Setelah Minum Obat, Mengapa Muncul Tanda Alergi?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
 tanda alergi obat, tanda alergi

Halodoc, Jakarta - Pernah melihat seseorang mengalami mata yang sangat bengkak setelah mengonsumsi obat-obatan tertentu? Kondisi ini disebut dengan alergi obat. Alergi obat yang dialami oleh seseorang akan memengaruhi mereka dengan cara yang berbeda. Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasannya!

Baca juga: Apa Saja Tanda Alergi Obat Antibiotik & Bagaimana Penanganannya?

Alergi Obat, Apakah Itu?

Alergi obat merupakan reaksi berlebihan dari sistem kekebalan tubuh terhadap obat yang dikonsumsi. Reaksi ini muncul ketika sistem kekebalan tubuh menganggap zat tertentu dalam obat sebagai zat yang dapat membahayakan tubuh. 

Mengapa Muncul Tanda Alergi Setelah Minum Obat?

Reaksi tubuh pada alergi obat biasanya tidak akan muncul langsung saat menggunakan obat. Reaksi alergi obat biasanya akan muncul secara bertahap, seiring dengan sistem kekebalan tubuh yang membangun antibodi guna melawan obat tersebut. 

Kemudian, antibodi ini akan mendeteksi dan menyerang obat tersebut. Nah, saat inilah gejala-gejala alergi obat muncul. sebagian besar pengidap kondisi ini hanya mengalami gejala ringan dan dapat mereda dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari setelah penggunaan obat dihentikan.

Alergi obat dapat ditandai dengan beberapa hal berikut, antara lain gatal dan ruam pada kulit, hidung berlendir, batuk-batuk, sesak napas, demam, pembengkakan pada daerah tubuh tertentu, mata terasa gatal dan berair, napas pendek, serta bentol-bentol pada kulit yang terasa gatal.

Baca juga: Ternyata Hal-Hal Ini Bisa Meningkatkan Risiko Alergi Obat

Alergi obat yang gejalanya dibiarkan begitu saja, dapat membuat gejala menjadi bertambah parah, bahkan gejala parah yang timbul dapat membahayakan nyawa pengidapnya. Gejala alergi obat yang masuk ke dalam tahapan yang lebih serius, antara lain:

  • Demam tinggi.

  • Rasa tidak nyaman karena sensasi panas dan gatal pada kulit.

  • Bagian daging pada area yang gatal akan terlihat melepuh.

  • Bagian luar kulit akan mengelupas.

  • Ruam dan rasa gatal menjalar ke mulut, mata, dan alat kelamin.

Jika gejala-gejala di atas sudah muncul, berarti alergi obat yang kamu alami sudah dalam fase parah. Segera cari bantuan medis terdekat jika kamu mengalaminya, karena reaksi serius pada gejala dapat mempengaruhi tekanan darah dan pernapasan.

Apa Saja Faktor Risiko Terjadinya Alergi Obat?

Tidak semua orang akan mengalami reaksi alergi obat. Namun, ada beberapa faktor risiko yang dapat memicu seseorang mengalami alergi obat. Beberapa faktor risiko tersebut, antara lain:

  • Penggunaan obat secara sembarangan tanpa resep dari dokter.

  • Penggunaan obat yang sama secara berulang.

  • Penggunaan obat dalam waktu jangka panjang.

  • Penggunaan obat dengan dosis yang tinggi.

  • Risiko seseorang mengalami alergi obat akan lebih tinggi ketika salah satu keluarga mempunyai alergi terhadap obat-obatan tertentu.

  • Mengidap alergi jenis lain, seperti alergi makanan.

  • Mengidap penyakit yang menyebabkan turunnya sistem imunitas tubuh, seperti HIV.

Baca juga: Efek Samping Konsumsi Obat Antibiotik dalam Waktu Lama

Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan tubuh dengan pola makan yang baik dan gaya hidup sehat. Jika kamu sakit, lebih baik memberi tahu dokter atau tenaga medis lain tentang riwayat alergi terhadap suatu jenis obat yang kamu alami, sebelum kamu mengonsumsi suatu obat.

Jika kamu merasakan gejala alergi obat pada dirimu, lebih baik langsung diskusikan dengan dokter, ya! Untuk lebih jelasnya, kamu bisa berdiskusi langsung dengan membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihanmu melalui Halodoc. Yuk,  download aplikasinya segera!