27 March 2018

Tingkat Kebahagiaan Seseorang Ternyata Ditentukan Usia

Tingkat Kebahagiaan Seseorang Ternyata Ditentukan Usia

Halodoc, Jakarta – Usia memang tidak menentukan kedewasaan seseorang. Namun ternyata, tak melulu soal angka, usia sebenarnya bisa menentukan tingkat kebahagiaan, lho.

Seiring berjalannya usia, manusia akan melewati banyak pengalaman yang secara tidak langsung memberi dampak ke dalam hidup, salah satunya menimbulkan perasaan bahagia. Dan tak dapat dimungkiri, tingkat kebahagiaan berkaitan secara langsung dengan kondisi kesehatan seseorang.

Data dari Cigna menunjukkan bahwa di Indonesia tingkat kebahagiaan seseorang memiliki kaitan dengan usia. Dari penelitian yang dilakukan, usia 25-29 tahun diketahui memiliki tingkat kebahagiaan dan kesehatan yang paling tinggi yaitu sekitar 48 persen. Sementara di urutan kedua kelompok usia yang merasa lebih sejahtera adalah usia 50 tahun ke atas.

Sebaliknya, dari data ini juga disebutkan bahwa ada pula masa-masa di mana seseorang cenderung memiliki tingkat kesehatan dan perasaan bahagia yang rendah. Memasuki usia 40-49 tahun ternyata adalah waktu terberat dalam hidup. Hanya 31 persen orang dari kelompok usia ini yang mengaku merasa puas dan bahagia.

Hasil itu didapat dari penelitian yang dilakukan pada kelompok-kelompok umur tersebut, dan melihat berbagai aspek kehidupan. Yaitu aspek keluarga, fisik, keuangan, pekerjaan dan kehidupan sosial. Nyatanya, tingkat kebahagiaan orang Indonesia dapat digambarkan dengan kurva di mana pada usia awal 25 tahun seseorang cenderung merasa lebih bahagia namun hal itu sedikit demi sedikit menurun dan sampai pada titik terendah pada usia 40 tahun sampai 49 tahun. Namun, tingkat kebahagiaan dan kesehatan kembali mengalami peningkatan setelah usia 50 tahun terlewati.

Rasa Kebahagiaan adalah Kunci Hidup Sehat

Selalu menjalani hidup dengan perasaan bahagia nyatanya bisa membuat tubuh menjadi lebih sehat. Sejumlah penelitian menemukan hubungan antara kesehatan psikologis dengan kesehatan fisik seseorang. Kondisi psikologis dan emosi yang terkontrol disebut mampu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular – seperti penyakit jantung, stroke dan lainnya.

Sudah ada sedikitnya 200 penelitian yang dilakukan untuk menilai hubungan antara rasa bahagia dan kesehatan. Mengutip CNN, sebagian besar dari penelitian itu menunjukkan bahwa ada hubungan antara rasa bahagia, optimisme dan kepuasan dalam hidup terhadap kesehatan jantung. Kesimpulannya, orang yang menjalani hidup dengan penuh perasaan bahagia memiliki kesehatan jantung yang lebih terjaga.

Tingginya aktivitas harian dan tuntutan pekerjaan sangat mungkin menjadi faktor penyebab menurunnya tingkat kebahagiaan seseorang. Meski sulit untuk dihindari, bukan berarti kamu tak memiliki peluang untuk merasa bahagia meski sedang banyak pekerjaan. Lantas apa saja yang bisa dilakukan untuk meningkatkan rasa bahagia? Yuk, ikut tipsnya!

  1. Terapi Suara

Saat penat, cobalah untuk mengambil waktu jeda sejenak dan lakukan terapi suara untuk membuat pikiran lebih tenang dan bahagia. Kamu bisa melakukannya dengan mendengarkan suara-suara alam seperti  embusan angin, kicau burung, hingga ombak di laut. Caranya adalah dengan menonton video, atau menyimpan audio dari suara tersebut di smartphone.

  1. Tersenyum

Tersenyum adalah cara paling sederhana untuk membuat bahagia. Sebab dengan tersenyum ampuh untuk meningkatkan suasana hati dan tentu membuat lebih bahagia. Namun perlu diingat, kamu harus tersenyum dengan tulus dan berpikiran positif untuk membuat suasana hati lebih bahagia.  

  1. Berjemur

Berjemur di bawah sinar matahari pagi ampuh untuk membuat seseorang merasa lebih bahagia. Terutama matahari pagi yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Pasalnya, sinar matahari merupakan sumber vitamin D alami yang dibutuhkan tubuh.

Selain itu, terkena sinar matahari bisa membantu meningkatkan mood dan daya ingat. Pada akhirnya  rutin berjemur di bawah sinar matahari bisa membuat pikiran menjadi lebih tenang dan jernih.

Punya masalah kesehatan dan butuh saran ahli segera? Hubungi dokter di aplikasi Halodoc melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan rekomendasi beli obat biar kamu lebih cepat sembuh. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play!