16 December 2017

Apa Saja Tanda Alergi Obat Antibiotik & Bagaimana Penanganannya?

Apa Saja Tanda Alergi Obat Antibiotik & Bagaimana Penanganannya?

Halodoc, Jakarta – Salah satu obat yang tidak asing di telinga masyarakat adalah antibiotik. Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk membunuh bakteri penyebab infeksi. Biasanya orang yang diharuskan meminum obat antibiotik adalah mereka yang sedang mengidap infeksi tenggorokan, infeksi telinga, infeksi saluran kemih, atau infeksi sinus. Mengonsumsi antibiotik berguna agar infeksi yang diidapnya bisa sembuh. Obat antibiotik sendiri terdiri dari berbagai macam jenis dengan kegunaan dan cara kerja yang berbeda. Maka dari itu sebelum meminum obat antibiotik, kamu harus memastikan jika kamu tidak memiliki riwayat alergi obat antibiotik jenis tersebut.

Tanda Alergi Obat Antibiotik
Seseorang bisa mengidap alergi obat antibiotik setelah ia mengonsumsi obat antibiotik tertentu dengan memunculkan berbagai gejala yang beragam. Biasanya gejala akibat alergi obat antibiotik terbagi menjadi dua yakni gejala ringan dan gejala serius. Untuk gejala ringan yang bisa dirasakan adalah kulit menjadi merah, terasa gatal, kering, dan bengkak.

Sementara reaksi alergi obat antibiotik yang lebih serius, bisa menyebabkan kulit seseorang menjadi melepuh, mengelupas, gangguan penglihatan, dan pembengkakan yang lebih parah pada bagian tubuh tertentu, seperti kelopak mata, bibir, disertai dengan rasa gatal. Selain itu akibat serius dari alergi obat antibiotik yakni menyebabkan reaksi anafilaksis pada pengidap yang ditandai dengan sesak napas, kesemutan, peningkatan detak jantung, hingga jatuh pingsan.

Mengatasi Alergi Obat Antibiotik
Salah satu cara yang biasa dilakukan oleh dokter untuk mengetahui alergi antibiotik yang diidap seseorang adalah dengan melihat obat-obatan apa saja yang sedang kamu konsumsi dan memeriksa riwayat keluhan yang terjadi. Bila sudah diketahui penyebab alergi obat yang kamu alami, langkah yang bisa kamu ambil adalah menghentikan pemberian antibiotik tersebut dan menggantinya dengan jenis antibiotik lain yang tidak memicu timbulnya reaksi alergi. Berikut ini 3 obat-obatan yang biasanya diberikan oleh dokter untuk menangani reaksi alergi:

1.  Antihistamin
Obat ini diberikan bertujuan untuk mengurangi ataupun menghentikan rasa gatal, ruam, dan bersin yang ditimbulkan akibat alergi obat antibiotik. Salah satu efek samping dari pemberian obat antihistamin yakni munculnya rasa kantuk dan sulit konsentrasi. Maka dari itu ketika sedang berkendara jangan mengonsumsi obat ini. Selain itu efek samping konsumsi antihistamin lainnya yakni mual dan muntah, mulut menjadi kering, gelisah, sulit buang air kecil, dan penglihatan kabur.

2.  Epinephrine
Untuk obat yang satu ini biasanya berguna untuk mengatasi alergi antibiotik yang menyebabkan seseorang mengalami reaksi anafilaksis. Epinephrine diberikan untuk membantu pengidap alergi obat bernapas dan meningkatkan tekanan darah. Injeksi Epinephrine biasanya diberikan pada otot, seperti pada sisi luar paha. Harap diperhatikan ketika ingin memberikan Epinephrine kepada pengidap yang memiliki riwayat sakit jantung, tekanan darah tinggi, asma, penyakit Parkinson, depresi, kelenjar tiroid atau adrenal, dan diabetes yang tidak terkontrol.

3.  Kortikosteroid
Sementara untuk pemberian kortikosteroid berguna untuk mengatasi peradangan akibat reaksi alergi yang lebih serius. Efek samping yang bisa ditimbulkan seperti nafsu makan yang meningkat, perubahan mood, dan sulit tidur. Namun bila kamu mengonsumsi obat ini dengan dosis yang rendah dan kurun waktu yang singkat sesuai dosis anjuran dokter, ketiga efek samping tersebut tidak akan terjadi.


Bila kamu sedang mengonsumsi obat antibiotik dan dalam pemakaiannya muncul tanda alergi obat antibiotik seperti yang disebutkan di atas, segera tanyakan pada dokter untuk segera diberikan penanganan. Bila perlu, jika kamu diberikan antibiotik oleh dokter, sebaiknya kamu informasikan riwayat alergi yang pernah kamu alami pada dokter untuk menghindari reaksi alergi muncul kembali.

Untuk menanyakan masalah alergi obat antibiotik atau masalah kesehatan lainnya, kamu bisa percayakan pada aplikasi kesehatan Halodoc. Untuk berdiskusi bersama pilihan ribuan dokter ahli yang terpercaya, kamu bisa memanfaatkan metode chat, voice call, atau video call. Kamu pun bisa membeli kebutuhan medis seperti vitamin atau suplemen di Halodoc yang akan sampai hanya dalam waktu 1 jam, sehingga tidak perlu lagi repot keluar rumah untuk pergi ke apotek. Download aplikasi Halodoc, di App Store atau Google Play sekarang.

BACA JUGA: Jangan Anggap Remeh Alergi, Waspadai Gejala-gejalanya