21 March 2019

Sulit Menelan Makanan, Waspada Gejala Awal Kanker Esofagus

gejala kanker esofagus, tenggorokan ke perut

Halodoc, Jakarta - Kanker esofagus merupakan gangguan kanker yang terjadi di esofagus atau pipa yang memanjang dari tenggorokan ke perut. Esofagus membawa makanan yang bisa kamu telan ke dalam pencernaan untuk dicerna. Kanker esofagus umumnya dimulai pada sel di dalam jaringan esofagus. Kanker ini bisa terjadi di mana pun di sepanjang esofagus. Namun, biasanya terjadi di bagian bawah esofagus.

Baca juga: Waspada Komplikasi Gangguan Menelan Akibat Disfagia

Seseorang yang mengalami kanker esofagus biasanya akan mengalami gejala yang bisa diamati, yaitu:

  • Sulit menelan (disfagia). Gejala ini merupakan gejala pertama yang disebabkan oleh tumor pada esofagus. Tumor yang muncul menyebabkan penyempitan ruang esofagus, sehingga makanan sulit ditelan. Pada kondisi yang parah, pengidap dapat mengalami kesulitan minum.

  • Penurunan berat badan tanpa melakukan diet dan kehilangan nafsu makan.

  • Nyeri pada dada yang terasa seperti tertekan atau terbakar.

  • Gangguan pencernaan/

  • Batuk dan suara parau.

  • Muntah atau muntah darah pada kondisi yang lebih parah.

Pada tahap awal, kanker esofagus umumnya tidak akan menunjukkan gejala apapun, sehingga sulit untuk terdeteksi. Sementara itu, sebenarnya belum diketahui secara jelas apa yang menyebabkan kanker esofagus. Kanker ini terjadi saat sel di dalam esofagus terjadi kesalahan pada DNA-nya. Kesalahan ini membuat kanker tumbuh dan berkembang tidak terkendali. Akumulasi sel yang tidak normal ini membentuk tumor di dalam esofagus yang bisa tumbuh menyerang jaringan terdekat dan menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Baca juga: Inilah Tindakan Medis yang Dilakukan Jika Terkena Disfagia

Terdapat tiga jenis kanker esofagus yang dibagi berdasarkan jenis sel yang terlibat. Dengan mengetahui jenis kanker esofagus yang kamu miliki, akan membantu kamu menentukan pilihan perawatan yang harus kamu jalani. Berikut ini adalah beberapa jenis kanker esofagus:

  • Adenocarcinoma, dimulai dari sel kelenjar penghasil lendir di dalam esofagus. Adenocarcinoma terjadi paling sering pada bagian bawah esofagus.

  • Squamous cell carcinoma. Kanker ini rata dan tipis di permukaan esofagus. Squamous cell carcinoma sering terjadi di bagan tengah esofagus. Squamous cell carcinoma merupakan kanker esofagus yang umum di seluruh dunia.

  • Jenis langka lainnya. Kanker esofagus langka antara lain choriocarcinoma, lymphoma, melanoma, sarcoma, dan kanker sel kecil.

Supaya kanker esofagus dapat dicegah dan risiko munculnya kanker tersebut bisa diturunkan, perlu dilakukan langkah-langkah pencegahan sebagai berikut:

  • Berhenti merokok, merokok dapat meningkatkan risiko kanker esofagus dengan kandungan senyawa toksin di dalam tembakau.

  • Mengurangi dan menghentikan konsumsi alkohol. Bagi peminum alkohol, sebaiknya mengurangi jumlah alkohol yang dikonsumsi per hari, sedangkan bagi yang tidak meminum, sebaiknya jangan memulai minum alkohol.

  • Meningkatkan konsumsi buah dan sayur.

  • Menjaga berat badan supaya tetap seimbang.

Baca juga: Perlu Tahu 5 Hal Ini Jika Feses Berwarna Hitam

Itulah yang perlu kamu ketahui mengenai gejala awal kanker esofagus supaya bisa kamu waspadai. Apabila kamu mengalami kanker ini, mungkin kamu membutuhkan saran penanganan ataupun pengobatan dari dokter. Kamu bisa menanyakannya pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.