Sering Konsumsi Minol Sebabkan Ginekomastia, Kok Bisa?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Sering Konsumsi Minol Sebabkan Ginekomastia, Kok Bisa?

Halodoc, Jakarta – Ginekomastia adalah kondisi yang jarang terjadi. Jika kamu pria dan memiliki payudara atau istilahnya ginekomastia ini menunjukkan kalau kamu mengalami kelebihan berat badan. Kelebihan berat badan juga bisa dipicu oleh konsumsi minuman beralkohol yang terlalu banyak.

Sejatinya secara umum, ginekomastia disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon dalam tubuh. Ini karena jaringan payudara merespons hormon yang dikenal sebagai estrogen. Pertumbuhan payudara secara alami terjadi hanya pada wanita karena kadar estrogen yang lebih tinggi. Sebaliknya, pria memiliki jumlah hormon androgen yang lebih besar seperti testosteron yang mencegah pertumbuhan payudara.

Ginekomastia terjadi ketika ada ketidakseimbangan dalam rasio androgen-terhadap-estrogen. Penyebab ketidakseimbangan ini bisa disebabkan oleh konversi testosteron yang berlebihan menjadi estradiol (hormon estrogenik).

Baca juga: Apakah Ada Cara Lain untuk Mengatasi Ginekomastia selain Operasi?

Ginekomastia juga umum terjadi pada pria yang mengalami kanker testis dan bisa juga dipicu oleh konsumsi obat-obatan tertentu. Terkait dengan minuman beralkohol, bisa menjadi pemicu yang signifikan untuk ginekomastia.

Minuman beralkohol mengandung jumlah kalori yang hampir sama dengan lemak. Keberadaan alkohol pada tubuh dapat menghentikan metalisasi molekul makanan lain sampai semua alkohol dinetralkan. Ini berarti alkohol menghentikan tubuh dari membakar lemak. Semua kelebihan lemak ini akan disimpan untuk kebutuhan masa depan. Makanya penumpukan lemak bisa terjadi pada area payudara juga.

Hati membutuhkan waktu hingga 2 hari untuk memproses beberapa jenis minuman beralkohol. Lemak itu hanya disimpan dalam tubuh dan sel-sel lemak membuat kamu menambah berat badan.

Hati yang terpapar alkohol dapat menyebabkan situasi stres pada hati. Untuk hati yang lebih sehat, minum air lemon saat pagi hari akan sangat membantu. Memiliki hati yang tidak efisien, dapat menyebabkan kerusakan hormone.

Ketidakseimbangan ini sangat memengaruhi kadar estrogen dan progesteron. Kelebihan estrogen gagal dipecah dan dihilangkan dari tubuh oleh hati yang sakit sehingga membiarkan estrogen memiliki efek sendiri dalam tubuh yang menyebabkan perkembangan payudara pria dan akhirnya infertilitas seksual jika tidak ditangani pada waktu yang tepat.

Baca juga: Inilah Tindakan Medis untuk Mengatasi Ginekomastia

Bisa Juga Karena Obesitas

Buat kamu yang mengalami obesitas, ada baiknya menghindari makanan yang mengandung gula, serta karbohidrat sederhana seperti kue, roti, kue kering, dan sebagian besar sereal sarapan. Satu-satunya karbohidrat yang harus kamu makan adalah sayuran dan beberapa buah.

Gula memengaruhi hormon yang dikenal sebagai insulin. Insulin mengatur penyimpanan lemak tubuh dengan mendorong tubuh untuk menyimpan lemak tambahan. Insulin juga menghentikan enzim yang penting untuk pembakaran lemak.

Baca juga: Payudara Membesar pada Pria, Perlukah Waspada?

Insulin menurunkan kadar testosteron. Tingkat testosteron yang lebih rendah dapat menyebabkan perkembangan payudara pria. Sebagai contoh, pria dengan diabetes tipe II memiliki kadar testosteron yang lebih rendah. Ini karena resistensi mereka yang lebih tinggi terhadap insulinyang  berarti tubuh mereka menghasilkan jumlah insulin yang lebih besar untuk menetralkan gula berbahaya dalam darah. Hal ini menyebabkan peningkatan berat badan dan membuat ukuran payudara yang lebih besar.

Pengobatan ginekomastia tidak selalu diperlukan karena ginekomastia bisa bersifat sementara. Seperti yang terjadi selama masa pubertas, umumnya sembuh sendiri tanpa pengobatan dalam waktu tiga tahun. Jika obat adalah penyebab ginekomastia, menghentikan obat yang memicu bisa efektif dalam mengurangi ginekomastia.

Untuk informasi lebih jelas mengenai ginekomastia, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter lewat aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.