• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Usia Berapa Anak Boleh Memakai Kawat Gigi?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Usia Berapa Anak Boleh Memakai Kawat Gigi?

Usia Berapa Anak Boleh Memakai Kawat Gigi?

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 26 Juli 2022

“Pemasangan kawat gigi untuk anak adalah prosedur yang seharusnya dilakukan spesialis ortodonti. Prosedurnya baru bisa dilakukan saat anak menginjak usia 12 atau 13 tahun.”

Usia Berapa Anak Boleh Memakai Kawat Gigi?Usia Berapa Anak Boleh Memakai Kawat Gigi?

Halodoc, Jakarta – Prosedur pemasangan kawat gigi bertujuan untuk merapikan susunan gigi yang berantakan. Syarat ini justru disalahgunakan oleh sejumlah pihak. Kondisi ini mengacu pada viralnya video di media sosial saat seorang ibu memamerkan gigi anak berusia di bawah 5 tahun menggunakan kawat gigi.

Kasus tersebut berbuah kecaman karena dinilai membahayakan. Selain rasa nyeri, penggunaan kawat gigi pada gigi susu yang belum tanggal bisa memicu masalah pada rahang.

Usia Pemasangan Kawat Gigi untuk Anak

Usia ideal pemasangan kawat gigi untuk anak adalah 12 atau 13 tahun. Syaratnya, kondisi gigi sudah permanen meski mulut dan rahang sang anak masih dalam masa pertumbuhan.

Sejatinya di usia yang masih belia tersebut disarankan untuk melakukan pemasangan kawat gigi. Sebab, peluang perbaikan gigi dinilai lebih efektif jika dilakukan sejak dini ketimbang pada orang dewasa. 

Adapun, untuk pemasangan kawat gigi sebaiknya dilakukan oleh spesialis ortodonti.  Sebab, ada sejumlah langkah-langkah yang mereka lakukan sebelum melakukan tindakan, seperti rontgen gigi dan rahang, mencetak struktur gigi, serta mengatasi masalah seperti karang gigi dan gigi berlubang.

Dampak Sembarangan Memasang Kawat Gigi untuk Anak

Dampaknya terjadi jika prosedur dilakukan oleh orang yang tidak berbekal ilmu kedokteran gigi.

1. Radang Gusi

Penyakit radang gusi ditandai dengan keluarnya darah saat menyikat gigi. Pasien juga berisiko mengalami pembengkakan gusi, perubahan warna pada gusi, nyeri saat mengunyah makanan, bahkan gigi tanggal.

Oleh karenanya, prosedur spesialis ortodonti akan membersihkan karang gigi terlebih dulu sebelum pemasangan behel. Jika ini tidak dilakukan, pasien berisiko terkena radang gusi.

2. Susunan Gigi Jadi Berantakan

Pemasangan kawat gigi tanpa ke spesialis ortodonti berisiko mengubah struktur sehingga gigi jadi tak beraturan dan bisa saja menjadi bengkok. Jika sudah begini, pasien membutuhkan operasi untuk meratakan struktur gigi.

Adapun, prosedur yang benar adalah spesialis ortodonti akan melihat struktur gigi, gusi, dan rahang sebelum pemasangan kawat gigi. Dengan begitu, ortodontis dapat menentukan arah pergeseran gigi tanpa merusak gusi dan akar gigi.

3. Reaksi Alergi hingga Keracunan Metal

Pasien berpotensi terkena alergi dan keracunan metal. Kondisi ini ditandai dengan munculnya rasa nyeri pada telinga dan gangguan pencernaan seperti diare, mual, muntah, sakit perut, dan sesak napas.

4. Perubahan Warna Gigi

Menggunakan kawat gigi yang sembarangan berisiko mengubah warna gigi menjadi kuning atau kehitaman. Ini disebabkan oleh material kawat gigi yang tidak layak pakai. Akibatnya, bakteri dan plak yang menempel memicu kerusakan bagian terluar gigi.

Kondisi tersebut bisa berakhir dengan kerusakan atau infeksi gigi. Akibatnya, kamu perlu mengeluarkan kocek lebih banyak untuk biaya berobat ke dokter gigi.

Itulah penjelasan tentang prosedur pemasangan kawat gigi untuk anak. Pemasangan behel bukan hanya sekedar fashion dan estetika saja. Kamu juga perlu memperhatikan dampak kesehatannya.

Jangan hanya fokus memperbaiki penampilan dari luar saja. Kamu juga perlu menunjang kesehatan tubuh dari dalam. Ini bisa dilakukan dengan download Halodoc segera dan cek kebutuhan suplemen di Toko Kesehatan pada aplikasi tersebut! 

Jika kamu membutuhkan informasi lain seputar kesehatan, gaya hidup, dan pola hidup sehat lainnya, silakan download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
National Health Service UK. Diakses pada 2022. Braces and orthodontics.
WebMD. Diakses pada 2022. Braces.
News Medical Life Science. Diakses pada 2022. Risks of Dental Braces.