Terapi Wicara Bisa Atasi 8 Kondisi Ini

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Terapi Wicara

Halodoc, Jakarta - Orang-orang yang memiliki masalah kebahasaan, komunikasi, dan menelan karena gangguan kesehatan perlu menjalani terapi wicara. Gangguan komunikasi merujuk pada ketidakmampuan seseorang dalam menerapkan dan memahami pembicaraan serta berbahasa sebagai cara bersosialisasi. Gangguan ini juga mencakup keterlambatan bicara, perubahan suara, tidak mampu memahami pembicaraan, atau berbicara dengan baik.

Berikut gangguan yang mungkin membutuhkan terapi wicara:

  1. Kelancaran Bicara Anak yang Terganggu

Gangguan yang termasuk dalam jenis ini adalah gagap. Gangguan ini dapat berupa terjadinya pengulangan suku kata atau ucapan yang terhenti pada huruf-huruf tertentu.

  1. Artikulasi Terganggu

Gangguan ini terjadi ketika seseorang kesulitan dalam menghasilkan suara atau mengucapkan suku kata tertentu secara jelas. Kedua kondisi ini akan menyebabkan orang lain yang mendengar tidak mampu memahami apa yang dikatakannya.

Baca juga: Pilihan Pengobatan untuk Down Syndrome

  1. Suara atau Resonansi Tidak Jelas

Gangguan ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan atau rasa sakit yang muncul saat anak berbicara. Gangguan ini dapat ditandai dengan terganggunya pada volume atau ketidakjelasan suara yang keluar. Gangguan tersebut lalu membuat lawan bicara tidak dapat menangkap perkataan anak dengan jelas.

  1. Gangguan Kosa Kata

Sulitnya menempatkan kata secara bersama-sama untuk membentuk kalimat, rendahnya jumlah kosa kata yang dimiliki, serta kesulitan menempatkan kata-kata secara tepat di dalam suatu pembicaraan.

  1. Gangguan Kognitif

Salah satu indikasi untuk menjalani terapi wicara adalah adanya gangguan pada kemampuan kognitif. Kesulitan ini memengaruhi kemampuan dalam membedakan, mengatur, dan memecahkan permasalahan yang dihadapi. Di samping itu, anak juga mendapat kesulitan saat berkomunikasi akibat adanya gangguan memori, perhatian, dan persepsi. Selain terapi wicara, gangguan kognitif pada anak juga perlu dievaluasi oleh ahli tumbuh kembang anak.

Baca juga: Ketahui Lebih Lengkap Mengenai Disartria pada Anak

  1. Autisme

Penyandang autisme mungkin juga membutuhkan terapi wicara ini. Sebab, autisme berpotensi membuat pengidapnya mengalami gangguan bicara dan berkomunikasi non-verbal. Apabila hal ini terjadi, terapi wicara dapat memainkan peranan kunci untuk pengobatan autisme.

  1. Mutisme

Ada saatnya anak dapat berbicara dengan normal di suatu tempat (di rumah), tapi ketika ia di tempat umum anak justru sama sekali tidak mau berbicara dengan orang lain. Beberapa kemungkinan penyebabnya yaitu merasa malu, cemas, atau karena tidak suka bersosialisasi dengan orang lain. Kondisi ini juga dinamakan mutisme selektif. Kondisi ini dapat diperbaiki dengan psikoterapi dan juga terapi wicara.

  1. Sulit Memahami atau Mengolah Bahasa

Terapi wicara dibutuhkan jika anak mengalami kesulitan memahami apa yang dikatakan orang lain, perintah sederhana, dan menanggapi pembicaraan orang lain.

Baca juga: Anak Gagap, Butuh Bantuan Psikolog?

Di samping untuk mengatasi gangguan kemampuan dalam berbahasa, terapi wicara dapat diterapkan pada pengidap penyakit tertentu, misalnya disfagia. Gangguan disfagia merupakan kesulitan saat mengunyah, menelan, batuk saat makan, tersedak ketika makan, dan susah menerima makanan.

Agar tidak mengalami keterlambatan, sebaiknya gangguan pada pengidap khususnya anak-anak dapat diantisipasi orangtua lebih awal. Dengan begitu, penanganan terapi wicara dapat dilakukan sedini mungkin. Misalnya saja ketika anak pada usia enam bulan belum dapat mengucapkan suara vokal, maka sebaiknya segera didiskusikan dengan dokter anak.

Kamu dapat menghubungi dokter anak melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dapat diterima secara praktis dengan download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga!