• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sering Alami Vertigo, Hati-Hati Gejala Encephalomalacia
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sering Alami Vertigo, Hati-Hati Gejala Encephalomalacia

Sering Alami Vertigo, Hati-Hati Gejala Encephalomalacia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 10 Mei 2021
Sering Alami Vertigo, Hati-Hati Gejala Encephalomalacia

Halodoc, Jakarta - Vertigo dapat membuat seseorang mengalami pusing berputar, yang bisa terjadi secara tiba-tiba. Namun, jika terlalu sering mengalaminya, bisa jadi itu merupakan gejala penyakit atau kondisi medis lain. Salah satu penyakit yang ditandai dengan seringnya vertigo adalah encephalomalacia. 

Namun, selain vertigo, pengidap encephalomalacia juga bisa mengalami gejala mengganggu lainnya, seperti:

  • Mengantuk;
  • Kebutaan;
  • Sakit kepala;
  • Ataksia;
  • Kepala terasa tertekan.

Baca juga: Awas, Si Kecil Rentan Terkena Encephalomalacia

Jika kamu sering mengalami vertigo disertai beberapa gejala tersebut, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter, agar penanganan bisa dilakukan sesegera mungkin. Sekarang, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan juga bisa dilakukan di aplikasi Halodoc, lho. Lewat fitur Talk to a Doctor, kamu bisa obrolkan langsung gejalamu melalui Chat atau Voice/Video Call.

Encephalomalacia, Gejala Vertigo yang Perlu Diperhatikan

Encephalomalacia adalah jenis kerusakan otak serius yang dapat menyebabkan pelunakan atau hilangnya jaringan di otak. Penyebab dari gangguan ini sering dikaitkan dengan peradangan atau perdarahan yang diakibatkan oleh infark serebral, iskemia serebral, infeksi, trauma kranioserebral, atau cedera lainnya. Hal ini juga dapat terjadi saat seseorang mengalami vertigo.

Gangguan ini juga dapat terjadi ketika adanya pelunakan di salah satu bagian otak tertentu atau mungkin lebih luas lagi. Pada kasus yang jarang terjadi, kerusakan atau degenerasi otak dapat menyebabkan pelunakan yang berlebihan pada zat-zat di dalam, dan merusak jaringan di lobus frontal, lobus oksipital, lobus parietal serta lobus temporalis.

Berdasarkan bagian otak yang mengalami pelunakan, encephalomalacia terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Leukoencephalomalacia (encephalomalacia yang mengenai materi putih otak).
  • Polioencephalomalacia (encephalomalacia yang mengenai materi abu-abu otak).


Gangguan ini juga dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kategori menurut warna dan tingkat kerusakannya, yaitu:

  • Pelunakan merah.
  • Pelunakan kuning.
  • Pelunakan putih.

Baca juga: Mengidap Encephalomalacia, Bisakah Disembuhkan?

Hal-Hal yang Dapat Memicu Encephalomalacia

Encephalomalacia merupakan gangguan otak yang dapat terjadi karena berbagai hal atau kondisi medis. Gangguan ini umumnya terjadi karena stroke atau cedera kepala serius yang dapat menyebabkan perdarahan (hemoragik) ke dalam otak. Pelunakan otak paling umum ditemukan di area dengan akumulasi darah yang abnormal.

Pada beberapa kasus, bagian tertentu dari otak dapat mengalami pelunakan akibat aliran darah yang tidak cukup. Gangguan dalam aliran darah dapat terjadi karena:

  • Stroke.
  • Pembengkakan parah di otak yang mengganggu aliran darah otak.
  • Pengangkatan tumor dari dalam otak yang telah menduduki dan menghancurkan jaringan sekitarnya.

Bagian tertentu pada otak mati karena stroke yang dapat menyebabkan neuron harus digantikan oleh jaringan parut yang mengandung astrosit. Jaringan parut ini mengalami kontraksi dan membentuk encephalomalacia di otak.

Kondisi ini juga diduga terjadi karena cedera otak traumatis. Trauma tumpul serta trauma yang tajam karena kecelakaan atau penyerangan dapat meningkatkan risiko pelunakan jaringan otak.

Baca juga: Cegah Encephalomalacia dengan Cara Ini

Trauma kepala dapat terjadi ketika ada hantaman keras pada kepala yang membuat otak membentur tengkorak. Trauma kepala yang tajam dapat terjadi ketika ada luka yang disebabkan oleh senjata tajam. Jaringan otak bahkan dapat meradang akibat trauma selama prosedur bedah.

Pengobatan dari Encephalomalacia

Jaringan otak bersifat non-regeneratif, yang berarti setelah mengalami kerusakan tidak dapat menyembuhkan diri sendiri sehingga masalahnya permanen. Inilah alasan mengapa otak dianggap begitu penting. Hal ini yang menjadi fokus utama perawatan masalah pada otak saat seseorang mengidap encephalomalacia atau cara pencegahan sebelum terjadi.

Perawatan yang umum dilakukan untuk mengatasi salah satu gejala dari vertigo ini adalah:

  • Menentukan kondisi awal yang mendasarinya, sehingga perubahan pada jaringan otak terjadi.
  • Pengangkatan jaringan otak yang rusak jika masalah yang terjadi sudah parah.
  • Terapi sel induk.

Maka dari itu, jika kamu mengalami beberapa gejala yang berhubungan dengan masalah ini, ada baiknya untuk segera memeriksakan diri. Semakin dini masalah yang terjadi diatasi, risiko yang lebih besar dapat dihindari. Pastikan juga untuk menerapkan kebiasaan yang sehat setiap hari agar terhindar dari vertigo dan penyakit lainnya.

Selain itu, kamu juga dapat melakukan pemesanan kesehatan terkait segala gejala yang berhubungan dengan vertigo pada rumah sakit yang bekerja sama dengan Halodoc. Dengan menggunakan aplikasi Halodoc, kamu juga dapat berdiskusi bersama dokter terkait segala hal yang berhubungan dengan kesehatan. Tunggu apa lagi? Yuk, download aplikasinya sekarang!

Referensi:
Bel Marra Health. Diakses pada 2021. Encephalomalacia: Definition, causes, types, symptoms, and treatment.
Sellors. Diakses pada 2021. Encephalomalacia – the Basics.