27 February 2019

Pahami 6 Gejala yang Menjadi Indikasi Terkena Konstipasi

gejala konstipasi

Halodoc, Jakarta - Konstipasi atau yang lebih dikenal dengan sembelit merupakan sesuatu yang normal jika hanya sesekali terjadi. Kondisi juga akan sembuh dengan sendirinya. Konstipasi biasanya terjadi karena stres, makanan, atau perbedaan kondisi lingkungan. Yuk, pahami gejala yang menjadi indikasi konstipasi!

Baca juga: 6 Makanan yang untuk Atasi Sembelit pada Ibu Hamil

Konstipasi, Apakah Berbahaya?

Konstipasi merupakan frekuensi buang air besar yang lebih sedikit dari biasanya. Jarak buang air besar akan berbeda-beda pada setiap orang, tetapi umumnya setidaknya lebih dari tiga kali dalam satu minggu. Seseorang bisa dibilang mengalami sembelit, jika frekuensi buang air besar kurang dari tiga kali dalam satu minggu. Akibatnya, feses akan menjadi keras sehingga lebih sulit untuk dikeluarkan.

Umumnya, kondisi ini bisa sembuh dengan sendirinya. Namun jika dibiarkan, kondisi ini akan menjadi sembelit kronik yang merupakan tanda dari masalah kesehatan yang lebih serius.

Gejala yang Menjadi Indikasi Seseorang Mengidap Konstipasi

Gejala utama sembelit ditandai dengan frekuensi buang air besar kurang dari tiga kali dalam seminggu. Gejala lainnya dari konstipasi ditandai dengan:

  1. Masih ada yang terasa mengganjal pada rektum saat sudah buang air besar.
  2. Buang air besar harus mengejan.
  3. Feses terlihat keras, menggumpal, dan kering.
  4. Sakit perut dan perut terasa kembung.
  5. Keluar darah saat atau setelah buang air besar.
  6. Perlu bantuan untuk mengeluarkan feses, seperti menggunakan tangan.

Gejala-gejala di atas akan menjadi sembelit kronik jika terjadi selama lebih dari tiga bulan. Pada anak-anak, konstipasi ditandai dengan gejala berupa gampang marah, lesu, serta terdapat bercak kotoran di celana.

Baca juga: Sering Diabaikan, Sembelit Bisa Jadi Pertanda Gonore

Ini Penyebab Seseorang Mengidap Konstipasi

Sembelit terjadi ketika feses bergerak lambat dalam sistem pencernaan dan tidak bisa dikeluarkan secara efektif. Akibatnya tinja jadi keras dan kering, sehingga lebih sulit lagi dikeluarkan dari rektum. Penyebab dari konstipasi lainnya meliputi:

  • Sedang hamil.
  • Kurang konsumsi serat.
  • Duduk terlalu lama dan kurang beraktivitas.
  • Stres.
  • Adanya penyumbatan pada usus.

Konstipasi bukanlah penyakit yang serius, kecuali konstipasi tersebut disebabkan kondisi kesehatan lain yang serius. Biasanya, sembelit dapat sembuh dengan mengubah gaya hidup jadi lebih sehat.

Mengalami Konstipasi? Ini Cara Pencegahan

Kamu bisa mengonsumsi lebih banyak serat, buah, dan sayuran untuk membantu mengatasi konstipasi yang kamu alami. Selain mengonsumsi lebih banyak serat, buah dan sayur, kamu bisa lakukan langkah-langkah di bawah ini untuk mengatasi sembelit yang kamu alami:

  • Konsumsi cukup air, terutama jika hawa sedang panas.
  • Hindari konsumsi alkohol.
  • Jangan abaikan keinginan untuk buang air besar, upayakan buang air besar secara teratur.
  • Lakukan olahraga secara rutin.

Jika kamu mengalami sembelit dan tidak sembuh pada penanganan awal, terutama jika perut menjadi kram atau nyeri, serta tidak bisa buang angin atau buang air besar, saatnya untuk diskusikan dengan dokter. Biasanya, dokter akan memberikan resep beberapa obat pencahar untuk melancarkan konstipasi yang kamu alami.

Baca juga: Kurang Makanan Berserat Menjadi Faktor Risiko Alami Konstipasi

Jika kamu punya masalah dengan kesehatan, jangan menduga-duga, ya! Lebih baik kamu diskusikan langsung dengan dokter ahli di aplikasi Halodoc melalui Chat atau Voice/Video Call. Enggak hanya itu, kamu juga bisa membeli obat yang sedang kamu butuhkan. Tanpa perlu repot, pesanan kamu akan diantar ke tempat tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!