12 October 2018

Suka Olahraga Tanpa Pemanasan? Hati-Hati dengan Efek Cedera Tendinitis

Suka Olahraga Tanpa Pemanasan? Hati-Hati dengan Efek Cedera Tendinitis

Halodoc, Jakarta – Tendinitis adalah peradangan pada tendon yang terjadi ketika seseorang melakukan gerakan berlebihan sehingga melukai tendon. Tendinitis biasa terjadi saat berolahraga yang salah satunya dikarenakan kurang pemanasan.

Tendon sendiri adalah jaringan yang menghubungkan otot ke tulang. Tendon bersifat fleksibel, kuat, berserat, dan dapat menahan ketegangan. Tendinitis umumnya menyerang siku, pergelangan tangan, jari, paha, dan bagian lain dari tubuh.

Tendinitis dapat terjadi pada semua usia, tetapi lebih sering terjadi ke orang dewasa yang melakukan olahraga tanpa pemanasan ataupun berlebihan. Orang yang lebih tua juga rentan mengalami situasi ini, karena tendon cenderung kehilangan elastisitas dan menjadi lemah seiring bertambahnya usia.

Jenis Tendinitis

Jenis ataupun tipe tendinitis biasanya disesuaikan dengan area tubuh yang terkena. Berikut adalah jenis-jenis tendinitis yang perlu untuk diketahui:

1. Achilles Tendinitis

Tendon achilles berada di antara tumit dan otot betis. Achilles tendinitis adalah cedera olahraga umum yang disebabkan oleh pemakaian sepatu yang tidak pas sehingga posisinya tidak benar menopang kaki. Kondisi ini sering terjadi pada orang yang mengidap penyakit rematik (rheumatoid arthritis).

2. Supraspinatus Tendinitis

Tendon supraspinatus adalah situasi di mana tendon di sekitar bagian atas sendi bahu menjadi meradang yang menyebabkan rasa sakit ketika lengan digerakkan, terutama ke atas. Sebagian pengidap mungkin merasa akan sakit saat berbaring dengan posisi tidur yang menekan bahu.

3. Epicondilitis

Epikondilitis adalah nyeri pada sisi dalam siku, dan ini lebih sering terjadi pada pegolf. Nyeri akan terasa lebih akut saat mencoba mengangkat benda. Rasa sakit akan menusuk sampai ke pergelangan tangan.

4. De Quervain's Tenosynovitis

Kondisi nyeri sakit tendinitis jenis ini terjadi ketika selubung yang mengelilingi tendon ibu jari, di antara ibu jari dan pergelangan tangan menjadi meradang. Dengan selubung yang menebal dan pembengkakan di area tersebut, akan terasa sakit untuk menggerakkan jempol.

5. Tendinitis Pergelangan Tangan

Umumnya, jenis cedera tendinitis ini dialami oleh pemain bulutangkis ataupun para pekerja yang berulang kali menggunakan gerakan yang sama di pergelangan tangannya.

Gejala yang mempengaruhi jenis-jenis tendinitis ini kurang lebih sama termasuk nyeri yang memburuk pada setiap gerakan, sensasi tendon bergerak atau berderit saat bergerak, serta bagian yang mengalami tendinitis membengkak, panas, dan kemerahan. Selain itu, ditemukan benjolan di sepanjang tendon dan terdapat celah di garis tendon yang diiringi kesusahan pergerakan. Gejala-gejala tendinitis yang disebutkan ini dapat berlangsung sampai sebulan tergantung tingkat keparahan.

Ada beberapa risiko ataupun situasi yang bisa meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami tendinitis mulai dari:

1. Mengalami cedera mendadak seperti salah mengangkat barang, tergesa-gesa bangun setelah sebelumnya duduk, ataupun pergerakan yang dilakukan secara tiba-tiba.

2. Pengulangan gerakan secara intens yang terjadi pada orang yang aktif berolahraga. Hal inilah yang membuat pemanasan dan waktu rehat adalah hal yang semestinya dilakukan. Tujuannya, agar tubuh bisa mempersiapkan diri ataupun mengambil jeda sebelum melakukan kegiatan inti.

3. Profesi tertentu seperti olahragawan juga rentan mengalami cedera ini.

4. Pertambahan usia dimana elastisitas dan fleksibilitas otot yang berkurang membuat mereka yang berusia 40 tahun ke atas harus waspada terhadap tendinitis.

5. Kondisi penyakit tertentu seperti diabetes dan penyakit rematik (rheumatoid arthritis) dapat lebih mungkin mengembangkan tendinitis.

Kalau kamu ingin mengetahui lebih banyak mengenai gejala atau penyebab tendinitis atau informasi kesehatan lainnya terkait olahraga yang benar ataupun jenis cedera otot dan ligamen lainnya, tanyakan saja langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Hubungi Dokter, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Baca juga: