• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tenggorokan Sakit saat Menelan? Waspada, 5 Penyakit Ini 

Tenggorokan Sakit saat Menelan? Waspada, 5 Penyakit Ini 

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta – Mengalami rasa nyeri atau sakit saat menelan merupakan kondisi yang umum dialami oleh siapa pun. Umumnya, seseorang yang mengalami sakit tenggorokan ketika menelan akan merasakan kondisi yang tidak nyaman mulai dari leher bagian atas hingga bagian belakang tulang dada.

Baca juga: Sakit Saat Menelan, Ini Cara Mencegah Radang Kerongkongan

Selain rasa nyeri, sakit ketika menelan dapat menyebabkan seseorang mengalami sensasi panas dalam atau tekanan yang cukup kuat dari tenggorokan. Proses menelan melibatkan beberapa otot dan saraf pada mulut, tenggorokan, kerongkongan hingga lambung. Adanya kerusakan atau gangguan pada salah satu bagian yang digunakan sebagai proses menelan menyebabkan rasa tidak nyaman.

Ketahui gangguan kesehatan agar dapat mengatasi penyebabnya dengan tepat. Ada berbagai penyebab yang membuat seseorang mengalami nyeri atau sakit ketika menelan, di antaranya:

1. Radang Tenggorokan

Gangguan kesehatan ini umum terjadi dan membuat kamu merasakan nyeri atau sakit pada tenggorokan ketika menelan. Rasa nyeri atau sakit saat menelan yang disebabkan oleh radang tenggorokan umumnya diakibatkan peradangan pada bagian tenggorokan karena infeksi bakteri, infeksi virus atau reaksi ketika tubuh mengalami alergi yang disebabkan oleh beberapa jenis alergen. Biasanya, bakteri penyebab radang tenggorokan adalah bakteri streptococcus yang berada pada amandel dan tenggorokan. 

2. Penyakit Asam Lambung

Tahukah kamu bahwa penyakit asam lambung dapat menyebabkan rasa nyeri ketika menelan? Kondisi ini dapat terjadi karena penyakit asam lambung membuat asam lambung naik hingga esofagus. Asam lambung yang naik ke esofagus mengakibatkan dinding esofagus iritasi dan menyebabkan rasa nyeri ketika menelan.

Baca juga: Tenggorokan Sakit saat Menelan Bisa Jadi Tanda Tumor?

3. Radang Amandel

Radang amandel, yang dikenal juga sebagai tonsillitis terjadi ketika amandel mengalami peradangan. Amandel merupakan dua kelenjar kecil yang berada di tenggorokan. Pada anak-anak, amandel memiliki fungsi untuk mencegah infeksi. Seiring bertambahnya usia, sistem imun anak sudah optimal dan ukuran amandel dapat menyusut. Radang amandel umumnya disebabkan infeksi virus ataupun infeksi bakteri.

4. Demam, Flu atau Sinusitis

Rasa nyeri atau sakit ketika menelan bisa menjadi salah satu tanda kamu mengalami gejala demam, influenza ataupun sinusitis. Kondisi ini merupakan gejala awal sebelum pengidap mengalami batuk atau pilek. Jangan lupa untuk perbanyak mengonsumsi cairan dan istirahat agar gejala ini tidak berkelanjutan dan semakin parah. Tidak ada salahnya juga bertanya pada dokter mengenai gejala yang kamu alami.

5. Kanker Esofagus

Umumnya, penyakit kanker memang tidak ditandai dengan adanya rasa nyeri atau sakit ketika menelan. Namun, kondisi ini dapat menjadi salah satu tanda dan gejala yang dialami oleh pengidap kanker esofagus. Jika kamu mengalami gejala lain dari kanker esofagus, seperti nyeri ulu hati, batuk berdarah, penurunan berat badan, dan muntah darah sebaiknya periksakan kesehatan pada rumah sakit terdekat agar gejala yang dialami dapat diketahui penyebabnya. Dengan begitu, kamu dapat mengatasi permasalahan kesehatan kamu dengan tepat.

Baca juga: Sulit Menelan? Kenali Gejala Disfagia

Selain disebabkan oleh beberapa penyakit, rasa sakit ketika menelan juga dapat disebabkan karena terlalu banyak berbicara atau berteriak. Kamu bisa lakukan perawatan di rumah untuk mengurangi rasa tidak nyaman yang dirasakan dengan mengonsumsi banyak cairan atau air putih, berkumur dengan air garam, mengompres area leher dengan air hangat, serta hindari kebiasaan merokok, dan menghirup udara yang tercemar.

Referensi:
Web MD. Diakses pada 2019. Why Does It Hurt to Swallow?
Medical News Today. Diakses pada 2019. Why Does It Hurt When I Swallow?