Stres Bisa Perdalam Kerutan di Wajah

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Stres Bisa Perdalam Kerutan di Wajah

Halodoc, Jakarta - Stres dapat memengaruhi seluruh tubuh kamu, mulai dari rambut, kuku, dan kulit. Banyak pendapat yang mengatakan bahwa terlalu sering stres apalagi jika dipendam sendirian, dapat menyebabkan kerutan. Bahkan dalamnya kerutan sering berkaitan dengan tingkat stres yang dialami. Benarkah demikian?

Keriput merupakan bagian alami dari proses penuaan. Keriput paling terlihat pada kulit yang terpapar sinar matahari, seperti wajah, leher, tangan, dan lengan bawah. Stres menjadi penyebab psikologi munculnya penuaan atau keriput pada kulit wajah, namun jangan lupakan juga bahwa sering terpapar sinar matahari juga menjadi penyebab utama munculnya keriput dan penuaan dini.

Baca juga: Hilangkan Stres dengan Meditasi

Faktor-faktor lainnya yang menyebabkan munculnya kerutan pada kulit wajah, di antaranya:

  • Usia. Seiring bertambahnya usia, kulit kamu secara alami menjadi kurang elastis dan lebih rapuh. Penurunan produksi minyak alami membuat kulit jadi kering dan tampak lebih keriput. Lemak pada lapisan kulit yang lebih dalam berkurang. Hal ini menyebabkan kulit mengendur, muncul garis dan celah yang lebih jelas. 

  • Paparan sinar ultraviolet (UV). Radiasi ultraviolet, yang mempercepat proses penuaan secara alami adalah penyebab utama kerutan dini. Paparan sinar UV memecah jaringan ikat kulit, serat kolagen dan elastin, yang terletak pada lapisan kulit yang lebih dalam (dermis). Tanpa jaringan ikat yang mendukung, kulit kehilangan kekuatan dan fleksibilitas. Kulit kemudian mulai melorot dan berkerut sebelum waktunya.

  • Merokok. Merokok mempercepat proses penuaan normal pada kulit kamu dan berkontribusi pada keriput. Hal ini terjadi karena perubahan pasokan darah ke kulit kamu. 

  • Ekspresi wajah berulang. Gerakan dan ekspresi wajah seperti menyipit atau tersenyum menyebabkan garis-garis halus dan kerutan. Setiap kali kamu menggunakan otot wajah, bentuk alur di bawah permukaan kulit akan muncul. Seiring bertambahnya usia kulit, kulit kehilangan kelenturannya dan tidak lagi dapat bangkit kembali. Alur ini kemudian menjadi fitur permanen pada wajah. 

Kamu tidak inginkan memiliki kerutan di usia muda? Untuk mengatasinya, kamu dapat berdiskusi pada dokter spesialis kulit melalui aplikasi Halodoc tentang bagaimana mencegah atau meringankan dampak kerutan pada kulit. Beberapa cara ini bisa dilakukan untuk meringankan efek stres pada kulit. Stres memang tidak dapat dihindari sepenuhnya, namun tetap ada cara untuk menanganinya dengan pendekatan berikut ini:

  1. Jangan abaikan perawatan kulit. Jaga kulit kamu meski sedang lelah atau stres.

  2. Luangkan waktu bagi diri untuk melakukan sesuatu yang kamu sukai, bahkan jika kamu hanya memiliki waktu 10 menit. Kamu bisa mandi, membaca buku atau berjalan-jalan di sekitar rumah. 

  3. Latihlah teknik manajemen stres, seperti latihan pernapasan, yoga, meditasi, atau citra visual. 

  4. Tidur yang cukup. Sebaiknya tujuh hingga 8 jam setiap malam.

  5. Berani katakan ‘tidak’. Tidak apa-apa menetapkan batasan untuk menurunkan stres kamu. 

  6. Berbicaralah dengan seseorang. Curhatlah pada sahabat, keluarga, atau bahkan terapis profesional untuk mencari dukungan. 

Baca juga: Keriput Juga Bisa Terjadi Di Usia Muda

Selain memanajemen stres, kamu juga perlu melindungi kulit wajah dari sinar matahari. Lindungi kulit kamu dan cegah keriput dengan membatasi paparan sinar matahari dengan mengenakan pakaian pelindung, tabir surya, pelembap wajah, menghindari merokok dan asap rokok, serta melakukan pola makan yang sehat. 

Referensi:

Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Wrinkles. 

WebMD. Diakses pada 2019. Effects of Stress on Your Skin.