12 December 2018

Tahapan Perkembangan Penyakit Trakhoma yang Harus Diketahui

Tahapan Perkembangan Penyakit Trakhoma yang Harus Diketahui

Halodoc, Jakarta - Infeksi bakteri merupakan salah satu penyebab penyakit yang paling umum. Selain itu, penyakit yang disebabkan karena hal ini biasanya mudah menular. Salah satu penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri dan paling banyak menjangkit penduduk Afrika adalah penyakit trakhoma.

Penyakit ini menyerang area mata dan paling sering menyerang anak dengan usia 3 hingga 5 tahun. Namun, wanita yang kerap lebih dekat dengan anak-anak rentan tertular penyakit trakhoma.

Penyakit ini cukup berbahaya karena merupakan salah satu penyebab kebutaan tertinggi. Penyakit trakhoma tumbuh subur dalam lingkungan yang tingkat sanitasinya rendah dan kualitas airnya buruk sehingga banyak lalat yang hidup berdampingan dengan manusia. Bakteri yang menyebabkan penyakit ini adalah bakteri Chlamydia trachomatis yang merupakan penyebab penyakit menular seksual klamidia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat terdapat hampir 2 juta orang yang terserang penyakit ini, padahal dengan perawatan yang tepat, komplikasi trakhoma dapat dicegah.

Gejala Trakhoma

Berikut ini terdapat gejala yang akan dirasakan oleh penderita trakhoma, antara lain:

  • Sensasi gatal dan iritasi ringan pada area mata dan kelopak mata.

  • Mata mengeluarkan lendir dan nanah.

  • Pembengkakan kelopak mata.

  • Sensitivitas cahaya (fotophobia).

  • Sakit mata.

Anak-anak kecil rentan terhadap infeksi ini, namun penyakit ini berkembang lambat sehingga gejala yang menyakitkan mungkin tidak muncul menjelang dewasa. Terdapat beberapa perkembangan yang akan terjadi saat penyakit ini menyerang.

Tahap Perkembangan Penyakit Trakhoma

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)telah mengidentifikasi lima tahap perkembangan penyakit trakhoma yang perlu diketahui, yaitu:

  1. Peradangan Awal - Folikel. Infeksi baru muncul pada tahap ini. Terdapat beberapa atau lebih folikel - benjolan kecil yang berisi limfosit (sejenis sel darah putih - yang muncul pada permukaan bagian dalam kelopak mata bagian atas (konjungtiva). Tanda-tanda tersebut hampir tak terlihat pada mata mukosa permukaan. Folikel menutupi lipatan transisi, konjungtiva tulang rawan, dan menyebutkan lipatan semi-lunar. Pada tahap ini dokter mencatat sebagai infiltrasi kornea.

  2. Peradangan Intens. Tahap selanjutnya, peradangan menyebar di mata dan kelopak mata atas mengalami penebalan atau pembengkakan. Di tahap ini, infiltrasi kornea menjadi semakin jelas. Folikel terus berkembang dan diikuti oleh gejala mata memerah.

  3. Pembentukan jaringan parut kelopak mata. Infeksi yang terus terjadi menyebabkan pembentukan jaringan parut pada kelopalkmata bagian dalam. Bekas luka muncul sebagai garis putih ketika diperiksa dengan pembesaran. Kelopak mata menjadi terdistorsi dan dapat berubah dalam (entropion).

  4. Bulu mata tumbuh ke dalam (trichiasis). Lapisan dalam bekas luka di kelopak mata kemudian berubah bentuk, akibatnya bulu mata masuk ke dalam dan menusuk permukaan luar transparan dari kornea mata.

  5. Kornea Tampak Keruh. Akibat peradangan maka kornea mengalami dampaknya. Peradangan dan pertumbuhan bulu mata ke dalam mengaburkan kornea dan menyebabkan lapisan atas kornea berubah menjadi keruh. Transplantasi kornea adalah salah satu tindakan yang dapat dilakukan meski hasilnya tidak terlalu baik.

Pastikan kamu selalu menjaga kebersihan lingkungan dan selalu memeriksa secara rutin kesehatan mata untuk menghindari penyakit trakhoma yang rentan mengganggu kualitas penglihatan. Jika kamu ingin bertanya dengan dokter mengenai gangguan pada mata, kamu bisa bertanya melalui aplikasi Halodoc. Dengan fitur Contact Doctor, kamu bisa melakukan Video Call, Voice Call atau Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store atau Google play.

Baca Juga: