Tidak Hanya Menyerang Lansia, Kenali Gejala Demensia Dini

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Tidak Hanya Menyerang Lansia, Kenali Gejala Demensia Dini

Halodoc, Jakarta – Demensia merupakan kondisi yang menyebabkan seseorang mengalami penurunan kemampuan fungsi organ otak. Ini bisa ditandai dengan berkurangnya daya ingat, menurunnya kemampuan berpikir, kesulitan dalam memahami sesuatu, serta menurunnya kecerdasan mental. Demensia sering diidentikkan dengan bertambahnya usia dan disebut sering menyerang lansia berusia di atas 65 tahun.

Tapi tahukah kamu, demensia ternyata juga bisa terjadi pada usia muda. Pada beberapa kasus, demensia juga bisa muncul sebagai tanda penyakit tertentu dan menyerang orang yang masih berusia di bawah 40 tahun. Apa saja gejalanya?

Pada tahap awal, pengidap demensia akan mengalami penurunan pada kemampuan mengingat jangka pendek. Seiring berjalannya waktu, gejala yang terjadi akan semakin parah dan pengidap demensia akan mulai mengalami masalah terkait ingatan jangka menengah dan jangka panjang. Sindrom ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu demensia sebagai gejala penyakit Alzheimer dan demensia vaskular.

Demensia yang muncul sebagai tanda penyakit Alzheimer menyebabkan bagian otak tidak berfungsi karena adanya timbunan plak. Tumpukan plak tersebut akan menggerogoti bagian tertentu pada otak. Sementara demensia vaskular merupakan kondisi yang terjadi karena menurunnya asupan darah ke otak.

Baca juga: Mau Terhindari dari Demensia? Lakukan 5 Kebiasaan Ini

Adakah Cara untuk Mencegah Demensia?

Rutin melakukan aktivitas fisik, seperti berolahraga disebut bisa membantu mencegah demensia menyerang. Itu terjadi karena olahraga bisa membantu melancarkan aliran darah dalam tubuh. Dengan demikian, aliran darah bisa disalurkan lebih cepat oleh jantung dan otak.

Aliran darah yang lancar bisa membantu menjaga fungsi organ otak dan menghindari penyakit menyerang, termasuk penyakit demensia. Rutin berolahraga juga dapat membantu melindungi jantung serta mencegah terjadinya penyakit pembuluh darah yang bisa menyebabkan terjadinya penyumbatan aliran darah di otak.

Selain rutin berolahraga, mencegah demensia juga bisa dilakukan dengan rutin melakukan aktivitas lain berupa “olahraga otak”. Ada berbagai jenis olahraga otak yang bisa dilakukan untuk mencegah demensia. Di antaranya:

  • Pelajari Hal Baru

Mempelajari hal baru bisa membantu mencegah penurunan fungsi organ otak. Saat melakukan hal baru, otak akan dirangsang untuk mengembangkan jaringan baru. Itu kemudian akan meningkatkan ketajaman otak. Salah satu aktivitas yang bisa dipilih adalah belajar memasak yang bisa membantu mengembangkan banyak fungsi otak, termasuk dalam mengenal bau, mengenal tekstur masakan, hingga membedakan rasa.

  • Bermain Musik

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Nina Kraus, seorang profesor dari Northwestern University, menyebut bahwa bermain musik dapat menjaga kesehatan otak. Itu karena saat bermain musik, otak akan terbiasa untuk merespon suara dan bahasa. Aktivitas ini bisa membantu menghindari otak dari penuaan dini.

Baca juga: Beginilah Proses Terjadinya Demensia Pada Seseorang

  • Latihan Soal

Menjaga kesehatan otak juga bisa dilakukan dengan melakukan latihan dengan soal matematika atau materi hitung-hitungan lainnya. Latihan soal bisa membantu merangsang otak tetap bekerja serta mengasah kemampuannya.

Baca juga: Mulai Pikun, Adakah Cara Agar Tidak Mudah Lupa?

Cari tahu lebih lanjut seputar demensia dini dan cara mencegah penyakit ini dengan bertanya ke dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!