Sendi Sering Sakit, Coba Cek Gejala Arthritis

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Sendi Sering Sakit, Coba Cek Gejala Arthritis

Halodoc, Jakarta - Aktivitas seperti naik turun tangga, berjalan atau menggendong anak kecil mungkin bagi sebagian orang dapat menyebabkan sendi terutama lutut bisa terasa nyeri. Apalagi jika hal ini terjadi cukup sering, maka bisa saja hal ini merupakan gejala arthritis. Penyakit ini merupakan inflamasi atau peradangan yang akan menyerang area sendi. Kondisi ini tidak boleh dibiarkan karena memengaruhi sendi pada tubuh.

Arthritis bukan penyakit tunggal, karena ada lebih dari 100 jenis peradangan sendi yang berbeda dan telah teridentifikasi. Dua jenis peradangan pada sendi yang banyak terjadi adalah osteoarthritis (OA) dan rheumatoid arthritis (RA).

Selain Sakit di Area Sendi, Ini Gejala Arthritis

Gejala umum dari arthritis, antara lain:

  • Nyeri sendi, bahkan tanpa melakukan gerakan.

  • Gerakan sendi menjadi terbatas.

  • Kemerahan pada kulit di sekitar sendi.

  • Pembengkakan dan kekakuan pada sendi.

  • Peradangan di dalam dan sekitar sendi.

Baca Juga: Gaya Hidup Sehat Bagi Pengidap Rheumatoid Arthritis

Mengenal Jenis Arthritis

Terdapat dua jenis arthritis yang perlu kamu ketahui, antara lain:

Osteoarthritis (OA)

Jenis arthritis ini mempengaruhi lapisan tulang rawan sendi, yang mengakibatkan nyeri dan kesulitan bergerak. Kondisi ini umumnya diidap oleh orang paruh baya, terutama di akhir usia 40-an atau lebih tua. Pada OA, kehilangan tulang rawan dapat menyebabkan tulang saling bergesekan, mengubah bentuk sendi, serta memaksa tulang keluar dari posisi normalnya. OA sering timbul pada sendi tangan, tulang belakang, lutut, dan pinggul.

Rheumatoid Arthritis (RA)

Orang yang berusia antara 40 hingga 50 tahun umumnya memiliki risiko tinggi terkena RA. Pelindung luar sendi adalah tempat pertama yang akan terpengaruh. Kemudian, peradangan menyebar ke sendi sekitarnya. Jika seseorang mengidap RA, mereka mengalami perubahan pada bentuk sendinya, yang mengakibatkan patah tulang dan tulang rawan. Jika semakin parah, RA memicu masalah pada jaringan dan organ.

Apa Saja Faktor Risiko Penyakit Ini?

Arthritis adalah kelainan sendi yang bisa dialami setiap orang dari berbagai golongan usia dan kelompok ras. Namun, terdapat faktor untuk meningkatkan risiko seseorang mengalami peradangan pada sendi, antara lain: 

  • Usia. Penyakit ini lebih rentan menyerang orang-orang berusia 40 hingga 60 tahun ke atas. Hal ini karena lapisan tulang rawan pada sendi dapat menipis seiring dengan bertambahnya usia seseorang.

  • Jenis Kelamin. Walaupun belum diketahui apa penyebab pastinya, arthritis adalah kondisi yang lebih sering menyerang perempuan dibanding laki-laki.

  • Cedera atau Kecelakaan. Jika kamu pernah mengalami cedera saat berolahraga, beraktivitas berat, atau mengalami kecelakaan kendaraan bermotor, risiko mengalami peradangan sendi akan meningkat. Bahkan, cedera yang terjadi beberapa tahun lalu dan nampak sudah pulih tetap berpotensi memicu terjadinya arthritis.

  • Obesitas. Tubuh dengan berat badan berlebihan berpengaruh pada kondisi sendi. Sendi yang menahan beban berlebihan berpotensi mengalami kerusakan, seperti di bagian lutut dan pinggul.

  • Keturunan. Jika kamu memiliki anggota keluarga yang mempunyai masalah pada sendi, kemungkinan kamu mengalami peradangan sendi lebih besar.

  • Merokok. Rokok dapat meningkatkan risiko kamu memiliki peradangan sendi, khususnya rheumatoid arthritis. Merokok juga diduga dapat memperparah gejala-gejala yang dirasakan pada penderita arthritis.

Baca Juga: Bisa Ganggu Aktivitas, Ini 6 Fakta Tentang Rheumatoid Arthritis

Bagaimana Cara Mengobati Arthritis?

Terdapat berbagai langkah pengobatan yang bisa dilakukan guna mengatasi arthritis, antara lain:

  • Obat-obatan. Jenis obat yang sering diberikan, antara lain obat penghilang rasa nyeri, obat non-steroid anti inflamasi seperti ibuprofen, serta obat kortikosteroid.

  • Tindakan operasi. Pada kasus arthritis yang parah, dokter dapat menganjurkan operasi, seperti:

  • Arthroplasti (pergantian sendi), untuk menggantikan sendi yang rusak dengan sendi buatan.

  • Arthodesis (penggabungan sendi), yaitu ujung tulang digabungkan bersama hingga sembuh dan menjadi satu.

  • Osteotom, yaitu kondisi tulang dipotong dan kembali diselaraskan.

Baca Juga: Peduli Kesehatan, Ini Bedanya Rheumatoid Arthritis dan Juvenile Rheumatoid Arthritis

Itulah beberapa fakta dan gejala yang wajib kamu ketahui mengenai arthritis. Jika kondisi memburuk, kamu harus segera memeriksakan diri ke dokter. Dengan melakukan penanganan yang tepat di rumah sakit, maka hal ini bisa meminimalisir risiko. Kini kamu pun bisa pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu melalui aplikasi Halodoc. Praktis, bukan? Segera download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play, ya!