07 June 2019

Sering Jajan di Pinggir Jalan Bisa Kena Tipes?

Sering Jajan di Pinggir Jalan Bisa Kena Tipes?

Halodoc, Jakarta - Siapa sih yang tidak suka jajan? Rasanya sebagian besar orang Indonesia sangat menyukai jajan, ya. Mulai dari menjelajah kuliner di kawasan elite nan instagrammable, hingga jajanan yang dijual di pinggir jalan. Bagi yang suka jajan di pinggir jalan, tahukah kamu bahwa kebersihan makanan yang dijual tidak ada yang bisa menjamin? Bahkan, kebiasaan ini dikabarkan bisa menyebabkan penyakit tipes (tifus). Benarkah demikian?

Makanan yang dijajakan di pinggir jalan mudah sekali terpapar debu dan kotoran. Terlebih di musim hujan. Bahkan ada kemungkinan makanan tersebut terkena cipratan air kotor atau yang terkontaminasi bakteri. Harga jajanan yang sangat murah terkadang karena bahan baku yang dipakai tidak memenuhi standar kesehatan.

Misalnya, menggunakan air mentah (paling banyak digunakan dalam es batu), saus botolan yang dibuat dari bahan baku tak segar, tepung yang sudah kedaluwarsa, pewarna yang tidak alami (bahkan terkadang pewarna tekstil), hingga daging olahan yang tidak segar.

Baca juga: Gejala Mirip Tipes, Meningitis Bisa Sebabkan Koma

Nah, kondisi makanan dan minuman seperti itulah yang sangat berisiko mengandung bakteri Salmonella typhi (bakteri penyebab tipes). Risikonya pun akan semakin besar apabila makanan tidak tertutup dengan baik hingga dihinggapi lalat. Seperti diketahui, lalat hidup di tempat kotor dan sangat berpotensi membawa banyak bakteri.

Tak cuma masalah pengolahan dan penyajiannya, proses membersihkan alat makan juga bisa menyebabkan tipes. Coba perhatikan, biasanya, penjual makanan pinggir jalan menjadikan satu seluruh alat makan yang kotor di dalam ember air yang sama. Alat-alat makan yang sudah digunakan banyak orang “dicuci” sekadarnya dalam seember air yang dipakai berulang-ulang. Tak jarang, para pedagang tidak menggunakan sabun untuk membersihkan mangkuk dan piring.

Selain itu penjual jajanan pinggir jalan biasanya akan mengolah makanan dengan tangan yang sama saat ia mengambil uang dari pembelinya. Jadi, sudah bisa dipastikan bahwa bakteri yang ada di uang akan berpindah ke makanan yang tengah dibuat!

Baca juga: Kena Tifus, Bolehkah Tetap Beraktivitas Berat?

Jajan di Resto Mahal Apakah Menjamin Terhindar dari Tipes?

Pertanyaan selanjutnya yang mungkin terpikirkan setelah penjelasan tadi adalah, apakah hal-hal tersebut tidak ditemukan pada makanan yang dijual di kedai atau restoran? Belum tentu. Meski biasanya makanan yang dijual di restoran umumnya menggunakan bahan baku yang kualitasnya terjaga, bukan berarti kamu tak bisa terinfeksi bakteri Salmonella sama sekali, lho.

Pada dasarnya, siapa saja dapat terinfeksi tipus. Terutama bagi mereka yang suka mengonsumsi makanan mentah atau setengah matang. Misalnya, kuning telur setengah matang atau daging ikan mentah. Meski rasanya lezat, tetapi risiko untuk terinfeksi bakteri Salmonella juga tinggi jika mengonsumsi makanan tersebut. Apalagi jika kebetulan daya tahan tubuh sedang lemah.

Andai kata makanan sudah dimasak hingga matang sempurna, tetapi kamu juga jarang mencuci tangan, tentu makanan yang terjaga kualitasnya itu akan sia-sia belaka. Oleh karena itu, sering mencuci tangan dengan benar adalah salah satu cara terampuh untuk menghindarkan diri dari penyakit tipes.

Baca juga: Sudah Sembuh, Gejala Tipes Bisa Datang Lagi?

Hindari jajan sembarangan di pinggir jalan, apalagi bila dijajakan tanpa penutup makanan. Selain itu, pilihlah makanan yang baru saja matang (suhunya panas) untuk meminimalkan penularan bakteri penyebab tipes. Hindari pula kebiasaan makan makanan mentah dan belum dikupas atau dicuci. Terakhir, yang tak kalah penting, cuci tangan dengan sabun setiap sebelum makan, ya.

Itulah sedikit penjelasan tentang tipes. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!