• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Terapi Interpersonal Bisa Mengobati Gangguan Kepribadian

Terapi Interpersonal Bisa Mengobati Gangguan Kepribadian

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Terapi Interpersonal Bisa Mengobati Gangguan Kepribadian

Halodoc, Jakarta - Gangguan kepribadian adalah salah satu masalah mental yang terkait pola pikir dan perilaku yang tidak normal. Seseorang yang mengidap gangguan ini kerap sulit untuk bersosialisasi dengan orang lain. Dengan begitu, dirinya sering mengalami masalah dengan lingkungan di sekitarnya. Maka dari itu, penanganan dari penyakit mental ini perlu segera dilakukan agar tidak bertambah parah.

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengobati gangguan kepribadian biasanya dengan terapi. Salah satu jenis terapi yang terbilang efektif untuk mengatasi masalah ini adalah terapi interpersonal. Cara ini dipercaya dapat memberikan solusi yang ampuh agar dapat memperbaiki masalah sosial yang terjadi. Untuk lebih lengkapnya, kamu dapat membaca ulasan berikut ini!

Baca juga: Kenali Jenis-Jenis Terapi Psikologi dan Manfaatnya

Mengobati Gangguan Kepribadian dengan Terapi Interpersonal

Terapi interpersonal adalah salah satu metode yang diterapkan untuk mengatasi gangguan kesehatan mental. Hal ini dilakukan dengan cara menyelesaikan masalah interpersonal, memperbaiki fungsi sosial, dan gejala kejiwaan. Dengan cara ini, diharapkan dapat mengobati gangguan kepribadian yang kerap mengganggu seseorang dengan lingkungan yang ada di sekitarnya.

Metode ini umumnya digunakan untuk mengobati gangguan kepribadian ambang karena kelainan ini kerap menimbulkan gejala berupa gangguan mood dan masalah relasional yang serius. Hal ini dilakukan agar seseorang dapat mencari solusi atas masalah yang terjadi antara diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Dengan rutin melakukan pengobatan ini, diharapkan masalah yang terjadi dapat teratasi atau lebih baik.

Lalu, bagaimana terapi interpersonal dilakukan?

Terapi interpersonal berfokus pada cara seseorang untuk berinteraksi dengan keluarga dan teman. Terapi ini sering dilakukan secara personal bertatap muka dengan terapis agar dapat mengatasi depresi yang terjadi. Gagasannya adalah cara seseorang untuk berkomunikasi dengan orang lain dapat memengaruhi suasana hati dan perasaannya. Selain itu, dapat meningkatkan keterampilan komunikasi menjadi lebih baik.

Baca juga: Ini 3 Gangguan Kepribadian yang Mesti Diwaspadai

Di sisi lain, terapi ini berfokus pada keluarga, terutama dilakukan untuk mengatasi gangguan bipolar. Terapi ini mendidik keluarga pengidap masalah mental tersebut terkait kondisi salah satu anggota keluarganya dan memberitahu cara yang paling efektif untuk menanganinya. Lalu, hidup secara efektif dengan gangguan yang berhubungan dengan kondisi-kondisi tersebut.

Kamu juga dapat bertanya pada psikolog atau psikiater dari Halodoc terkait beberapa cara untuk mengobati gangguan kepribadian. Cukup dengan download aplikasi Halodoc, kamu dapat menikmati berbagai fitur yang memudahkan untuk berinteraksi dengan ahli medis. Yuk, unduh aplikasinya sekarang juga di Apps Store dan Google Play.

Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan saat mendapatkan pengobatan terkait gangguan kepribadian?

Gangguan kepribadian yang terjadi cenderung menimbulkan masalah yang kronis dan seringkali membutuhkan pengobatan jangka panjang. Ketika gejalanya parah dan kondisi fisik atau mentalnya sudah parah, rawat inap pada fasilitas dari gangguan kepribadian mungkin diperlukan agar dapat mengatasi masalah tersebut. Beberapa pusat perawatan dapat menawarkan program dalam jangka panjang yang tergantung dari jenis dan tingkat keparahannya.

Baca juga: Apa Saja Faktor yang Berisiko Sebabkan Gangguan Kepribadian?

Maka dari itu, jika kamu merasakan gejala yang berhubungan dengan gangguan kepribadian, mengobatinya segera dapat mengurangi dampak buruk yang mungkin terjadi. Pasti kamu tidak mau kan ditinggal oleh orang-orang di sekitar karena kerap bertingkah laku buruk padahal saat itu masalah mental sedang kambuh. Pastikan interaksi sosial kamu dengan sekitar tetap berjalan dengan baik dan sehat.

Referensi:

Journal of Psychology & Psychotherapy. Diakses pada 2020. Interpersonal Psychotherapy Adapted for Borderline Personality Disorder.
PsychGuides. Diakses pada 2020. Personality Disorder Treatment Program Options.