tinggi ketimbang pria untuk mengidap penyakit ini.

Kenali Gejala-gejalanya

Gejala utama dari penyakit adalah melemahnya otot-otot tubuh. Kondisi ini akan semakin parah bila otot yang lemah sering digunakan. Otot-otot ini memang akan membaik setelah diistirahatkan. Akan tetapi, penyakit ini akan semakin menjadi dan mencapai puncaknya pada beberapa tahun setelah gejala awal muncul.

Biasanya otot mata, otot wajah, dan otot yang mengendalikan proses menelan, merupakan otot-otot yang paling sering diserang penyakit ini. Lalu, seperti apa sih gejala-gejala dari myasthenia gravis?

Baca juga: 4 Penyakit Autoimun yang Langka dan Berbahaya

  • Penglihatan menjadi kabur atau ganda.

  • Salah satu atau kedua kelopak mata pengidapnya akan turun dan susah di buka.

  • Kesulitan menelan dan mengunyah, kondisi ini bisa menyebabkan pengidapnya mudah tersedak.

  • Melemahnya otot tangan, kaki, dan leher. Gejala ini bisa memicu gangguan mobilitas, seperti pincang atau kesulitan mengangkat barang.

  • Kesulitan bernapas, terutama saat beraktivitas atau berbaring.

  • Berubahnya kualitas suara, seperti menjadi pelan dan sengau.

  • Terbatasnya ekspresi wajah, contohnya sulit tersenyum.

Penyebab dan Faktor Risikonya

Sebenarnya enggak ada penyebab pasti dari penyakit ini. Namun, penyakit ini diduga berkaitan dengan gangguan autoimun dan kelenjar thymus. Gangguan yang terjadi pada sinyal saraf menuju otot ini diduga disebabkan oleh suatu kondisi autoimun.

Autoimun sendiri merupakan sebuah kondisi ketika sistem kekebalan tubuh seseorang mengalami kelainan. Alhasil, sistem imun ini akan menyerang jaringan dan saraf yang sehat pada tubuh. Nah, kondisi autoimun ini diduga akan memengaruhi dua hal, yaitu hantaran sinyal saraf dan kelenjar thymus.

Baca juga: Mengapa Penyakit Langka Sulit Didiagnosis?

Selain autoimun, myasthenia gravis juga bisa dipicu oleh beberapa faktor. Misalnya:

  • Memiliki ayah atau ibu yang mengidap myasthenia gravis.

  • Memiliki penyakit menular.

  • Memiliki kelenjar thymus yang tak mengecil, seperti pada normalnya orang dewasa.

  • Dalam pengobatan jantung dan tekanan darah tinggi.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!