Sering Halusinasi? Mungkin Idap Skizofrenia Paranoid

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
skizofrenia paranoid, halusinasi

Halodoc, Jakarta - Skizofrenia merupakan penyakit gangguan otak yang menyebabkan kelainan dalam berpikir. Seorang pengidap kondisi ini bahkan memiliki kelainan dalam merasakan dan memahami lingkungan sekitarnya. Sementara skizofrenia paranoid merupakan jenis skizofrenia yang paling umum terjadi. Pengidap skizofrenia paranoid akan ditandai dengan gejala halusinasi, benarkah?

Baca juga: Gejala Skizofrenia Paranoid yang Perlu Diwaspadai

Sering Halusinasi, Bisa Jadi Kamu Mengidap Skizofrenia Paranoid

Skizofrenia merupakan penyakit yang akan dialami seumur hidup oleh pengidapnya. Meski begitu, gejala pada pengidap kondisi ini dapat diatasi dengan bantuan obat-obatan tertentu yang telah diresepkan oleh dokter. Halusinasi menjadi gejala utama pengidap skizofrenia paranoid. Dalam hal ini, pengidap biasanya merasakan sesuatu hal yang terasa sangat nyata, tapi ini hanya sebuah khayalan mereka saja. 

Sebagai contoh, pengidap skizofrenia paranoid sering mendengar suara-suara atau melihat sesuatu yang tidak nyata. Suara yang didengar biasanya akan menyerupai orang-orang di dekatnya. Bahayanya, suara ini bahkan terdengar seperti menyuruh pengidap untuk melakukan hal-hal yang berbahaya, seperti bunuh diri

Baca juga: Harus Tahu, Ini Cara Menangani Skizofrenia Paranoid

Hal Lain yang Termasuk Gejala Skizofrenia Paranoid

Delusi merupakan gejala yang yang muncul pada pengidap skizofrenia paranoid. Delusi ini akan membuat keyakinan yang kuat akan hal yang salah. Delusi pada pengidap skizofrenia paranoid merupakan cerminan dari rasa cemas dan takut. Pengidap kondisi ini juga kehilangan kemampuan dalam membedakan hal-hal yang sebenarnya nyata dan tidak nyata. Pada kondisi ini, gejala yang timbul, antara lain:

  • Ketika pengidap kondisi ini memiliki pasangan, mereka akan berpikir pasangannya berselingkuh.

  • Selalu merasa ada yang sedang memata-matai kegiatan sehari-harinya.

  • Merasa orang-orang di sekitarnya bekerjasama ingin membunuhnya.

Sebenarnya pengidap skizofrenia paranoid tidak memiliki potensi untuk bersikap kasar. Namun, ketika mereka dihadapi dengan kecemasan dan ketakutan, mereka akan merasa terancam dan marah pada orang-orang di sekitarnya. Selain delusi, pengidap skizofrenia paranoid tidak dapat mengontrol perilakunya di mana pun mereka berada. Dengan begitu, pengidap akan melakukan hal-hal berikut:

  • Sering marah dan mengamuk karena kesulitan menjaga kestabilan emosi.

  • Melakukan suatu hal yang tidak pantas.

  • Karena rasa cemas dan takut yang berlebihan, mereka akan kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

  • Merasa kesulitan dalam mengontrol hasrat dan keinginan.

Gejala negatif yang muncul pada pengidap skizofrenia paranoid perlu dicegah, karena akan memicu mereka untuk melakukan hal-hal berbahaya bagi dirinya sendiri. Bahkan kasus bunuh diri sering kali ditemukan pada pengidap skizofrenia paranoid yang tidak ditangani dengan baik.

Diskusikan segera dengan dokter ahli pada aplikasi Halodoc untuk mengetahui langkah dalam mengatasi gejala yang muncul. Gejala yang muncul pada pengidap kondisi ini  akan menyebabkan pengidap mengalami gangguan dalam pekerjaannya, atau gangguan hubungan dengan orang lain di sekitarnya.

Baca juga: 5 Faktor Risiko Skizofrenia Paranoid

Pencegahan yang dapat Dilakukan pada Pengidap Skizofrenia Paranoid

Pengidap skizofrenia paranoid dapat mengikuti terapi kelompok dan terapi psikososial. Terapi kelompok yang dilakukan akan menghindari pengidap dari perasaan terisolasi. Sedangkan terapi psikososial dilakukan agar pengidap dapat melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasanya. Selain itu, beberapa hal yang dapat dilakukan, antara lain:

  • Cukup waktu tidur.

  • Lakukan olahraga dengan teratur.

  • Kelola stres dengan baik.

  • Lakukan kegiatan dengan banyak interaksi dengan orang lain.

  • Hindari rokok, alkohol, serta obat-obatan terlarang.

Gangguan skizofrenia paranoid akan menghantui pengidapnya seumur hidup, dan tidak dapat kembali normal. Namun, gejala yang dapat diketahui sejak dini akan bermanfaat untuk mencegah gejala yang timbul menjadi semakin parah.

Referensi: 
WebMD (Diakses pada 2019). What is Paranoid Schizophrenia?
Healthline (Diakses pada 2019). What is Paranoid Schizophrenia?