21 March 2019

Ternyata, Konstipasi Dapat Menjadi Gejala dari 2 Penyakit Ini

Ternyata, Konstipasi Dapat Menjadi Gejala dari 2 Penyakit Ini

Halodoc, Jakarta - Konstipasi atau sembelit adalah kondisi umum yang memengaruhi orang dari setiap rentang usia. Ketika hal ini terjadi, berarti kamu tidak dapat buang air besar secara teratur atau kamu tidak dapat mengosongkan usus sepenuhnya. Konstipasi juga dapat menyebabkan feses menjadi keras dan menggumpal.

Tingkat keparahan konstipasi dapat berbeda-beda pada setiap orang. Banyak orang hanya mengalami sembelit untuk waktu yang singkat. Namun, pada sebagian kasus, sembelit bisa menjadi kondisi jangka panjang atau kronis yang menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan signifikan, sehingga memengaruhi kualitas hidup.

Konstipasi kronis adalah pergerakan pada usus yang jarang terjadi atau kesulitan untuk buang air besar yang menetap selama beberapa minggu atau pun lebih lama. Sembelit yang umum terjadi dapat digambarkan ketika seseorang membuang air besar kurang dari tiga kali dalam seminggu.

Meskipun begitu, semua orang pasti pernah mengalami sembelit sesekali. Beberapa orang mengalami sembelit kronis yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Konstipasi kronis juga dapat menyebabkan mengejan yang berlebihan, sehingga buang air besar terasa sakit. Selain itu, perawatan untuk sembelit kronis sebagian tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Namun, dalam beberapa kasus, penyebabnya tidak pernah ditemukan.

Baca Juga: 4 Penyebab Bayi Dapat Mengalami Konstipasi

Gejala Konstipasi

Tanda dan gejala sembelit yang dapat terjadi meliputi:

  • Membuang air besar kurang dari tiga kali dalam seminggu.

  • Mengeluarkan tinja yang kental atau keras.

  • Berusaha keras ketika membuang air besar.

  • Merasa seolah-olah ada penyumbatan di rektum yang membuat kamu kesulitan untuk buang air besar.

  • Merasa seolah-olah kamu tidak dapat sepenuhnya mengosongkan sampah di dalam perut.

  • Membutuhkan bantuan untuk mengosongkan dubur, seperti menggunakan tangan untuk menekan perut dan menggunakan jari untuk menghilangkan kotoran dari dubur.

Sembelit dapat dianggap sudah dalam keadaan kronis jika kamu mengalami dua atau lebih dari gejala-gejala ini selama tiga bulan terakhir. Ada baiknya kamu memeriksakannya ke dokter untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, seperti gejala dari penyakit yang lebih besar.

Baca Juga: Kurang Makanan Berserat Menjadi Faktor Risiko Alami Konstipasi

Penyebab Konstipasi

Hal ini paling sering terjadi ketika limbah atau tinja di dalam tubuh bergerak terlalu lambat melalui saluran pencernaan atau sulit untuk dibuang dari dubur, yang dapat menyebabkan tinja menjadi keras dan kering. Sembelit yang sudah kronis umumnya disebabkan oleh beberapa penyakit. Penyakit-penyakit tersebut adalah:

1. Kolorektal Kanker

Kolorektal kanker adalah sebuah kanker yang terjadi pada usus besar. Kanker rektum dapat dimulai sebagai polip kecil, serta terdeteksi melalui skrining kanker biasa, seperti kolonoskopi. Gejala kanker usus besar termasuk perubahan kebiasaan buang air besar atau terjadinya konstipasi, tetapi sering kali tidak menunjukkan gejala. Dengan deteksi dini, pembedahan, radiasi, dan/atau kemoterapi, kanker bisa ditangani secara efektif.

2. Irritable Bowel Syndrome

Irritable bowel syndrome adalah gangguan yang terjadi pada usus besar. Gejala yang umum terjadi pada gangguan ini adalah kram, sakit perut, serta konstipasi atau sembelit. Gangguan pada usus ini harus dikelola dalam jangka panjang. Penyakit ini dapat dikendalikan dengan cara mengatur pola makan, gaya hidup, dan mengendalikan stres. Gejala yang lebih parah dapat diobati dengan pengobatan.

Baca Juga: Anak Alami Konstipasi, Orangtua Lakukan 3 Hal Ini

Itulah beberapa penyakit yang terjadi dan menimbulkan gejala konstipasi. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal gangguan ini, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya yaitu dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!