• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Thermo Gun Bisa Bahayakan Otak, Kata Ahli Tidak Benar

Thermo Gun Bisa Bahayakan Otak, Kata Ahli Tidak Benar

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Thermo gun, atau yang juga dikenal dengan termometer tembak, saat ini sedang ramai dibicarakan. Di samping kegunaannya yang praktis, termometer tembak juga dinilai lebih efisien. Selain itu, penggunaannya hanya memerlukan waktu selama beberapa detik saja untuk mendeteksi suhu tubuh seseorang.

Cara kerjanya dinilai praktis. Hal tersebutlah yang membuat benda ini lebih diminati dan sering dipakai di tempat-tempat fasilitas umum untuk memeriksa pengunjung sebelum masuk ke dalam gedung. Namun, beredar kabar mengejutkan jika termometer tembak bisa merusak fungsi otak. Katanya, sinar laser dari pengukur suhu yang diarahkan ke dahi, radiasinya bisa merusak struktur dan jaringan dalam otak. Apakah benar?

Baca juga: Inilah Cara Mengukur Suhu Tubuh yang Tepat

Perlu Diketahui, Thermo Gun Tidak Membahayakan Otak

Kabar hoax yang beredar membuat Guru Besar Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK), Prof Dr dr Samekto Wibowo, angkat bicara. Beliau menegaskan bahwa informasi terkait hoax yang beredar tidak benar adanya. Faktanya, termometer tembak adalah salah satu perangkat medis yang sudah lama digunakan dan tidak pernah ada laporan terkait tentang gangguan pada otak.

Thermo gun yang biasa digunakan sebagai alat ukur suhu tubuh dilengkapi dengan pancaran sinar inframerah, bukan sinar laser seperti yang tengah diperbincangkan saat ini. Logikanya begini, semua alat medis yang telah dipasarkan pasti sudah lolos uji secara klinis, yang berarti sangat aman untuk digunakan. Jadi, kesimpulannya adalah thermo gun tidak membahayakan otak.

Baca juga: Ini Cara yang Tepat Mengukur Suhu Badan Saat Demam

Begini Cara Kerja dan Cara Pakai Termometer Tembak

Thermo gun merupakan alat yang bekerja dengan menggunakan perambatan panas melalui radiasi. Energi radiasi dari permukaan tubuh ditangkap dan diubah menjadi energi listrik, kemudian ditampilkan dalam angka pada thermo gun. Prinsip yang digunakan sama dengan kamera termal untuk skrining temperatur di bandara. 

Cara pakainya sendiri adalah dengan ditembakkan ke arah dahi untuk mendapatkan suhu tubuh seseorang, tanpa perlu bersentuhan langsung. Namun, kebanyakan thermo gun tidak akurat dalam mengukur suhu tubuh, karena kemungkinan besar alat tidak dikalibrasi dengan baik, sehingga hasil akhir tidak akurat.

Selain memperhatikan jarak, kamu juga perlu mengkalibrasi alat ini minimal satu tahun sekali. Cara mengkalibrasinya sendiri dapat kamu lakukan secara mandiri. Setiap thermo gun memiliki emisivitas yang berada di angka 1, yang berarti sempurna. Emisivitas sendiri merupakan kemampuan alat dalam menyerap dan meradiasi energi, sehingga dapat ditampilkan dalam bentuk angka.

Pabrik yang memproduksinya menyetarakan angka emisivitas dalam bilangan 0.95, yang berarti hampir sempurna. Padahal, badan manusia tidak menyerap emisivitas sesempurna itu. Begini cara mengkalibrasinya:

  • Coba ubah emisivitas ke angka 0,98 untuk kulit. Saat diuji coba, hasil yang tampak akan menunjukkan angka 33,5 derajat Celsius. Padahal, seharusnya suhu badan normal seseorang adalah 36,5 derajat Celsius.
  • Coba turunkan emisivitas ke angka 0,8. Hasil akan menunjukkan angka yang mendekati 35 derajat Celsius. 
  • Langkah terakhir adalah, turunkan lagi emisivitas ke angka 0,7. Nah, hasilnya akan menunjukkan suhu tubuh normal, yaitu 36,3 derajat Celsius.

Angka tidak perlu sangat akurat, tapi juga jangan melenceng terlalu jauh. Dari hasil kalibrasi tersebut, angka yang muncul menunjukkan jika suhu tubuh kurang atau bahkan melebihi dari angka 36-37,5 derajat Celsius, tubuh tengah mengalami masalah kesehatan tertentu.

Baca juga: Ketahui Suhu Normal Bayi dan Cara Mengukurnya

Nah, saat angka pada thermo gun mendeteksi suhu tubuhmu di bawah atau di atas rata-rata manusia normal, kamu bisa memeriksakan diri di rumah sakit terdekat untuk mengetahui apa penyebab yang mendasari dari kondisi tersebut. Pemeriksaan dilakukan untuk mendeteksi dini apa yang kamu alami, sehingga langkah pencegahan bisa segera dilakukan.


Referensi:
FDA.gov. Diakses pada 2020. Non-contact Infrared Thermometers.
Poynter.org. Diakses pada 2020. Infrared thermometers won’t blind you, damage your neurons nor affect your meditation.
Pesacheck.org. Diakses pada 2020. FALSE: Infrared thermometers are not harmful to brain cells.
Detikhealth. Diakses pada 2020. Soal Hoax Thermo Gun Bahayakan Otak, Ahli Saraf UGM Angkat Bicara.