01 November 2018

Susah Buang Air Kecil, Mungkin Kena Penyakit Ini

Susah Buang Air Kecil, Mungkin Kena Penyakit Ini

Halodoc, Jakarta – Apakah kamu sedang mengalami susah buang air kecil? Mulai dari sensasi rasa sakit yang mengiringi saat berkemih sampai intensitas yang terlalu sering. Ketika kedua situasi tersebut sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, maka besar kemungkinan kamu mengidap penyakit tertentu.

Masing-masing penyakit memiliki gejala dan penanganan yang berbeda. Untuk mengetahui lebih pasti mengenai perawatannya, berikut adalah jenis-jenis penyakit yang memicu susah buang air kecil:

  1. Pembesaran Prostat

Menurut National Association for Continence, seiring pertambahan usia banyak pria mengembangkan prostat jinak. Ketika mengalami pembengkakan, kelenjar prostat memberikan tekanan pada uretra prostat. Tekanan ini membuat pria yang mengidap penyakit prostat ini susah buang air kecil serta mempertahankan aliran urine.

  1. Gangguan Sistem Saraf dan Kerusakan Saraf

Saraf yang rusak atau terkena penyakit tertentu dapat mengganggu aliran urine. Kerusakan saraf bisa diakibatkan oleh kecelakaan, stroke, persalinan, diabetes, infeksi otak, ataupun sumsum tulang belakang. Multiple sclerosis dan gangguan sistem saraf lainnya juga dapat menyebabkan kerusakan saraf yang berakibat pada susah buang air kecil.

  1. Infeksi

Prostatitis cukup umum pada pria. Ini adalah peradangan kelenjar prostat yang bisa disebabkan oleh infeksi. Kondisi ini bisa menyebabkan prostat membengkak dan menekan uretra sehingga menyebabkan jalannya urine menjadi tersendat. Infeksi saluran kemih dan infeksi menular seksual juga dapat menyebabkan masalah ketika berkemih pada pria dan wanita.

  1. Batu Kandung Kemih

Batu kandung kemih biasanya berkembang ketika kandung kemih tidak kosong sepenuhnya, sehingga urine membentuk kristal. Pembesaran kelenjar prostat, kondisi saraf yang rusak, peradangan, dan penggunaan alat kesehatan seperti kateter juga dapat menyebabkan batu kandung kemih.

  1. Diabetes

Pengidap diabetes tipe 2 akan sering buang air kecil. Ini dikarenakan volume gula yang menumpuk di aliran darah yang membuat ginjal harus bekerja lebih keras untuk menghilangkan kelebihan gula tersebut. Semakin sering kamu buang air kecil, maka semakin besar juga rasa haus yang kamu rasakan. Akibatnya, kamu minum lebih banyak cairan.

  1. Batu Ginjal

Batu ginjal kecil merupakan benda keras yang terbuat dari mineral yang terbentuk di dalam ginjal. Banyak pemicu munculnya batu ginjal mulai dari kurang minum air putih, obesitas, konsumsi obat-obatan tertentu yang bersifat diuretik, terlalu banyak mengonsumsi protein dan sedikit serat, dan lain-lain.

Ketika penumpukan batu ginjal keluar melalui saluran uretra dapat menyebabkan masalah saat buang air kecil, seperti intensitas berkemih yang meningkat, nyeri hebat di satu sisi atau kedua punggung, nyeri saat berkemih, urine berwarna merah muda/merah/cokelat, dan air seni berbau busuk dan tersendat-sendat.

  1. Inkontinensia Urine

Jika kamu tidak bisa mengontrol keluarnya air seni itu artinya kamu mengalami inkontinensia urine (UI). Ada beberapa jenis kondisi ini:

Inkontinensia Stres

Ini terjadi ketika otot-otot yang mengontrol keluarnya urine melemah sehingga kamu bisa saja buang air kecil tanpa disadari ketika berolahraga, berjalan, membungkuk, bersin, batuk, ataupun mengangkat sesuatu yang berat.

Kandung kemih terlalu aktif

Otak menyuruh kandung kemihmu untuk kosong bahkan ketika tidak perlu. Ini menyebabkan kamu merasa seperti tiba-tiba harus berkemih

Overflow Incontinence

Ini terjadi ketika tubuh membuat lebih banyak urine daripada yang bisa ditahan kandung kemih. Atau kandung kemih tidak dapat mengosongkan dengan benar, sehingga penuh dan menyebabkan kamu tidak bisa mengendalikan waktu berkemih.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai penyebab susah buang air kecil serta bagaimana cara pencegahan dan perawatannya, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Hubungi Dokter, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Baca juga: