Seni Sebagai Terapi Gangguan Jiwa

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Seni Sebagai Terapi Gangguan Jiwa

Halodoc, Jakarta - Mungkin kamu sedikit tidak percaya ketika mengetahui bahwa seni menjadi alat yang efektif untuk mengobati kesehatan mental. Kamu mungkin bertanya-tanya, apa yang bisa dilakukan seni sebagai bahan untuk terapi? Sebagai media ekspresif, seni digunakan untuk membantu pengidap berkomunikasi, mengatasi stres, dan mengeksplorasi berbagai aspek kepribadian mereka sendiri.

Baca Juga: Jaga Kesehatan Psikis, Ini Bedanya Psikologi dan Psikiatri

Melalui terapi seni, pengidap gangguan mental diharapkan menumbuhkan ekspresi kreatif guna menyembuhkan gangguan mental yang ada. Seni, baik proses menciptakannya atau melihat karya seni orang lain membantu seseorang untuk  mengembangkan kesadaran diri, meningkatkan harga diri, dan meningkatkan keterampilan sosial.

Seputar Terapi Seni

Terapi seni mengintegrasikan teknik-teknik psikoterapi dengan proses kreatif untuk meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan. Terapi seni sebagai pendekatan untuk kesehatan mental memanfaatkan proses penciptaan seni untuk meningkatkan kesehatan mental, fisik, dan emosional. Tujuan terapi seni untuk memanfaatkan proses kreatif, sehingga seseorang dapat mengeksplorasi ekspresi dirinya dan mengembangkan keterampilan koping yang baru.

Terapi seni dapat digunakan untuk mengobati berbagai gangguan mental dan tekanan psikologis. Namun, dalam banyak kasus, terapi ini dapat dikombinasikan bersama dengan teknik psikoterapi lainnya seperti terapi kelompok atau terapi perilaku kognitif. Hubungi psikolog Halodoc bila ingin mengetahui terapi seni lebih mendalam. Melalui aplikasi Halodoc, kamu dapat menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja.

Penggunaan Seni Sebagai Bentuk Terapi

Teknik yang digunakan dalam terapi seni mencakup menggambar, melukis, mewarnai, memahat, atau kolase. Ketika pengidap gangguan mental menciptakan seni, mereka dapat menganalisis apa yang telah mereka buat dan bagaimana perasaan mereka. Dengan menjelajahi seni, pengidap mencari tema dan konflik yang mungkin memengaruhi pikiran, emosi, dan perilaku mereka.

Baca Juga: Gemar Musik, Ini Manfaatnya untuk Kesehatan Mental

Tidak perlu memiliki kemampuan artistik atau bakat khusus untuk berpartisipasi dalam terapi seni. Orang-orang dari segala usia termasuk anak-anak, remaja, dan orang dewasa mengambil manfaat dari terapi ini.  Beberapa kondisi di mana terapi seni dapat digunakan meliputi:

  • Anak-anak yang mengalami ketidakmampuan belajar;

  • Orang dewasa yang mengalami stres berat;

  • Anak-anak yang memiliki masalah perilaku atau sosial di sekolah atau di rumah;

  • Orang yang mengalami masalah kesehatan mental;

  • Orang yang mengalami cedera otak;

  • Anak-anak atau orang dewasa yang pernah mengalami peristiwa traumatis;

  • Mengalami kegelisahan;

  • Mengalami depresi;

  • Mengidap kanker;

  • Masalah terkait penuaan;

  • PTSD;

  • Gangguan emosional;

  • Memiliki gangguan makan;

  • Kecanduan obat-obatan terlarang;

  • Memiliki keluarga atau hubungan;

  • Masalah psikososial.

Dimana Terapi Seni Bisa Diperoleh?

Rumah sakit, rumah sakit jiwa, sekolah, dan organisasi masyarakat umumnya menyediakan terapi seni. Adapun tempat lain terapi seni mungkin disediakan, yaitu :

  • Pusat kesehatan;

  • Lembaga pemasyarakatan;

  • Pusat komunitas;

  • Kantor terapi pribadi;

  • Panti jompo;

  • Studio seni;

  • Tempat perlindungan wanita;

  • Tempat penampungan tunawisma;

  • Perguruan tinggi dan universitas;

  • Pusat perawatan perumahan;

  • Rumah kelompok.

Baca Juga: 9 Cara Sederhana Menjaga Kesehatan Mental

Tidak hanya bisa dinikmati, seni juga berfungsi untuk mengobati berbagai masalah terkait gangguan mental. 

Referensi:
Verywell Mind (Diakses pada 2019). How Art Therapy Is Used to Help People Heal.
Psychology Today (Diakses pada 2019). Art Therapy.