Sindrom Asperger Beda dengan Autisme, Ini Penjelasannya

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Sindrom Asperger Beda dengan Autisme, Ini Penjelasannya

Halodoc, Jakarta - Coba tebak kira-kira berapa jumlah anak-anak yang mengidap autisme di seluruh dunia? Menurut data dari WHO, autisme terjadi pada 1 dari 160 anak di seluruh dunia. Cukup banyak, bukan?

Autisme sendiri merupakan gangguan perkembangan otak, yang memengaruhi kemampuan seseorang dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Selain itu, pengidapnya juga akan mengalami gangguan perilaku dan membatasi minat pengidapnya.

Berbicara autisme rasanya juga bersinggungan dengan sindrom Asperger. Bahkan, banyak orang mengira kalau kedua kondisi ini serupa. Padahal, bila ditelisik lebih jauh, terdapat perbedaan di antara kedua.

Lantas, apa sih bedanya autisme dengan sindrom asperger? 

Baca juga:  4 Jenis Autis yang Perlu Diketahui

Sindrom Asperger Tak Memiliki Kesulitan dalam Belajar

Meski ciri-ciri yang ditunjukkan pengidapnya mirip dengan gejala autisme, tetapi sindrom Asperger berbeda dengan autisme. Sindrom Asperger ini sendiri merupakan gangguan neurologis yang masuk ke dalam golongan gangguan spektrum autisme. 

Pengidap sindrom Asperger memiliki perbedaan dengan spektrum autisme lainnya, contohnya gangguan autistik. Pengidap gangguan autistik biasanya mengalami kemunduran kecerdasan (kognitif) dan penguasaan bahasa. Sedangkan pengidap sindrom Asperger lain lagi ceritanya. 

Seseorang yang mengidap sindrom Asperger tak mengalami kesulitan dalam belajar, berbahasa, atau memproses informasi. Mereka biasanya justru menunjukkan kecerdasan di atas rata-rata. Misalnya, cepat menguasai kosakata atau bahasa baru, bahan mampu menghafal berbagai hal dengan detail. Meski begitu, mereka bisa kelihatan canggung saat berkomunikasi atau berinteraksi dengan orang-orang disekitarnya. 

Dalam kebanyakan kasus, sindrom Asperger ini dialami anak-anak, dan bisa bertahan hingga mereka dewasa. Sayangnya, hingga saat ini obat untuk mengatasi penyakit ini belum ditemui. Namun, sindrom Asperger yang ditangani sejak dini, bisa membantu pengidapnya untuk hidup dengan lebih baik. Misalnya, meningkatkan potensi dan kemampuan diri dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain. 

Lalu, bagaimana dengan gejalanya? 

Baca juga: Ibu Harus Tahu, Inilah Penyebab Autisme pada Anak

Sama-Sama Sulit Berinteraksi

Sebenarnya sindrom Asperger memiliki gejala yang tak begitu berat ketimbang jenis penyakit autisme lainnya. Nah, berikut ini beberapa gejala yang umumnya dialami pengidap sindrom Asperger. 

  • Sulit berinteraksi;

  • Kurang peka;

  • Gangguan motorik;

  • Gangguan fisik atau koordinasi;

  • Kurang peka terhadap keadaan sekitar;

  • Tidak ekspresif; dan

  • Obsesif dan kurang menyukai perubahan.

Nah, andaikan Si Kecil menunjukkan gejala di atas, cobalah temui dokter untuk diagnosis lebih lanjut. Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc.

Lantas bagaimana dengan gejala autisme?

Baca juga: Si Kecil Mengidap Autisme, Ibu Harus Apa?

Berbicara ciri-ciri autisme tak hanya menyoal satu-dua hal saja. Sebab masalah yang satu ini bisa ditandai oleh berbagai tanda. Misalnya, sekitar 25–30 persen anak dengan autisme kehilangan kemampuan berbicara, meski mereka mampu berbicara saat kecil. Sedangkan 40 persen anak dengan autisme, tak berbicara sama sekali. 

Ciri-ciri autisme juga bisa ditandai dengan:

  • Lebih senang menyendiri, seperti ada di dunianya sendiri;

  • Tak bisa memulai atau meneruskan percakapan, bahkan hanya untuk meminta sesuatu;

  • Sering menghindari kontak mata, dan kurang menunjukkan ekspresi;

  • Nada bicaranya tidak biasa, misalnya datar;

  • Menghindari dan menolak kontak fisik dengan orang lain;

  • Enggan berbagi, bermain, atau berbicara dengan orang lain;

  • Sering mengulang kata (echolalia), tetapi tak memahami penggunaannya secara tepat; dan

  • Cenderung tak memahami pertanyaan atau petunjuk sederhana. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!