18 October 2018

Mengenal Miastenia Gravis yang Menyerang Otot Tubuh

Miastenia gravis,Penyakit autoimun

Halodoc, Jakarta - Istilah miastenia gravis mungkin masih asing di telinga. Kondisi ini merupakan sebuah penyakit autoimun yang menyebabkan gangguan neuromuskular. Penyakit ini terjadi karena terputusnya komunikasi antara saraf dan otot.

Penyakit autoimun sendiri merupakan penyakit yang terjadi akibat sistem kekebalan tubuh yang menyerang sel-sel dan jaringan baik yang ada di dalam tubuh. Sistem imun ini menyerang tubuh dengan menciptakan antibodi yang bertugas untuk menyerang bakteri, virus, maupun benda asing dalam tubuh.

Penyakit kronis ini ditandai dengan melemahnya beberapa otot, terutama otot di sekitar wajah yang mengontrol pergerakan bola mata, ekspresi wajah, proses mengunyah, menelan, dan berbicara. Kondisi ini juga menyerang otot lengan dan kaki. Akibatnya, otot tangan dan kaki jadi lemah.

Kelemahan otot ini akan semakin memburuk pada saat atau setelah melakukan aktivitas fisik dan akan membaik saat otot-otot tersebut diistirahatkan. Gejala penyakit ini biasanya muncul pada malam hari saat kondisi tubuh mulai lelah setelah beraktivitas seharian.

Kondisi ini umumnya menyerang wanita sebelum usia 40 tahun dan pria setelah usia 50 tahun. Tubuh didukung oleh saraf dan otot-otot rangka untuk membantu pergerakan. Maka dari itu, jika ada masalah atau gangguan pada saraf dan otot tentu akan berpengaruh buruk pada kemampuan gerak.

Kelemahan otot ini tidak ditandai dengan rasa sakit. Namun, sebagian pengidap merasa nyeri saat gejala sedang kambuh, terutama ketika melakukan aktivitas fisik. Gejala-gejala miastenia gravis meliputi:

  1. Kesulitan bernapas saat beraktivitas atau berbaring. Hal ini karena kelemahan otot-otot pada dinding dada.
  2. Perubahan kualitas suara, suara menjadi sengau atau pelan.
  3. Kesulitan menelan, sehingga sering tersedak.
  4. Kesulitan mengunyah, karena otot-otot yang bertugas untuk mengunyah mulai lemah.
  5. Otot wajah melemah, sehingga wajah terlihat lumpuh.
  6. Sering merasa kelelahan.
  7. Kelopak mata terkulai dan susah untuk dibuka.
  8. Penglihatan ganda atau diplopia.
  9. Ekspresi wajah terbatas, misalnya sulit tersenyum.
  10. Kesulitan naik tangga, mengangkat barang, atau bangun dari tempat duduk
  11. Kelopak mata terkulai.
  12. Kesulitan dalam berbicara.

Penyakit ini memang tidak bisa dicegah sepenuhnya karena sifatnya autoimun. Namun, terdapat beberapa langkah sederhana bagi pengidap miastenia gravis agar terhindar dari kambuhnya gejala. Di bawah ini merupakan pencegahan penyakit miastenia gravis, antara lain:

  1. Berhenti melakukan aktivitas sebelum kamu merasa lelah.
  2. Menjaga kebersihan, hal ini dapat mencegah infeksi.
  3. Menangani infeksi yang dialami dengan baik.
  4. Menghindari tubuh dari suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin.
  5. Kelola stres dengan baik.
  6. Lakukan terapi fisik untuk menjaga otot agar tetap kuat.
  7. Coba temukan keseimbangan antara istirahat dan aktivitas fisik yang dilakukan. Hal ini dilakukan untuk mencegah agar otot tidak melemah.
  8. Jika kamu merasakan kesulitan dalam menelan makanan, coba makan makanan dengan tekstur yang lembut.
  9. Hindari kebiasaan merokok.

Setiap orang berpotensi terkena penyakit miastenia gravis. Kamu bisa meminimalisir risiko mengidap penyakit ini dengan mengurangi faktor risikonya. Apabila kamu menemukan gejala-gejala penyakit ini pada dirimu atau orang-orang terdekat kamu dan ingin berdiskusi langsung dengan dokter ahli, kamu dapat berdiskusi melalui Chat, Voice/Video Call di aplikasi Halodoc. Tidak hanya itu, kamu juga dapat membeli obat di Halodoc. Jadi, kamu tidak perlu repot keluar rumah dan antri untuk membeli obat. Obat akan diantar ke rumah kamu dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang!

Baca juga: