Trombositosis Bisa Sebabkan Pembesaran Limpa, Ini Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Trombositosis Bisa Sebabkan Pembesaran Limpa, Ini Penyebabnya

Halodoc, Jakarta - Darah yang mengalir dalam tubuh manusia terdiri atas berbagai jenis sel. Salah satu yang memiliki fungsi cukup penting dan jumlahnya perlu tetap normal adalah trombosit (platelet). Sel darah ini memiliki peran dalam proses pembekuan darah, sehingga jika jumlahnya terlalu banyak, seperti dalam kasus trombositosis, risiko penyumbatan pembuluh darah akan meningkat. Kondisi ini kemudian dapat memicu berbagai penyakit, seperti pembesaran limpa, stroke, hingga serangan jantung.

Jumlah trombosit dalam sel darah yang normal pada manusia adalah 150.000-450.000 per mikroliter darah. Seseorang dinyatakan mengalami trombositosis jika jumlah trombosit di atas 450.000 per mikroliter darah. Gangguan ini bisa dialami semua usia, meski lebih sering terjadi pada usia di atas 50 tahun dan lebih banyak dialami wanita.

Baca juga: Jangan Disepelekan, Trombositosis Bisa Sebabkan DVT

Cenderung Jarang Menunjukkan Gejala

Kenaikan jumlah trombosit jarang menunjukkan gejala pada pengidapnya. Seseorang baru mengetahui dirinya mengalami trombositosis saat dokter melakukan pemeriksaan darah rutin, dan ditandai dengan kenaikan trombosit. Namun, pada sebagian pengidap, gejala yang dapat muncul berupa:

  • Pening atau sakit kepala.
  • Dada terasa nyeri.
  • Tubuh lemas.
  • Gangguan penglihatan sementara.
  • Kesemutan pada lengan atau tungkai.
  • Memar pada kulit.
  • Perdarahan dari hidung, mulut, gusi, dan saluran pencernaan.

Trombotosis juga dapat menimbulkan pembekuan darah yang tidak normal, sehingga memicu serangan jantung, stroke, atau gumpalan darah di pembuluh darah perut.

Apa Penyebabnya?

Trombositosis ditandai dengan kenaikan jumlah trombosit yang dibentuk dalam sumsum tulang. Kenaikan jumlah trombosit tersebut dapat disebabkan gangguan yang terjadi pada sumsum tulang, sehingga trombosit diproduksi tubuh secara berlebihan (trombositosis primer) atau adanya penyakit lain yang mengakibatkan tubuh bereaksi dengan menghasilkan trombosit lebih banyak (trombositosis sekunder).

Baca juga: Punya Gangguan Darah Trombositosis, Coba Ubah Gaya Hidup dengan Cara Ini

Trombositosis primer biasanya terjadi karena mutasi gen, yaitu gen Janus kinase 2 JAK2 yang mendorong produksi sel secara berlebihan. Selain itu, zat seperti reseptor thrombopoietin (MPL) atau calreticulin (CALR) dapat meningkatkan aktivitas gen JAK2, sehingga produksi sel megakariosit atau sel muda trombosit semakin banyak.

Sementara itu, penyebab trombositosis sekunder antara lain:

  • Perdarahan. Saat mengalami cedera dan kehilangan darah, sumsum tulang akan memberikan respons berupa menghasilkan lebih banyak sel darah merah dan juga trombosit.
  • Operasi pengangkatan limpa.
  • Infeksi. Pada anak, trombosit tinggi dapat terjadi saat anak mengalami infeksi. Peningkatan jumlah trombosit ini diduga karena hormon sitokin yang berperan sebagai bagian dari pertahanan tubuh terhadap infeksi. Umumnya setelah infeksi ditangani dengan baik.
  • Defisiensi zat besi.
  • Peradangan usus. Sama halnya dengan infeksi, peradangan juga dapat menyebabkan jumlah trombosit mengalami kenaikan.
  • Hemolisis atau kerusakan sel darah merah secara prematur.
  • Mengidap kanker. Beberapa penyakit kanker dapat menyebabkan jumlah trombosit tinggi dan menyebabkan kerusakan pada jaringan sekitar, kehilangan darah, atau memengaruhi respons sistem kekebalan tubuh dalam merangsang sumsum tulang untuk memproduksi trombosit.
  • Pasca kerusakan jaringan. Kerusakan jaringan tubuh dapat menyebabkan jumlah trombosit tinggi. Setelah operasi atau mengalami kecelakaan misalnya, kerusakan jaringan tubuh bisa saja terjadi sehingga memicu peningkatan jumlah trombosit. Ini merupakan mekanisme tubuh untuk mencegah perdarahan yang fatal, serta upaya tubuh untuk mencapai pemulihan.
  • Penggunaan obat-obatan, seperti epinephrine, vincristine, atau heparin sodium.

Baca juga: 5 Makanan yang Sebaiknya Dikonsumsi Ketika Terkena Trombositosis

Itulah sedikit penjelasan tentang trombositosis. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!