24 January 2019

Mau Terhindari dari Demensia? Lakukan 5 Kebiasaan Ini

Mau Terhindari dari Demensia? Lakukan 5 Kebiasaan Ini

Halodoc, Jakarta - Seiring bertambahnya umur, daya ingat seseorang pasti juga akan menurun, bahkan berisiko mengalami demensia. Berkurangnya kemampuan untuk berpikir dan terjadinya gangguan mental dapat menjadi gejala seseorang mengidap demensia. Pada tahap awal, kemampuan mengingat jangka pendek akan menurun. Lalu ketika sudah parah, ingatan jangka menengah dan panjang juga akan terserang.

Demensia terbagi menjadi dua jenis. Pertama, penyakit Alzheimer yang disebabkan karena adanya bagian otak yang tidak berfungsi. Kedua, demensia vaskular yang disebabkan menurunnya asupan darah ke otak. Pada Alzheimer, bagian otak yang tidak berfungsi disebabkan oleh timbunan plak yang menggerogoti bagian-bagian tertentu pada otak. Sekitar 60-80 persen pengidap demensia disebabkan oleh Alzheimer, selebihnya disebabkan penyakit lain.

Beberapa kejadian yang menyebabkan seseorang mengidap demensia adalah kelainan genetik. Selain itu, terdapat beberapa faktor risiko yang dapat dikendalikan, seperti cedera kepala, gangguan fungsi tiroid, kurangnya aktivitas fisik, tekanan darah tinggi, dan diabetes. Selain itu, disebutkan juga bahwa demensia dapat terjadi pada seseorang yang memiliki riwayat keluarga yang pernah mengidapnya.

Baca juga: Waspada Demensia Bagi Perokok Pasif

Bagaimana Cara Mencegah Demensia?

Demensia parah dapat menyebabkan seseorang lupa akan segala hal. Maka dari itu, sangat penting untuk mencegah terjadinya demensia. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit tersebut adalah:

  1. Meningkatkan Asupan Vitamin D

Salah satu cara mencegah demensia terjadi adalah dengan meningkatkan asupan vitamin D. Disebutkan bahwa terdapat hubungan antara kekurangan vitamin D dengan penurunan kognitif. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan tubuh terserang penyakit Alzheimer, sehingga terjadi demensia. Cara paling alami dan mudah untuk mendapatkan asupan vitamin D adalah dengan berjemur atau dengan mengonsumsi suplemen yang kaya akan vitamin tersebut.

  1. Berolahraga Secara Teratur

Baca juga: Inilah 7 Gejala Umum Demensia Alzheimer

Cara lain untuk mencegah demensia menyerang adalah dengan berolahraga secara teratur. Dengan berolahraga, aliran darah di tubuh akan cepat disalurkan oleh jantung, sehingga darah yang terdapat di otak terus berputar dan cukup. Hal tersebut dapat melindungi jantung kamu dan mencegah terjadinya penyakit pembuluh darah yang dapat menyumbat aliran darah di otak. Berolahragalah secara teratur setiap hari, agar terhindar dari berbagai macam penyakit.

  1. Buat Otak Kamu Aktif

Usahakan untuk membuat otak kamu selalu aktif adalah salah satu cara untuk mencegah demensia. Selalu menggunakan otak untuk berpikir dengan cara mempelajari sesuatu hal yang kamu belum tahu, dapat membuat otak tertantang. Hal tersebut membuat otak semakin aktif, sehingga menurunkan peluang terkena demensia. Selain itu, disebutkan bahwa melakukan teka-teki silang secara teratur adalah cara lain untuk menunda gejala demensia pada seseorang hingga 2,5 tahun. Pun, jika seseorang bilingual, demensia dapat tertunda hingga lima tahun.

  1. Istirahat yang Cukup

Kekurangan jam untuk beristirahat dapat meningkatkan risiko mengidap demensia. Maka dari itu, cobalah untuk selalu beristirahat secara cukup agar dapat mencegah demensia. Kekurangan istirahat yang berkualitas dapat meningkatkan kadar protein yang dapat membentuk plak amiloid, sehingga mengganggu pola tidur berikutnya. Cobalah untuk mengatur jam tidur dan kembalikan pola tidur ke semula.

  1. Mengurangi Konsumsi Alkohol

Seseorang yang terlalu banyak mengonsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko mengidap demensia. Disebutkan bahwa seseorang yang mengonsumsi banyak alkohol memiliki risiko lebih tinggi untuk mengidap demensia dibanding seseorang yang mengonsumsi sedikit atau tidak sama sekali.

Baca juga: Harus Tahu, Penyakit Batten yang Bikin Anak Demensia Dini

Itulah beberapa cara mencegah demensia terjadi. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal demensia, dokter dari Halodoc siap membantu. Komunikasi dengan dokter bisa dilakukan dengan mudah melalui Chat atau Voice/Video Call. Selain itu, kamu juga bisa beli obat di Halodoc. Praktis tanpa perlu keluar rumah, pesananmu akan diantarkan sampai tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya sekarang di App Store dan Google Play!