19 March 2019

Sulit Menelan Bikin Susah Makan, Coba Atasi dengan Terapi Ini

Sulit Menelan Bikin Susah Makan, Coba Atasi dengan Terapi Ini

Halodoc, Jakarta – Sulit menelan dikenal dengan istilah disfagia. Kondisi ini membuat proses penyaluran makanan atau minuman dari mulut ke dalam lambung lebih lama. Gejalanya selain sulit menelan adalah tersedak, makanan terasa tersangkut di dalam tenggorokan, mengeluarkan air liur terus-menerus, suara serak, hingga naiknya asam lambung ke tenggorokan.

Baca Juga: 9 Penyebab Disfagia yang Perlu Diketahui

Meski bukan kondisi yang perlu dikhawatirkan, disfagia memerlukan perawatan khusus. Pasalnya sulit menelan dalam jangka panjang menurunkan nafsu makan hingga menyebabkan berat badan berkurang. Kabar baiknya adalah disfagia bisa disembuhkan, salah satunya melalui terapi menelan.

Terapi Menelan untuk Atasi Disfagia

Perlu diketahui bahwa proses menelan adalah hasil kontraksi otot mulut, lidah, tenggorokan, dan esofagus. Disfagia terjadi ketika salah satu area tersebut tidak berfungsi optimal, misalnya karena trauma, kerusakan otot, dan efek samping pengobatan. Terapi menelan perlu dilakukan untuk meningkatkan kemampuan otot, respons gerak mulut, dan merangsang saraf yang memicu refleks menelan.

Langkah pertama terapi adalah uji proses menelan. Mulanya ahli patologi wicara dan bahasa akan menanyakan riwayat kesehatan dan gejala yang muncul, kemudian meminta kamu menelan makanan dan minuman dengan tekstur yang berbeda. Hal ini membantu dokter mengamati kemampuan kamu menelan. Dalam pelaksanaan terapi, ada beberapa cara yang bisa kamu coba di rumah.

Baca Juga: Sulit Menelan Akibat Disfagia, Bisakah Disembuhkan?

1. Latihan Shaker

Cara melakukannya dengan berbaring telentang dan angkat kepala. Pastikan kamu tidak mengangkat bahu saat melakukannya. Lakukan sebanyak 3-6 kali per hari selama setidaknya enam  minggu.

2. Manuver Angkat Hyoid

Latihan bertujuan untuk membangun kekuatan dan kendali otot yang berperan dalam proses menelan. Cara melakukannya dengan memindahkan kertas pakai sedotan ke dalam wadah. Kamu dianjurkan untuk mengisap sedotan agar kertas tetap melekat dan lakukan latihan ini hingga 5-10 kertas berpindah tempat.

3. Manuver Mendelsohn

Berfungsi untuk membantu refleks menelan. Caranya dengan mengangkat jangkut 2-5 detik dan ulangi beberapa kali dalam sehari.

4. Menelan dengan Kuat

Latihan ini dilakukan untuk meningkatkan kontak dan koordinasi antara berbagai otak yang berperan dalam proses menelan. Cara melakukannya hampir sama dengan proses menelan biasa, kamu hanya perlu menelan lebih kuat. Lakukan menelan kering, artinya tidak ada makanan apa pun yang dikonsumsi, cukup gerakannya saja. Ulangi 5-10 kali dalam sehari untuk memperkuatkan otot menelan.

5. Menelan Supraglottic

Latihan menelan dimulai dengan tanpa makanan. Jika kemampuan membaik, kamu bisa melakukannya dengan mengonsumsi makanan. Lakukan latihan ini dengan tiga tahap, yakni ambil napas dalam-dalam, tahan napas saat menelan, dan batuk untuk membersihkan sisa air liur atau makanan yang telah melewati pita suara.

6. Menelan Super Supraglottic

Hampir sama dengan proses sebelumnya. Hanya saja, latihan ini dilakukan dengan gerakan ekstra. Setelah kamu mengambil napas dalam-dalam, tahan napas, dan lakukan gerakan menelan dengan keras. Tekanan yang dihasilkan membantu proses menelan dan meningkatkan kekuatan otot menelan.

Baca Juga: Inilah yang Tindakan Medis yang Dilakukan Jika Terkena Disfagia

Itulah beberapa terapi menelan yang bisa kamu coba. Kalau kamu punya keluhan sulit menelan, jangan ragu berbicara dengan dokter Halodoc. Kamu bisa menggunakan fitur Contact Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk berbicara pada dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!