Tips Agar Bayi Tidak Gumoh Setelah Menyusui

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Tips Agar Bayi Tidak Gumoh Setelah Menyusui

Halodoc, Jakarta - Ibu, mungkin sering mengalami kondisi bayi gumoh setelah menyusu. Bahkan, sebagian besar bayi mengalami kondisi ini setiap kali selesai menyusu. Kondisi ini normal terjadi dan tidak perlu dicemaskan, meski pada beberapa kasus, gumoh bisa menjadi tanda penyakit berbahaya yang perlu ibu waspadai. 

Gumoh adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan bayi yang muntah setelah menyusu pada ibunya. Gumoh adalah kondisi yang normal apabila jika terjadi pada bayi tidak diikuti dengan sesak napas atau bayi menjadi rewel. Ibu hanya perlu mengenali cara tepat mengatasi gumoh agar tidak terjadi lagi setiap kali sang buah hati selesai menyusu. 

Apa yang Menyebabkan Bayi Mengalami Gumoh?

Sebenarnya, gumoh terjadi karena ASI atau susu yang sudah tertelan oleh bayi kembali naik ke kerongkongan. Kondisi ini disebabkan karena otot bagian kerongkongan dan lambung pada saluran pencernaan bayi masih terbilang lemah. Di dalam istilah medis, gumoh sering disebut refluks. 

Baca juga: Mitos Seputar Pencernaan Bayi dan Faktanya

Kemungkinan terjadinya refluks pada bayi karena kondisi lambungnya yang terbilang masih kecil, sehingga cepat penuh. Refluks juga dapat terjadi karena katup pada kerongkongan yang belum terbentuk sempurna, sehingga belum bisa bekerja dengan optimal untuk menahan isi lambung. Bayi umumnya mengalami gumoh atau muntah setelah menyusu terjadi hingga usianya beranjak 4 sampai 5 bulan. Setelahnya, hal ini akan berhenti dengan sendirinya. 

Baca juga: Bayi Muntah Setelah Konsumsi ASI? Ini Penyebabnya

Ibu harus waspada jika gumoh pada bayi diikuti dengan gejala lain, termasuk demam, menyusu kurang atau tidak mau menyusu, muncul ruam, rewel dan susah tidur, ubun-ubun yang terlihat menonjol, perut membengkak, sesak napas, muntah terus-menerus, dan mengalami dehidrasi. Ibu harus memeriksakan kondisi bayi ke dokter spesialis anak. Pakai aplikasi Halodoc agar ibu bisa membuat janji langsung di rumah sakit terdekat

Bagaimana Agar Bayi Tidak Gumoh Setelah Menyusu?

Memang, gumoh yang terjadi setelah ibu menyusui tidak perlu dikhawatirkan. Namun, tetap saja bisa menjadi kekhawatiran tersendiri bagi ibu. Coba ikuti tips berikut ini agar bayi tidak lagi gumoh setelah menyusu, yaitu:

  • Ketika menyusu, usahakan agar kepala bayi berada lebih tinggi daripada tubuhnya.

  • Agar bisa lebih mudah bersendawa, pastikan tubuh bayi tetap tegak setelah ia selesai menyusu.

  • Usahakan agar bayi menyusu dalam kondisi tenang untuk mencegah terjadinya bayi mengisap udara yang berlebihan bersama dengan ASI.

  • Menyusu secukupnya tetapi sering lebih dianjurkan.

  • Pastikan bayi bersendawa terlebih dahulu sebelum ibu merebahkan atau menidurkannya.

  • Hindari menggoyang tubuh bayi atau membuatnya terlalu aktif setelah selesai menyusu.

  • Jika Si Kecil sudah cukup besar, biasakan untuk mendudukkannya sekitar 30 menit setelah menyusu. 

  • Ketika tidur, tetap posisikan kepalanya lebih tinggi dari tubuh, tetapi hindari menggunakan bantal. Sebagai gantinya, ibu bisa menggunakan selimut di bawah bahu dan kepalanya. 

Baca juga: 5 Alasan Bayi dan Balita Lebih Sering Muntah

Ada penyebab lainnya mengapa bayi muntah setelah minum susu atau ASI, yaitu gastroenteritis. Biasanya, jika ini terjadi, bayi juga mengalami diare. Alergi, infeksi telinga, pilek, infeksi pada saluran kemih, dan stenosis pilorus juga bisa menjadi penyebab bayi gumoh setelah menyusu. Jadi, sebaiknya segera periksakan bayi ke dokter ketika gumoh yang dialami terlalu banyak dan terus-menerus.

Referensi: 
Seattle Children’s Hospital. Diakses pada 2019. Spitting Up-Reflux.
Baby Center. Diakses pada 2019. Why Babies Spit Up.
Kidshealth. Diakses pada 2019. Vomiting.