Temulawak Bisa Mengobati Hepatitis B, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Temulawak Bisa Mengobati Hepatitis B, Benarkah?

Halodoc, Jakarta – Temulawak mungkin sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Bisa dibilang, temulawak merupakan obat tradisional khas Indonesia. Tumbuhan jamu yang mirip dengan jahe ini mengandung berbagai manfaat kesehatan. Temulawak dapat dikonsumsi dengan berbagai cara, contohnya simplisia yaitu ditumbuk lalu diseduh.

Baca Juga: Inilah Alasan Hepatitis B dan C Berbahaya

Sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa temulawak memberikan manfaat kesehatan. Kemudian, ada salah satu anggapan yang muncul bahwa tanaman yang bernama latin Curcuma xanthorrhiza ini bisa mengobati penyakit Hepatitis B. Benarkah demikian?

Benarkah Temulawak Bisa Obati Hepatitis B?

Hepatitis B adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus HBV. Seseorang yang terinfeksi virus ini umumnya mengalami gejala berupa demam, sakit kepala, mual, muntah, lemas, serta penyakit kuning (jaundice). Dikutip dari jurnal World J Gastroenterol, curcumin  yang terkandung dalam temulawak dapat menghambat ekspresi dan replikasi gen HBV. Hal ini karena curcumin bersifat antioksidan yang melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan. 

Kalau kamu masih ingin tahu manfaat temulawak untuk penyakit hepatitis lebih mendalam, diskusikan saja dengan dokter Halodoc. Lewat aplikasi, kamu dapat menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call.

Manfaat Temulawak untuk Kesehatan

Temulawak mengandung berbagai senyawa alami yang dapat memberikan efek kesehatan terbaik. Berikut manfaat untuk kesehatan yang diperoleh melalui temulawak, yaitu:

Baca Juga: Manfaat Temulawak untuk Kecantikan

  1. Anti-Peradangan Alami

Saat tubuh mengalami peradangan, dapat diartikan tubuh sedang mengalami kerusakan dan mencoba memperbaikinya. Tanpa peradangan, patogen seperti bakteri dengan mudah mengambil alih tubuh yang berisiko mengancam nyawa. Kandungan curcumin yang ada dalam temulawak ternyata bisa memberikan efek anti-inflamasi.

Efek antiinflamasi curcumin mampu memblokir NF-kB, yaitu molekul yang bergerak ke inti sel dan mengaktifkan gen yang terkait dengan peradangan. NF-kB diyakini memainkan peran utama dalam banyak penyakit kronis. Intinya, curcumin adalah zat bioaktif yang dapat bekerja melawan peradangan pada tingkat molekuler.

  1. Antioksidan Tubuh

Kerusakan oksidatif diyakini sebagai pemicu penuaan dan berbagai macam penyakit. Kerusakan oksidatif sering dikaitkan dengan radikal bebas yang bisa merusak sel-sel tubuh kita. Radikal bebas cenderung bereaksi dengan zat organik penting, seperti asam lemak, protein atau DNA. Alasan utama antioksidan bermanfaat karena senyawa ini dikenal mampu melindungi tubuh dari radikal bebas. 

Curcumin adalah antioksidan kuat yang dapat menetralkan radikal bebas karena struktur kimianya.

Selain itu, curcumin meningkatkan aktivitas enzim antioksidan tubuh, sehingga mampu menangkal radikal bebas. Antioksidan otomatis memblokir radikal bebas secara langsung dan merangsang pertahanan antioksidan pada tubuh itu sendiri.

Bisa Timbulkan Efek Samping Jika Dikonsumsi Berlebihan

Walaupun banyak manfaat kesehatan yang diperoleh, konsumsi temulawak secara berlebihan bisa menimbulkan efek samping, contohnya iritasi lambung. Sebenarnya, konsumsi temulawak hanya direkomendasikan dalam waktu singkat dan tidak untuk jangka waktu yang lama.

Baca Juga: Berbagai Jamu yang Baik untuk Wanita

Oleh karena itu, sebaiknya bicara dengan ahli gizi sebelum mengonsumsi temulawak untuk mengobati penyakit. Biasanya, konsumsi temulawak disesuaikan dengan kondisi kesehatan, usia dan jenis penyakit. Kata ahli, temulawak masih aman jika dikonsumsi dalam jangka waktu beberapa hari dan tidak melebihi 18 minggu secara berturut-turut.

Referensi:
US National Library of Medicine National Institutes of Health. Diakses pada 2019. Curcumin inhibits hepatitis B virus infection by down-regulating cccDNA-bound histone acetylation.
Healthline. Diakses pada 2019. 10 Proven Health Benefits of Turmeric and Curcumin.