Skizofrenia Paranoid

Pengertian Skizofrenia Paranoid

Skizofrenia paranoid merupakan salah satu tipe skizofrenia dimana pengidap mengalami delusi bahwa orang lain ingin melawan dirinya atau anggota keluarganya. Paranoid pun merupakan jenis skizofrenia dengan kasus yang paling sering terjadi.

Pengidap skizofrenia paranoid mengalami halusinasi suara yang tidak nyata dengan merasa bahwa dirinya lebih hebat, lebih kuat dan bahkan mempunyai pengaruh besar dari musuh-musuh khayalan mereka.

Tanda dan Gejala Skizofrenia Paranoid

Gejala utama bagi pengidap skizofrenia paranoid, yaitu:

  • Delusi paranoid yang rutin dan stabil.
  • Merasa dirinya lebih hebat dari kenyataan.
  • Halusinasi suara.
  • Rasa cemas, curiga dan suka menyendiri.
  • Mengalami perasaan cemburu tidak realistis.
  • Mempunyai gangguan persepsi.

Selain gejala utama, pengidap skizofrenia paranoid mempunyai gejala ringan, seperti:

  • Terobsesi dengan keadaan sekarat atau kekerasan.
  • Suasana hati yang tidak stabil.
  • Berubah pola tidur dan makan.
  • Meningkatnya konsumsi minuman keras atau obat-obatan.
  • Mengucapkan salam perpisahan yang tidak biasa.
  • Membagikan barang pribadi pada orang terdekat.

Penyebab Skizofrenia Paranoid

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa kebanyakan jenis skizofrenia paranoid disebabkan oleh adnaya disfungsi otak yang terjadi karena faktor keturunan dan lingkungan. Sedangkan pemicunya sendiri adalah stres dan trauma. Terdapat beberapa hal yang menyebabkan seseorang berisiko terkena skizofrenia paranoid, yaitu:

  • Infeksi virus dan malnutrisi pada janin.
  • Usia ketika mengandung.
  • Stres pada usia muda.
  • Rasa trauma saat masih anak-anak.
  • Adanya penyalahgunaan obat-obatan.

Pengobatan Skizofrenia Paranoid

Pengobatan yang dapat dilakukan bagi pengidap skizofrenia paranoid, seperti:

  • Perawatan di rumah sakit jiwa.
  • Terapi elektrokonvulsif.
  • Pelatihan keterampilan dan bersosialisasi.
  • Pemberian obat-obatan.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami tanda dan gejala di atas, segera berbicara dengan dokter guna mendapat penanganan yang tepat.