• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tanda Remaja Perempuan Mengalami Amenorrhea

Tanda Remaja Perempuan Mengalami Amenorrhea

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Tanda Remaja Perempuan Mengalami Amenorrhea

Halodoc, Jakarta - Setiap wanita memiliki siklus menstruasi yang beragam. Normalnya, satu siklus menstruasi berlangsung selama 28 hingga 35 hari. Akan tetapi, wanita bisa memiliki siklus yang lebih singkat atau justru lebih panjang. Ada pula, kondisi ketika seorang wanita tidak mengalami menstruasi selama tiga siklus atau bahkan lebih secara berurutan, yang dikenal dengan istilah amenorrhea.

Sebenarnya, wanita bisa mengalami kondisi tidak menstruasi karena tiga hal, yaitu sedang hamil, menyusui, atau memasuki masa menopause. Selain tidak mengalami menstruasi selama tiga siklus berurutan, seorang remaja wanita yang tidak kunjung menstruasi, hingga usianya menginjak 15 tahun juga bisa disebut mengalami amenorrhea. Nah, amenorrhea sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu primer dan sekunder. 

Amenorrhea Primer

Amenorrhea primer terjadi ketika seorang wanita tak kunjung mendapatkan siklus menstruasinya, meski ia sudah berusia 15 atau 16 tahun. Biasanya, kondisi ini disebut dengan menstruasi terlambat atau delayed menarche. Memang, amenorrhea primer sering kali terjadi karena pubertas yang terlambat. 

Baca juga: Hubungan Gangguan Bulimia dengan Amenorrhea

Akan tetapi, apabila kamu tidak kunjung menstruasi atau menunjukkan tanda pubertas pada usia 13 tahun, sebaiknya kamu segera memeriksakan diri ke rumah sakit atau bertanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Siapa tahu, kamu mengalami indikasi amenorrhea primer. Pasalnya, amenorrhea primer biasanya terjadi oleh remaja wanita yang mengalami beberapa kondisi berikut ini:

  • Memiliki tubuh atletis atau sangat kurus. Pada kondisi ini, tubuh tidak mengalami kenaikan lemak tubuh yang dikaitkan dengan kondisi pubertas secara normal. Padahal, bertambahnya lemak tubuh inilah yang memicu munculnya menstruasi pertama kali pada wanita.
  • Adanya kelainan pada sistem atau organ reproduksi. Kondisi ini terjadi selama perkembangan janin dan bisa mengakibatkan seorang wanita lahir dengan organ reproduksi yang tidak lengkap, seperti leher rahim, rahim, atau bahkan Miss V. Inilah yang menyebabkan remaja wanita tidak bisa mengalami menstruasi.
  • Adanya kelainan genetik. Faktor keturunan atau terjadinya cacat genetik bisa berdampak pada fungsi indung telur, sehingga siklus menstruasi menjadi tidak lancar. Contohnya, sindrom Turner dan sindrom insensitivitas androgen.

Baca juga: Terapi Sulih Hormon, Cara Mengobati Amenorrhea

Amenorrhea Sekunder

Sementara itu, amenorrhea sekunder terjadi ketika siklus menstruasi tidak lagi terjadi setelah mengalami menstruasi pertama. Seorang wanita dikatakan mengalami amenorrhea sekunder jika tidak mengalami menstruasi setidaknya selama 90 hari. Adapun penyebab amenorrhea sekunder termasuk:

  • Penggunaan alat kontrasepsi yang memang bisa berdampak pada menstruasi tidak teratur.
  • Konsumsi obat-obatan, obat jenis antipsikotik, alergi, tekanan darah, antidepresan, dan obat kemoterapi biasanya memicu terjadinya amenorrhea sekunder.
  • Menjalani prosedur medis tertentu, seperti bedah pengangkatan rahim atau histerektomi.
  • Gaya hidup yang tidak tepat, seperti kehilangan berat badan yang signifikan dan singkat, berolahraga berlebihan, hormon yang tidak seimbang, hingga mengalami stres secara fisik maupun emosional.

Baca juga: Menstruasi Terlambat, Kapan Harus Minum Obat?

Gejala Amenorrhea

Periode menstruasi yang tidak terjadi menjadi tanda utama terjadinya amenorrhea. Meski begitu, ada beberapa gejala lain yang mungkin terjadi bergantung pada penyebabnya, termasuk:

  • Mengalami kerontokan rambut;
  • Sakit kepala;
  • Nyeri pada panggul;
  • Keluar cairan dengan warna putih seperti susu dari puting payudara;
  • Munculnya jerawat;
  • Pertambahan berat badan;
  • Tumbuhnya rambut halus yang berlebihan pada area wajah;
  • Perubahan ukuran payudara.

Jadi, jangan anggap remeh ketika kamu memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur atau bahkan tidak mengalami menstruasi selama beberapa siklus, karena ini menandakan adanya masalah pada tubuhmu. Kenali tandanya dan segera lakukan pengobatan guna mengurangi komplikasi yang mungkin terjadi. 

Referensi: 
Medical News Today. Diakses pada 2020. What Is Amenorrhea?
Family Doctor. Diakses pada 2020. Amenorrhea.