04 December 2016

Inilah Tindakan Medis untuk Mengatasi Ginekomastia

Inilah Tindakan Medis untuk Mengatasi Ginekomastia

Halodoc, Jakarta - Penyakit yang menyerang area payudara identik menyerang wanita, padahal pria memiliki risiko yang sama. Selain kanker payudara, ada satu penyakit yang dapat menyerang payudara pria, yaitu ginekomastia. Ginekomastia merupakan  kondisi saat pertumbuhan payudara menjadi abnormal. Para ahli mengatakan kondisi ini terjadi akibat kelainan hormon estrogen dan testosteron yang menyebabkan pertumbuhan jaringan payudara menjadi berlebihan. Penanganan ginekomastia dapat dilakukan dengan mengonsumsi obat yang diresepkan dokter dan menghindari beberapa kebiasaan buruk.

Ginekomastia bisa terjadi pada usia remaja maupun dewasa yang dapat terjadi secara alami. Kamu tidak bisa menganggap remeh penyakit ini, karena hal ini menjadi suatu pertanda penyakit serius, dan dapat mengganggu estetika sehingga membuat pria merasa malu.

Penyebab Ginekomastia

Ginekomastia terjadi akibat adanya ketidakseimbangan hormon pada pria, yaitu penurunan kadar hormon pria (testosteron) dan meningkatnya kadar hormon wanita (estrogen). Akibat peningkatan hormon estrogen ini maka terjadi peningkatan jaringan dalam payudara yaitu kelenjar untuk produksi air susu dan lemak.

Normalnya pada pria hormon testosteron jauh lebih tinggi, sedangkan hormon estrogen kecil. Ginekomastia jenis ini disebut juga ginekomastia asli. Sementara ginekomastia lain yang bukan disebabkan oleh hormon disebut dengan pseudoginekomastia. Salah satu penyebabnya adalah kegemukan sehingga terjadi penumpukan lemak pada dada yang menyerupai payudara.

Faktanya, beberapa obat-obatan dan obat perangsang otot di pusat kebugaran dapat menyebabkan ginekomastia. Selain itu, produk seperti susu kedelai, tahu, dan makanan lain dari kedelai juga adalah salah satu faktor penyebab ginekomastia karena kedelai mengandung banyak hormon estrogen. Beberapa hal langka juga dapat menjadi penyebab ginekomastia semisal kanker payudara, mammary tumor, cacat lahir, dan penyakit hati atau ginjal.

Gejala Ginekomastia

Gejala yang paling terlihat dari penyakit ini adalah pembesaran payudara, entah itu pada satu sisi atau keduanya. Payudara terasa kenyal atau kencang, dan kadang dapat menjadi lebih sensitif terhadap sentuhan, namun umumnya tidak muncul rasa sakit.

Diagnosis Ginekomastia

Cara mengatasi ginekomastia dapat dilakukan dengan diagnosis yang tepat terlebih dahulu. Sebab bisa saja kondisi ini adalah gejala dari penyakit yang lebih berat. Dalam proses diagnosis, pasien ditanyakan tentang riwayat gejala, riwayat penyakit, dan jenis obat yang tengah dikonsumsi. Setelah itu, pemeriksaan area payudara juga akan dilakukan.

Tes darah dan mamogram adalah metode yang dilakukan untuk mendiagnosis penyakit ini. Namun, jika diperlukan dokter juga akan meminta pasien untuk melakukan pemindaian dengan USG mammae, CT Scan, atau MRI. Jika pasien dicurigai mengalami kondisi yang lebih parah, maka biopsi juga harus dilakukan.

Pengobatan Ginekomastia

Untuk mengatasi ginekomastia, maka akan dilakukan berdasarkan penyebabnya. Jika penyakit seperti hipogonadisme, malnutrisi, atau sirosis, maka kondisi penyakit tersebut harus ditangani terlebih dahulu. Sementara jika ginekomastia disebabkan konsumsi obat, maka pasien wajib menghentikan terlebih dahulu konsumsi obat-obatan tersebut dan menggantinya dengan obat yang lebih aman.

Pada remaja dengan ginekomastia, dokter melakukan evaluasi setiap 3 hingga 6 bulan untuk melihat apakah kondisi pasien membaik. Umumnya ginekomastia pada remaja akan hilang kurang dari 2 tahun. Pasien juga dapat dirujuk ke dokter spesialis endokrin, yaitu dokter yang khusus menangani masalah hormon.

Jika kondisinya cukup parah dan mengganggu penampilan fisik, maka pembedahan dapat dilakukan. Bedah untuk mengatasi ginekomastia antara lain sedot lemak atau mastektomi. Sedot lemak berfungsi membuang lemak payudara, sementara mastektomi membuang jaringan kelenjar payudara.

Selain itu, ginekomastia yang terjadi akibat kegemukan, maka pasien dapat mengatasi ginekomastia ini dengan cara menurunkan berat badan. Diet teratur yang diselingi olahraga adalah hal yang disarankan agar otot dada tetap kencang dan lemak hilang.

Meskipun tidak membahayakan, tidak ada salahnya untuk melakukan pemeriksaan terhadap setiap perubahan yang ada pada tubuh kamu. Gunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya langsung pada dokter. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play!

Baca juga: