• Home
  • /
  • 7 Tanda Ibu Hamil Kekurangan Jumlah Kalium

7 Tanda Ibu Hamil Kekurangan Jumlah Kalium

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
7 Tanda Ibu Hamil Kekurangan Jumlah Kalium

Halodoc, Jakarta - Menjaga pola makan sehat dan bergizi seimbang adalah keharusan bagi setiap ibu hamil. Sebab, semua nutrisi yang dikonsumsi ibu selama hamil dapat memengaruhi janin yang dikandung. Di antara banyaknya jenis nutrisi penting yang perlu dipenuhi ibu, kalium adalah yang tidak boleh sampai luput. 

Sebab, kalium adalah zat yang memegang peranan penting, terutama dalam menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh. Jika ibu hamil kekurangan kalium (hipokalemia), tentunya kondisi tubuh dan janin yang dikandung akan terpengaruh. Lantas, bagaimana tanda ibu hamil yang kekurangan kalium? Simak setelah ini. 

Baca juga: 7 Hal Ini Terjadi Ketika Tubuh Kekurangan Kalium

Tanda dan Gejala Ibu Hamil Kekurangan Kalium

Ketika kadar kalium dalam tubuh terlalu rendah, yaitu di bawah 3,6 mmol/L, akan ada sejumlah gejala yang muncul. Berikut beberapa tanda atau gejala awal ibu hamil kekurangan kalium:

  1. Mual dan muntah.

  2. Nafsu makan menghilang.

  3. Konstipasi.

  4. Tubuh terasa lemah.

  5. Kesemutan.

  6. Kram otot.

  7. Jantung berdebar.

Jika kadar kalium dalam tubuh sangat rendah, atau kurang dari 2,5 mmol/L, ini merupakan kondisi yang cukup berbahaya. Beberapa gejala yang muncul ketika mengalami hipokalemia berat adalah:

  • Ileus paralitik.

  • Kelumpuhan.

  • Gangguan irama jantung (aritmia).

  • Henti napas.

Sebelum mengalami gejala hipokalemia berat, ibu hamil sebaiknya mewaspadai gejala awal hipokalemia. Segera download aplikasi Halodoc untuk membicarakan gejala yang dialami pada dokter lewat chat, atau buat janji dengan dokter kandungan di rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

Baca juga: Waspadai 5 Gejala Ini Saat Kekurangan Kalium

Apa Bahaya Kekurangan Kalium pada Ibu Hamil?

Kalium adalah salah satu mineral penting untuk menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh. Mineral ini juga berperan penting dalam kontraksi otot-otot tubuh, transmisi impuls saraf, dan pelepasan energi dari nutrisi penting seperti lemak, protein, dan karbohidrat. Konsumsi makanan kaya kalium secara teratur juga dapat mencegah kram kaki yang sering terjadi selama kehamilan.

Nah, selama hamil, volume darah akan meningkat hingga satu setengah kali dari normal. Itulah sebabnya, ibu hamil memerlukan jumlah kalium yang memadai untuk menjaga keseimbangan kimiawi yang tepat dari tubuh. Bersama dengan natrium, kalium juga bertugas mengatur tingkat tekanan darah agar tetap optimal. Jika jumlahnya kurang, dapat menimbulkan efek samping untuk kehamilan.

Kekurangan kalium saat hamil juga dapat bisa memberikan dampak negatif untuk otot, jantung, dan saraf selama kehamilan. Jika tidak kunjung diatasi, kondisi ini berisiko menimbulkan masalah ginjal kronis dan membahayakan kesehatan ibu dan janin. 

Baca juga: Alasan Kurang Tidur Dapat Memengaruhi Metabolisme Tubuh

Hal-Hal yang Dapat Sebabkan Ibu Hamil Kekurangan Kalium

Kekurangan kalium selama kehamilan jarang disebabkan oleh pola makan. Umumnya, kadar kalium rendah merupakan hasil dari diare dan muntah parah selama kehamilan. Mual ringan hingga sedang bersamaan dengan muntah sesekali sebenarnya tidak akan mempengaruhi kesehatan bayi, tetapi muntah yang parah dan berkepanjangan dapat memicu kekurangan kalium dan peningkatan risiko kelahiran prematur.

Jadi, pastikan ibu tetap terhidrasi ketika mengalami diare selama kehamilan. Meski diare jarang menimbulkan bahaya, ibu tetap tidak boleh menganggapnya sepele, terutama saat hamil. Selain itu, penggunaan obat diuretik, atau obat-obatan yang membantu menghilangkan cairan ekstra dari tubuh, juga bisa menyebabkan hipokalemia. 

Referensi:
Mom Junction. Diakses pada 2020. Potassium During Pregnancy: Is It Good Or Bad For You.
Mom Junction. Diakses pada 2020. Hypokalemia During Pregnancy - 6 Causes, 8 Symptoms And 4 Treatments
MedlinePlus. Diakses pada 2020. Low Blood Potassium
Baby Center. Diakses pada 2020. Potassium in your pregnancy diet.
Live Strong. Diakses pada 2020. Low Potassium During Pregnancy.