Si Kecil Nempel Terus pada Ibu, Begini Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
agar anak tidak terus menempel pada ibu

Halodoc, Jakarta - Orangtua merupakan sosok yang menjadi pembentuk karakter anak. Memantau tumbuh kembang anak setiap harinya merupakan kewajiban dari kedua orangtua. Saat anak tumbuh ceria, sehat, dan memiliki kemampuan perkembangan yang baik, orangtua akan merasa sangat bahagia tentunya. Namun, mengapa Si Kecil umumnya memiliki ikatan emosional yang lebih besar pada sang ibu?

Baca juga: Bagaimana Tahap Tumbuh Kembang Anak yang Ideal?

Hal tersebut terjadi karena adanya ikatan psikologis dan biologis yang dirasakan anak kepada ibunya. Hubungan yang terjadi ini akan memengaruhi pertumbuhan otak, hormon pertumbuhan, serta kesehatan secara fisik maupun mental. Pentingnya peran seorang ibu, ibu harus menjadi yang pertama dalam mendukung tumbuh kembang Si Kecil dengan berbagai cara.

Nah, dengan ikatan emosional yang berlebihan, Si Kecil otomatis akan terus-menerus menempel pada sang ibu. Apalagi, Si Kecil yang belum bisa berjalan, mereka akan selalu membutuhkan ibu di sampingnya. Lalu, bagaimana cara agar Si Kecil tidak terus-menerus menempel pada ibu seiring dengan tumbuh kembangnya? Begini cara mengatasinya.

  • Jangan Terbiasa Menggendong Si Kecil

Si Kecil akan membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan suatu hal, termasuk untuk berhenti digendong. Dengan sering menggendongnya, Si Kecil akan terlatih manja dan tidak bisa lepas dari ibu. Cobalah untuk menggunakan bantuan stroller saat bepergian. Ikatan ibu dan Si Kecil masih dapat terjalin saat menyusui. Jadi, jangan terlalu khawatir ya, bu.

  • Pastikan Si Kecil Merasa Kenyang

Si Kecil yang rewel dan terus menerus menempel pada ibu biasanya sedang merasakan lapar atau haus. Jika ibu ingin melatih Si Kecil agar tidak manja, pastikan Si Kecil dalam keadaan kenyang dan waktu tidur yang cukup.

Baca juga: Orangtua Perlu Tahu, Idealnya Pertumbuhan Anak Usia 2 Tahun

  • Alihkan Perhatian Si Kecil 

Mengalihkan perhatian Si Kecil dapat ibu lakukan dengan mainan yang dimilikinya, atau ibu bisa meminta orang di rumah untuk mengajaknya bermain agar Si Kecil tidak selalu fokus dengan ibu. Jangan khawatir, Si Kecil memang akan menangis ketika melihat ibu pergi, tetapi ia akan kembali bermain.

  • Buat Si Kecil Tertawa Gembira

Buat Si Kecil tertawa gembira dengan memeluk dan mencium ketika berpamitan untuk pergi. Ajak ia bercanda dengan melambai-lambaikan tangan saat hendak pergi. Dengan begitu, Si Kecil akan tertawa gembira dan tidak menghiraukan ketika ibu pergi.

  • Jangan Pergi dengan Mengendap-Endap

Cara ini akan membuat Si Kecil menangis ketika menyadari kalau ibunya pergi. Sebaiknya, ibu memberi pengertian kepada Si Kecil beberapa menit sebelum ibu pergi. Jadi, Si Kecil tidak akan panik ketika melihat ibu tidak ada disisinya. 

  • Biasakan Si Kecil untuk Mandiri

Hal yang satu ini dapat ibu lakukan dengan membiarkan Si Kecil bermain sendiri dengan mainannya atau di halaman rumah. Bermain sendiri dengan bebas merupakan salah satu cara agar Si Kecil tidak melulu nempel dengan ibu.

Baca juga: Mitos dan Fakta Seputar Pertumbuhan Anak yang Perlu Diluruskan

Sebenarnya, menghilangkan kebiasaan Si Kecil yang terus menempel dengan ibu bukan hal yang susah dilakukan. Ibu hanya perlu sedikit lebih “tega” untuk membiarkan Si Kecil jauh dari ibu. Jika ibu sedikit “tega”, maka cara-cara tersebut akan mudah dilakukan, dan tidak memerlukan waktu yang lama. Jika ibu menemukan kendala, silahkan diskusikan langsung dengan dokter anak di aplikasi Halodoc. Biasanya, dokter akan menemukan saran yang lebih baik untuk ibu lakukan.

Referensi:

WebMD. Diakses pada 2019. Know When to Hold'em.

Today’s Parent. Diakses pada 2019. How to Handle Your Toddler's "Carry Me" Phase.