09 October 2018

9 Penyebab Disfagia yang Perlu Diketahui

Disfagia, penyebab disfagia

Halodoc, Jakarta - Disfagia merupakan istilah lain dari sulit menelan. Ini merupakan kondisi ketika tubuh kamu memerlukan lebih banyak waktu dan usaha untuk memindahkan makanan atau cairan dari mulut ke dalam lambung. Apakah kamu pernah kesulitan dalam menelan makanan dan minuman? Jika iya, kamu perlu mengetahui apa saja penyebab-penyebab disfagia.

Kondisi sulit menelan ini biasanya pertanda dari masalah pada tenggorokan atau kerongkongan, yaitu saat kamu makan terlalu cepat atau tidak mengunyah makanan dengan cukup halus. Namun, jika kondisi ini berkepanjangan, ini merupakan indikasi suatu kondisi medis serius yang memerlukan perawatan.

Apa Saja Penyebab-penyebab Disfagia?

Kondisi ini bisa terjadi apabila otot dan saraf yang membantu memindahkan makanan dan minuman melalui tenggorokan dan kerongkongan tidak berfungsi dengan benar. Selain itu, adanya sesuatu yang menghalangi tenggorokan atau kerongkongan kamu. Kedua hal tersebut dapat terjadi apabila:

1. Masalah tertentu dengan sistem imun yang menyebabkan pembengkakan atau peradangan dan kelemahan, seperti:

  • Polymyositis (polymyositis merupakan peradangan yang menyebabkan kelemahan otot dan peningkatan kadar enzim otot tulang).
  • Dermatomyositis (peradangan ini jarang terjadi. Gejala yang timbul adalah muncul ruam yang mencolok, otot lemas, radang yang tidak diketahui penyebabnya, serta radang otot).
  •  

2. Masalah tertentu dengan sistem saraf, seperti:

  • Multiple sclerosis (kondisi imun yang memengaruhi sel saraf dalam otak dan tulang belakang).
  • Post-polio syndrome (kondisi yang terjadi dari sekumpulan gejala disabilitas yang terjadi sekitar 30-40 tahun setelah seseorang mengidap penyakit polio).
  • Muscular dystrophy (suatu kelompok yang terdiri atas lebih dari 30 penyakit genetik otot yang membuat otot, umumnya terjadi pada bagian otot sadar yang secara perlahan-lahan menjadi semakin melemah).
  • Penyakit Parkinson (kondisi ini merupakan degenerasi sel saraf secara bertahap pada otak bagian tengan yang berfungsi mengatur pergerakan tubuh).

3. Kejang pada kerongkongan. Otot pada kerongkongan tiba-tiba berkontraksi. Kadang kondisi ini dapat mencegah makanan untuk sampai ke lambung.

4. Scleroderma, penyakit langka ini melibatkan pengerasan dan pengencangan kulit dan jaringan penghubung dalam tubuh. Jaringan pada kerongkongan menjadi keras dan sempit. Scleroderma juga dapat membuat otot bawah kerongkongan melemah. Hal ini mengakibatkan makanan dan asam lambung kembali ke tenggorokan dan mulut.

5. Asam lambung, kondisi ini ditandai dengan nyeri pada ulu hati, atau sensasi terbakar di dada akibat naiknya asam lambung menuju kerongkongan. Apabila asam lambung sering naik ke kerongkongan, dapat mengakibatkan ulcer pada kerongkongan, sehingga dapat menyebabkan luka-luka. Luka-luka ini yang dapat membuat kerongkongan menyempit.

6. Esofagitis, kondisi ini merupakan peradangan pada lapisan esofagus atau kerongkongan. Organ ini berbentuk pipa yang tersusun dari otot yang berfungsi menyalurkan makanan dari mulut ke lambung. Peradangan pada lapisan esofagus ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti asam lambung, infeksi, atau adanya sesuatu yang tersangkut pada kerongkongan.

7. Divertikula, kondisi merupakan peradangan atau infeksi yang terjadi pada kantung-kantung yang terbentuk di sepanjang saluran pencernaan, terutama di usus besar (kolon).

8. Benjolan di luar kerongkongan. Seperti kelenjar limfa, tumor, dan bone spurs (tulang yang tumbuh menonjol ke arah luar tubuh yang muncul di tempat pertemuan kedua tulang atau persendian).

9. Tumor kerongkongan. Tumor ini berasal dari sel-sel yang berlipat ganda jumlahnya secara tidak terkendali. Pertumbuhan tumor pada kerongkongan dapat menyebabkan atau tidak menyebabkan kanker.

Nah, itulah penyebab-penyebab disfagia. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi yang tidak diinginkan. Pengidap penyakit ini dapat mengalami malnutrisi, dehidrasi, dan penurunan berat badan, karena kurangnya asupan dan nutrisi yang diperlukan untuk tubuh.

Kamu dapat berdiskusi dengan dokter jika kamu atau orang-orang terdekat kamu mengalami gejala-gejala disfagia. Dengan aplikasi Halodoc, kamu bisa berdiskusi langsung dengan dokter melalui Chat atau Voice/Video Call di mana pun dan kapan pun. Kamu tidak hanya dapat berdiskusi langsung, kamu juga dapat membeli obat dengan layanan Apotek Antar dari Halodoc. Yuk, download aplikasinya segera di App Store atau Google play!

Baca juga: