28 March 2019

Jangan Disepelekan, Trombositosis Bisa Sebabkan DVT

Jangan Disepelekan, Trombositosis Bisa Sebabkan DVT

Halodoc, Jakarta - Trombositosis adalah sebuah kondisi ketika jumlah trombosit yang berlebihan di dalam darah. Trombosit adalah sel darah yang berfungsi untuk menghentikan pendarahan dengan cara membentuk gumpalan pada darah. Terlalu banyak trombosit di dalam darah dapat menyebabkan seseorang mengalami stroke, serangan jantung, atau terdapat gumpalan pada pembuluh darah.

Terdapat dua jenis trombositosis yang dapat terjadi, yaitu primer dan sekunder. Pada trombositosis primer atau disebut juga dengan trombositemia esensial adalah sebuah penyakit ketika sel-sel abnormal pada sumsum tulang menyebabkan peningkatan trombosit. Hal ini tidak dianggap penyakit keturunan meski ditemukan mutasi gen tertentu pada darah atau sumsum tulang.

Sementara itu, trombositosis sekunder merupakan respons fisiologis normal terhadap kondisi inflamasi yang terjadi pada trombosit. Trombositosis jenis ini disebabkan oleh kondisi yang mungkin diidap oleh orang tersebut, seperti anemia karena kekurangan zat besi, kanker, peradangan atau infeksi, dan pembedahan yang umumnya adalah pengangkatan limpa.

Kedua kategori tersebut mempunyai perbedaan yang signifikan terhadap peningkatan risiko yang terjadi untuk terjadinya komplikasi trombotik atau hemoragik untuk trombositosis primer. Sedangkan untuk trombositosis sekunder tidak menyebabkan hal tersebut.

Baca Juga: Ketahui Komplikasi yang Disebabkan Trombositosis

Trombositosis Bisa Sebabkan DVT

Trombositosis yang parah dapat menyebabkan komplikasi dan salah satunya adalah deep vein thrombosis atau DVT. Hal tersebut disebabkan oleh gumpalan darah yang terjadi pada pembuluh darah, sehingga mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah. Sumbatan tersebut yang terjadi pada tungkai dapat menyebabkan DVT, yang dapat berdampak pada stroke.

Apabila sumbatan tersebut terjadi pada pembuluh darah di jantung, maka dapat berkembang menjadi serangan jantung. Ketika sumbatan tersebut terjadi pada paru-paru, maka dapat menyebabkan emboli paru. Selain itu, sumbatan tersebut juga dapat mengganggu organ-organ penting lain, seperti mata, otak, dan kulit.

Gejala Trombositosis

Seseorang yang mengalami trombositosis pada umumnya tidak menunjukkan gejala atau tanda yang khusus. Gejala dari trombositosis primer yang terjadi pada seseorang pasti berhubungan dengan kondisi yang menyebabkan hal tersebut. Lalu, seseorang dengan trombositosis sekunder kemungkinan menunjukkan tanda dan gejala yang berhubungan dengan pembekuan darah dan perdarahan, yaitu:

  • Sakit kepala.

  • Kepala terasa pusing.

  • Sakit di dada.

  • Merasakan kelemahan.

  • Mati rasa atau kesemutan pada tangan dan kaki.

Baca Juga: Ketahui Penyebab Seseorang Dapat Terkena Trombositosis

Penyebab Trombositosis

Hal yang biasanya menyebabkan seseorang mengidap trombositosis adalah gangguan pada sumsum tulang yang memproduksi sel darah merah, sel darah putih, serta trombosit. Ketika sumsum mengalami produksi yang berlebihan pada trombosit, gumpalan yang terjadi pada darah dapat merusak pembuluh darah. Selain itu, apabila gumpalan tersebut terjadi pada organ penting, dapat menyebabkan komplikasi yang membahayakan nyawa.

Pengobatan Trombositosis

Seseorang yang mengidap trombositosis mungkin tidak menimbulkan gejala, jadi cara pengobatannya adalah dengan melakukan pemeriksaan rutin ke dokter agar dapat mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi. Seseorang yang mengidap trombositosis sekunder terbilang jarang yang perlu mendapat pengobatan.

Apabila gangguan tersebut menunjukkan gejala tertentu, salah satu cara untuk mengobatinya adalah dengan mengatasi penyakit yang menyebabkan trombositosis terjadi. Seseorang yang mengalami pembekuan darah dapat mengonsumsi aspirin untuk mencegah terjadinya pembekuan darah. Aspirin dengan dosis rendah tidak menyebabkan efek samping, seperti sakit perut atau perdarahan.

Baca Juga: Jika Tidak Ditangani, Trombositosis Bisa Sebabkan TIA

Itulah pembahasan tentang trombositosis yang dapat sebabkan DVT. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal gangguan oleh pembekuan darah, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya yaitu dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!