Si Kecil Mengidap Autisme, Ibu Harus Apa?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Si Kecil Mengidap Autisme, Ibu Harus Apa?

Halodoc, Jakarta - Dikaruniai anak dengan kondisi istimewa, seperti autisme misalnya, merupakan tantangan bagi orangtua. Bukan apa-apa, pasalnya setiap orangtua tentu menginginkan anaknya tumbuh dan berkembang selayaknya anak-anak seusianya. Sementara anak dengan autisme biasanya akan mengalami kesulitan untuk berkomunikasi dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Hal inilah yang kemudian memunculkan rasa cemas di benak orangtua.

Padahal, sebenarnya Si Kecil bisa kok tumbuh dan memiliki kemampuan yang setara dengan teman-temannya. Namun, hal ini tentu tidak mudah dan memerlukan usaha dan ketelatenan orangtua dalam mendampingi setiap langkah perkembangannya. Beberapa tips berikut mungkin bisa dicoba orangtua untuk membantu anak dengan autisme bisa memiliki kehidupan sosial yang normal.

Baca juga: Kenali Ciri-ciri Autisme Pada Anak Sedini Mungkin

1. Kenalkan Segala Bentuk Emosi

Anak dengan autisme bukannya tidak mengerti emosi atau bahkan tak memiliki emosi sama sekali. Mereka tetap bisa marah, sedih, dan senang. Namun, mereka tak tahu bagaimana cara mengungkapkan perasaan mereka pada orang lain dengan tepat. Oleh sebab itu, pelajaran pertama yang harus diberikan adalah mengajarinya memahami berbagai emosi yang ada.

Ibu bisa gunakan alat peraga agar hal ini menjadi pelajaran yang menyenangkan. Misalnya dengan menggunakan biskuit dan menghiasinya dengan krim cokelat atau permen di atasnya, menyerupai wajah dan ekspresi manusia. Buat wajah orang dengan berbagai emosi, seperti marah, sedih, tersenyum dan kemudian diskusikan dengan Si Kecil.

Ibu juga bisa menggunakan karakter kartun kesukaan sang buah hati. Saat ia menonton kartu kesukaannya, coba tanyakan padanya emosi apa yang ditunjukkan oleh karakter kartun yang ia tonton tersebut. Setelah itu, jelaskan padanya, kapan dan dalam kondisi seperti apa saja, emosi-emosi tersebut akan muncul.

2. Bermain Peran

Untuk melatih kemampuan sosialnya, ibu bisa mengajak Si Kecil bermain peran. Ciptakanlah berbagai situasi yang mungkin akan anak alami nanti. Mulailah untuk membentuk suatu kondisi dan kemudian diskusikan dengan Si Kecil apa saja yang harus ia lakukan dan bagaimana caranya.

Baca juga: Anak Lebih Rentan Terkena Autisme Jika Ibu Mengidap Diabetes

Misalnya, kondisikan bila Si Kecil memiliki satu kue sementara ada satu orang temannya saat itu. Lalu, tanyakan padanya apa yang harus ia lakukan. Buat ia mengerti dan jelaskan bagaimana ia harus bersikap. Tentu hal ini harus terus-menerus dilakukan dan selalu mencoba dengan kondisi serta situasi yang berbeda pula. Dengan begini, sang buah hati akan semakin tahu bagaimana ia harus bersikap di depan teman-temannya.

3. Pastikan Asupan Nutrisi Anak Selalu Cukup

Dalam mengajarkan tentang sosialisasi, fokus utamanya memang adalah mendidik dan membantu sang buah hati belajar bersosialisasi dan berkomunikasi. Namun, salah satu faktor yang tak kalah penting untuk dilakukan adalah memberikan Si Kecil makanan sehat nan bernutrisi tinggi.

Beberapa makanan yang baik untuk dikonsumsi oleh anak dengan autisme yaitu makanan yang mengandung lemak omega 3 yang tinggi seperti ikan tuna dan salmon. Selain itu perbanyak makanan yang mengandung vitamin serta mineral yang tinggi, contohnya pada buah-buahan dan sayuran.

Baca juga: Inilah Jenis Olahraga yang Baik untuk Anak Autisme

Itulah sedikit penjelasan tentang bagaimana cara orangtua menghadapi anak dengan autisme. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!