Sering Alami Vertigo, Hati-Hati Gejala Encephalomalacia

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Sering Alami Vertigo, Hati-Hati Gejala Encephalomalacia

Halodoc, Jakarta - Vertigo dapat membuat seseorang mengalami pusing berputar, yang bisa terjadi secara tiba-tiba. Namun, jika terlalu sering mengalaminya, bisa jadi itu merupakan gejala penyakit atau kondisi medis lain. Salah satu penyakit yang ditandai dengan seringnya vertigo adalah encephalomalacia. 

Namun, selain vertigo, pengidap encephalomalacia juga bisa mengalami gejala mengganggu lainnya, seperti:

  • Mengantuk.

  • Kebutaan.

  • Sakit kepala.

  • Ataksia.

  • Kepala terasa tertekan.

Baca juga: Awas, Si Kecil Rentan Terkena Encephalomalacia

Jika kamu sering mengalami vertigo disertai beberapa gejala tersebut, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter, agar penanganan bisa dilakukan sesegera mungkin. Sekarang, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan juga bisa dilakukan di aplikasi Halodoc, lho. Lewat fitur Talk to a Doctor, kamu bisa obrolkan langsung gejalamu melalui Chat atau Voice/Video Call.

Terjadi Ketika Jaringan Otak Mengalami Pelunakan

Encephalomalacia terjadi ketika jaringan otak mengalami peradangan atau pendarahan. Kondisi ini terkadang juga dikenal dengan pelunakan otak. Pelunakan dapat terjadi di satu bagian otak tertentu atau mungkin lebih luas lagi. Pada kasus yang jarang terjadi, kerusakan atau degenerasi otak dapat menyebabkan pelunakan yang berlebihan pada zat-zat di dalam, dan merusak jaringan di lobus frontal, lobus oksipital, lobus parietal serta lobus temporalis.

Berdasarkan bagian otak yang mengalami pelunakan, encephalomalacia terbagi menjadi 2 jenis, yaitu:

  • Leukoencephalomalacia (encephalomalacia yang mengenai materi putih otak).

  • Polioencephalomalacia (encephalomalacia yang mengenai materi abu-abu otak).

Gangguan ini juga dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kategori menurut warna dan tingkat kerusakannya, yaitu:

  • Pelunakan merah.

  • Pelunakan kuning.

  • Pelunakan putih.

Baca juga: Mengidap Encephalomalacia, Bisakah Disembuhkan?

Hal-Hal yang Dapat Memicu

Encephalomalacia merupakan gangguan otak yang dapat terjadi karena berbagai hal atau kondisi medis. Gangguan ini umumnya terjadi karena stroke atau cedera kepala serius yang dapat menyebabkan perdarahan (hemoragik) ke dalam otak. Pelunakan otak paling umum ditemukan di area dengan akumulasi darah yang abnormal.

Pada beberapa kasus, bagian tertentu dari otak dapat mengalami pelunakan akibat aliran darah yang tidak cukup. Gangguan dalam aliran darah dapat terjadi karena:

  • Stroke.

  • Pembengkakan parah di otak yang mengganggu aliran darah otak.

  • Pengangkatan tumor dari dalam otak yang telah menduduki dan menghancurkan jaringan sekitarnya.

Bagian tertentu pada otak mati karena stroke yang dapat menyebabkan neuron harus digantikan oleh jaringan parut yang mengandung astrosit. Jaringan parut ini mengalami kontraksi dan membentuk encephalomalacia di otak.

Kondisi ini juga diduga terjadi karena cedera otak traumatis. Trauma tumpul, serta trauma yang tajam, selama kecelakaan atau penyerangan dapat meningkatkan risiko pelunakan jaringan otak.

Baca juga: Cegah Encephalomalacia dengan Cara Ini

Trauma kepala dapat terjadi ketika ada hantaman keras pada kepala yang membuat otak membentur tengkorak. Trauma kepala yang tajam dapat terjadi ketika ada luka yang disebabkan oleh senjata tajam. Jaringan otak bahkan dapat meradang akibat trauma selama prosedur bedah.

Itulah berbagai manfaat daun pepaya yang mungkin tidak kamu duga. Mulai sekarang perbanyak konsumsi daun pepaya dan sayuran hijau lainnya, agar tubuh tetap fit, ya. Selain itu, penting juga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Untuk melakukan pemeriksaan, kini kamu bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc, lho. Tunggu apa lagi? Yuk, download aplikasinya sekarang!