Serum Amoral Film Gundala Bisa Pengaruhi Karakter Anak?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
serum-amoral-film-gundala-bisa-pengaruhi-karakter-anak-halodoc

Halodoc, Jakarta – Film superhero tanah air yang dinantikan pecinta film akhirnya rilis juga. Gundala Putra Petir menjadi superhero pertama yang menjadi tombak awal kisah-kisah kepahlawanan super Indonesia di masa datang. Nah, bagi kamu yang sudah menonton film Gundala tentu ingat dengan Pengkor. Si tokoh antagonis ini sengaja meracuni beras dengan serum “amoral”. Apabila ibu hamil mengonsumsi hasil olahan beras tersebut, maka anak yang dikandung akan memiliki karakter yang tidak baik atau dianggap amoral oleh kebanyakan orang. Pertanyaannya, mungkinkah? 

Perlu diketahui bahwa DNA dan gen diturunkan dari kedua orangtua kepada anak. Gen merupakan bagian dari DNA yang membawa sifat fisik dan bukan sifat mental. Lalu, apa saja hal yang memengaruhi karakter anak?

Baca juga: Film Gundala Rilis, Ini yang Terjadi Jika Tubuh Tersambar Petir

  1.  Faktor Internal

Faktor internal adalah faktor yang muncul baik dari dalam diri seseorang, maupun dari pola asuh yang diterapkan di suatu keluarga. Berikut ini faktor internal yang memengaruhi kepribadian seseorang, antara lain:

Faktor genetik. Faktor genetik atau yang diturunkan dari riwayat keluarga dapat memengaruhi bentuk tubuh seseorang melalui DNA. Selain itu, perilaku dan karakteristik seseorang juga dapat terpengaruh meskipun hal tersebut tidak 100 persen identik. Umumnya, penurunan sikap secara genetik terlihat dari kecil. Faktor gen memengaruhi seseorang bertindak, menaati peraturan atau cara seseorang menyikapi masalah yang sedang dihadapinya. Selain itu, IQ dan kecerdasan psikis dipengaruhi oleh faktor genetik.

Pola asuh orangtua. Peran orangtua dibutuhkan dalam pembentukan kepribadian dan moral seorang anak. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Jenae Neiderhiser, Profesor Psikologi dari Penn State University, mengatakan semua anak berpotensi untuk mewarisi perilaku baik maupun buruk dari orangtuanya. Untuk itu, seharusnya anak harus diawasi dan diberikan bimbingan dalam pembentukan karakternya. Anak juga memiliki kecenderungan untuk melakukan imitasi terhadap tingkah laku orangtuanya. Alasan utamanya karena orangtua adalah orang terdekat yang paling dikenal seorang anak. Hal tersebut memengaruhi kepribadian anak, jika orangtua memberikan contoh yang tidak baik kepada anak mereka.

Baca juga: Efek Gundala Putra Petir, Bukti Manusia Suka Superhero Sejak Bayi

  1. Faktor Eksternal

Selain faktor genetika bisa memengaruhi pembentukan kepribadian seseorang, faktor eksternal nyatanya juga memegang peranan penting. Faktor eksternal, seperti pengaruh lingkungan dan pola didik orangtua berperan dalam pembentukan kepribadian anak, contohnya adalah tokoh Pengkor dalam film Gundala. Karakter tersebut tidak secara tiba-tiba menjadi antagonis. Diceritakan bahwa Pengkor adalah anak yatim piatu yang sejak kecil menerima perlakuan tidak menyenangkan dari sekitarnya. Perlakuan tersebut membuat Pengkor berniat untuk menciptakan tatanan sosial sesuai versinya sendiri dengan membuat kekacauan dalam masyarakat. Pengkor merasa bahwa tatanan sosial yang terjadi pada masyarakat terasa tidak adil dan buruk. Hal ini membuktikan bahwa kepribadian seseorang dapat berubah jika mengalami trauma berat. Faktor lingkungan mampu mengubah kepribadian, naluri, dan sikap seseorang. Kepribadian yang dimiliki oleh seseorang belum tentu disebabkan murni oleh faktor genetik. 

Jadi, sampai saat ini belum ada penemuan mengenai serum amoral yang dapat mengubah kepribadian seseorang melalui rekayasa genetik. Kepribadian seseorang adalah sesuatu yang diwariskan dari faktor genetik namun dapat bersifat fluktuatif dan berubah karena faktor lingkungan atau pergaulan. Setiap orang memiliki kepribadian yang unik, untuk itu tumbuh kembang anak harus diperhatikan secara seksama dan dukungan dari orangtua penting untuk dilakukan.

Jika kamu masih bingung dan kurang yakin apakah gaya pola asuh kamu sudah benar atau tidak, jangan ragu untuk berdiskusi dengan psikolog anak lewat aplikasi Halodoc. Mudah saja, diskusi dengan psikolog anak yang kamu inginkan dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!

Referensi:
www.psychologytoday.com. Diakses pada 2019. Is Humanity's "Moral Sense" Inherited or Nurtured?
www.sciencedaily.com. Diakses pada 2019. Some personal beliefs and morals may stem from genetics